PENYELENGGARAAN PEMBINAAN NARAPIDANA DALAM WIRAUSAHA DI BIDANG KERAJINAN TANGAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA MAGELANG

(1) * Ahmad Ichsani Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
(2) Herry Fernandes Butar Butar Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat dimana seoorang narapidana dibimging dan dibina sesuai haka asasi yang seharusnya mereka dapatkan agar mereka dapat memyadari kesalahannya dan bisa menjadi lebih baik lagi. Selain itu di dalam Lembaga Pemasyarakatan dilakukan perawatan narapidana, sistem penjara yang menekankan pembinaan dalam rangka rehabilitasi, pengurangan, rehabilitasi, dan penyesuaian, tetapi untuk narapidana seumur hidup yang dipenjara seumur hidup. Konsep Lapas dalam tataran empiris dilaksanakan oleh Lapas Klas IIA Magelang, antara lain: Lapas Klas IIA Magelang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang telah menyelenggarakan proses kegiatan pembinaan terhadap narapidana yang mana selain membina narapidananya juga terdapat kegiatan lain yang dapat mendorong narapidana kelih baik lagi dan lebih terampil, salah satunya adalah di bidang perajin bekerja sama dengan berbagai gereja di daerah Magelang. Proses pembinaan terhadap narapidana yang direncanakan merupakan salah satu bentuk program yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi adanya potensi/peluang kekambuhan atau residivis, dimana dengan pembinaan yang baik dan sesuai mereka dapat menghindari melakukan perbuatan salah yang sama lagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis untuk menjelaskan dan mendalami data agar dapat menjelaskan gambaran pelaksanaan pembinaan narapidana di berbagai sektor dalam Lapas Klas IIA Magelang. Kemudian untuk metode yang digunakan adalah wawancara dengan pejabat yang berkaitan dengan data yang ingin diperoleh dan studi pustaka untuk menguji nilai keaslian data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yang dilakukan melalui serangkaian proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat dilihat bahwasanya proses pelaksanaan program pembinaan narapidana artisanal di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Magelang telah melaksanakan trisula kegiatan yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan tersebut berupa beberapa aspek seperti perekrutan pekerja, baik petugas pemasyarakatan maupun tahanan sesuai dengan keahliannya, penetapan biaya yang diperlukan, penyusunan pembagian tugas-tugas dan realisasi struktur organisasi berdasarkan dengan kelompok kerja untuk subunit kerja, persiapan struktur serta sarana dan prasarana yang diperlukan dengan seoptimal mungkin, pengisian SOP pelaksanaan proses kegiatan pembuatan (produksi), perencanaan strategi pemasaran (marketing). Sedangkan pelaksanaannya meliputi pengamatan terhadap pameran para ahli dan tahanan, pengawasan pembayaran dan penggunaan harta kekayaan yang digunakan, perencanaan dan koordinasi latihan-latihan narapidana, pemanfaatan kerangka yang diberikan, pembuatan barang-barang kerajinan termasuk karung, boneka, embel-embel, perlengkapan keluarga, dll sesuai SOP , memajukan dan memasarkan barang tersebut. Gerakan terakhir adalah menilai metode yang terlibat dalam mengatur dan melaksanakan pengembangan tahanan di daerah khusus. Akhir yang dapat ditarik adalah bahwa cara pelaksanaan pembinaan para tahanan di kawasan seni telah diselesaikan dengan pengaturan. Meski demikian, ada hambatan dalam penataan aset manusia, khususnya membuat guru dan penyusunan rencana keuangan yang berdampak pada tertundanya siklus pelaksanaan. Bimbingan yang diberikan adalah untuk memperluas aksesibilitas aset oleh Lembaga Pemasyarakatan dan ketepatan dalam membuat pengaturan yang harus memiliki opsi untuk mengharapkan perubahan selama siklus eksekusi. Upaya yang diharapkan untuk mengatasi kesulitan untuk benar-benar berfokus pada tahanan bebas adalah membantu organisasi pemerintah dan berbagai kantor untuk lebih mengembangkan kemajuan tahanan, inspirasi yang kuat dari daerah setempat yang digabungkan dengan standar moral dan keyakinan, upaya untuk bekerja pada bantuan pemerintah dari individu-individu tertentu. pejabat untuk membangun ketergantungan dalam melakukan kehadiran etis. Analis merekomendasikan kebutuhan untuk memahami kewajiban mendorong tahanan dengan setiap bagian mereka, terutama bagian dari kerangka keadilan yang sah seperti polisi, penyelidik dan pengadilan untuk secara efektif mendaftarkan daerah setempat, pemerintah dan daerah swasta dengan tujuan akhir untuk menaklukkan masalah yang dilihat oleh para tahanan.

Keywords


Penyelenggaraan, Pembinaan narapidana, Kerajinan tangan, wirausaha.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v8i5.2021.1142-1151
      

Article metrics

10.31604/jips.v8i5.2021.1142-1151 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Peyusun Cetak Biru . 2013 .Cetak Biru Kegiatan Kerja Narapidana. Jakarta: Direktorat Jendral Pemasyarakatan

Nafarin. 2004. Penganggaran Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Mursid. 2014. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Pratiwi Poerba, Astri. 2009. Aneka Kreasi Rajut. Jakarta : Buana Cipta Pustaka

Anslem dan Yuliet Corbin. (1990). Basic of Quality Research: Grounded Theory Procedures and Techniques. Sage Publications. The International Professional Publisher Newbury Park London New Delhi

Bellu, R. (1988). Entrepreneurs and managers: are they different? Frontiers of Entrepreneurial Research, Wellesley, MA: Babson College, 16-30.

Grossman, L. (1985). Research directions in the evaluation and treatment of sex offenders: an analysis. Behavioral Sciences and the Law, 421-440

Maryani, H., Nuraini Asriati., & Achmadi, Achmadi. (2019).Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Penghuni Lapas Perempuan di Pontianak. Proceedings International Conference on Teaching and Education (ICoTE) Vol. 2 No. 2 (2019) ISSN: 2685-1407, FKIP Universitas Tanjungpura. Pontianak, Indonesia, Pages 296-302

Ningtyas, E., Abd. Gani, & Sukanto. (2013). Pelaksanaan Program Pembinaan Narapidana Pada Lembaga Pemasyarakatan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Studi pada Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Lowokwaru Kota Malang). Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 1, No. 6, Hal. 1266-1275

Setya C. Mahadewi. (2015).Strategi Pengembangan Warga Binaan Pemasyarakatan Untuk Menghasilkan Tenaga Kerja Terampil (Studi tentang Pendidikan dan Pelatihan Bidang Kewirausahaan di LAPAS Kelas IIA Kediri). Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 10


Refbacks

  • There are currently no refbacks.