(2) Ardhya Nareswari
*corresponding author
AbstractIndonesia terletak di daerah tektonik aktif sehingga sering terjadi gempa bumi yang dapat menyebabkan tsunami. Salah satu daerah rawan tsunami di Papua adalah daerah pesisir di Kota Jayapura. Tindakan mitigasi bencana tsunami salah satunya adalah dengan membuat peta tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana tsunami. Pada artiket ini akan memaparkan tingkat kerentanan lingkungan terhadap bencana tsunami di Distrik Jayapura Selatan, melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan survey lapangan yang akan diketahui faktor penyebab tingginya nilai kerentanan. Analisa spasial kerentanan wilayah terhadap bencana tsunami dilakukan dengan overlay parameter kerentanan wilayah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Parameter yang digunakan dalam menganalisis kerentanan tsunami adalah elevasi daratan, kemiringan lahan, penggunaan lahan, jarak dari garis pantai dan jarak dari sungai. Distrik Jayapura Selatan menunjukkan bahwa nilai atau kategori kerentanan lingkungan terhadap bencana tsunami di wilayah Distrik Jayapura Selatan didominasi oleh tingkat kerentanan 4,98% Sangat Tinggi, 12,65% Tinggi, 30,02% Sedang, Rendah 48,61% dan 3,74% Sangat Rendah. Dengan kondisi kerentanan lingkungan tersebut maka wilayah Distrik Jayapura Selatan dikategorikan sebagai daerah yang rentan terhadap bencana tsunami. KeywordsJayapura Selatan, kerentanan, SIG, tsunami
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v8i6.2021.1854-1865 |
Article metrics10.31604/jips.v8i6.2021.1854-1865 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Diposaptono S, Budiman. 2006. Tsunami. Bogor: Sarana Komunikasi Utama
Faiqoh I, Jonson LG, Marisa ML. 2013 Vulnerability Level map of Tsunami Disaster In Pagandaran Beach, West Java. Internationa Journal of Remote Sensing and earth Sciences. 10(2):90-103
Hartuti, Riene Evi. 2009. Buku Pintar Gempa. Yogyakarta:Diva Press
Julkarnaen D. (2008). Identifikasi Tingkat Resiko Bencana Tsunami Berbasis Spasial (Studi Kasusu : Zona Industri Kota Cilegon) Tesis. Bandung: Institut teknologi Bandung
Malik, Yakub, Nanin TS. (2009). Gempa Bumi dan Tsunami. Bandung: Institut Teknologi Bandung
Muzaki. AA. (2008). Analisis Spasial Kualitas Ekosistem Terumbu karang Sebagai Dasar Penentuan Kawasan Konservasi Laut dengan Metode Cell Based Modelling di Karang Lebar dan Karang Congkak Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Nontji, A. (1993). Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan
Nugroho SH, Imam A Sadisun. 2015 Tinjauan Tentang Mitigasi Bahaya Tsunami di Pesisir Pantai-Pantai dan Pulau-Pulau Kecil. Jurnal Oseana. 40(1):41-52
Oktariadi O. (2009). Penentuan Peningkatan Bahaya Tsunami dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus : Wilayah Pesisir Sukabumi) Jurnal Geologi Indonesia. 4(2):103-116
Pedersen G, Glimsdal S. (2010) Coupling of Dispersive Tsunami Propagation and Shallow Water Coastal Response. The Open Oceanography journal. 4:71-82
Santius SH. (2015). Permodelan Tingkat Risiko Bencana Tsunami pada Permukiman di Kota Bengkulu Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Permukiman. 10(2):92-105
Soleman MK, Fitri Nurcahyani, Sri Lestari Mujanati. (2012). Pemetaan Multirawan Bencana di Provinsi Banten. Jurnal Globe. 14(1):46-59
Subarjo P, raden Ario. (2005). Uji Kerawanan terhadap Tsunami dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Pesisir Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jurnal Kelautan Tropis. 18(2)81-97
Vink, A. P. A. (1975). Land Use in Advancing Agriculture. Springer-Verlag. Berlin, Heidelber, New York
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download