*corresponding author
AbstractSetiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik tidak terkecuali narapidana ini dikarenakan kesehatan merupakan satu aspek penting dari Hak Asasi Manusia (HAM). Pelayanan kesehatan tersebut salah satunya adalah kesehatan reproduksi. Tingkat kepadatan dan kondisi fasilitas di Lapas dapat menyebabkan permasalahan mengenai resiko adanya penyakit menular dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksaan pelayanan kesehatan terhadap narapidana wanita di Lapas Kelas IIA Sragen. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif. Haisl penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan yang dilakukan sudah cukup baik. Hal ini diwujudkan dengan adanya program-progam yang membantu narapidana wanita mengetahui kondisi kesehatan reproduksinya dan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. KeywordsLayanan kesehatan, reproduksi, narapidana wanita
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v8i5.2021.1108-1112 |
Article metrics10.31604/jips.v8i5.2021.1108-1112 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Basrowi & Suwardi (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan:Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Pedoman Pelayanan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Usia Dewasa di Lapas dan Rutan.
Lincoln, J dan Wilensky (2008). Kanker Payudara Diagnosis dan Solusinya. Jakart : Prestasi Pustakarya.
Patton, Michael Quinn. 1987. Triangulasi. Dalam Moleong (Ed.), Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi(hlm. 330-331). Cetakan ke-29. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download