PERBEDAAN SELF CONFIDENCE ATLET PENCAK SILAT DITINJAU DARI PARENTAL BONDING

(1) * Rozi Kurniawan Mail (Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, Indonesia)
(2) Rida Yanna Primanita Mail (Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan self-confidence pada atlet pencak silat ditinjau dari parental bonding. Populasi dalam penelitian ini ada sebanyak 50 orang yang merupakan atlet pencak silat berdomisili Sumatera Barat..Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan analisis non parametrik One Way Anova kruskal-wallis. Penelitian ini berjenis kualitatif komparatif dengan menggunakan skala parental bonding instrument oleh Parker, et al (1979) dan skala self confidence. Hasil analisis data dalam penelitian ini diperoleh bahwa nilai signifikansi sebesar 0,101 dimana dalam hal ini tidak adanya perbedaan signifikansi antara selfconfidence pada atlet pencak silat ditinjau dari parental bonding. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa kebanyakan dari atlet pencak silat di Sumatera Barat memiliki tipe parental bonding optimal parenting sebanyak 84% subjek dan self-confidence pada kategori sedang sebanyak 62% subjek.


Keywords


Self-Confidence, a pencak silat athlete, Parental Bonding.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v8i5.2021.931-937
      

Article metrics

10.31604/jips.v8i5.2021.931-937 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ahmad. (2020). Pencak silat. Diakses pada 23 November 2020 dari https://www.yuksinau.id/pencak- silat/

Ardari, C. S. (2016). Pengaruh Keercayaan Diri terhadap Intensitas Penggunaan Media Sosial pada Remaja Awal.

Hakim, T. (2002). Mengatasi rasa tidak percaya diri.

Hartanti, Y. L., Prambudi, I, Zaenal, T, & Lasmono, H. (2004). Aspek psikologis dan pencapaian prestasi atlet nasional indonesia. Anima indonesian Psychology Journal, 20(1), 49-54.

Kadi, A. P. (2016). Hubungan Kepercayaan Diri dan Self Regulated Learning terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Psikologi 2013. Jurnal Universitas Mulawarman.

Karim, A. R., & Begum, T. (2017). The Parental Bonding Instrument : A Psychometric

Measure To Assess Parenting Practices In The Homes In Bangladesh. 25, 231-239.

Lauster, P. (2003). Tes kepercayaan diri. jakarta: PT. Bumi Aksara.

Luanpreda, P., & Verma, P. (2015). The Influence Of Parental Bonding On Depression , Shame

, And Anger Among Thai Middle School Children, Being Mediated By Peer Victimization (Victime Of Bullying) : A Path Analytical Stud. Scholar Human Science, 7(2).

Perry, B. (2001). Bonding And Attachment In Maltreated Children. The Child Trauma Center, 3, 1-17.

Raynaldi, B., Racmah, D.N, & Akbar, S.N. (2017). Hubungan ketangguhan mental dengan kecemasan bertanding pada atlet pencak silat di Banjarbaru. Journal Ecospy, 3(3).

Sakti, G. F., & Yuli Azmi Rozali. (2015). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kepercayaan Diri

Pada Atlet Cabang Olahraga Taekwondo Dalam Berprestasi (Studi Pada Atlet Taekwondo Club Bjtc, Kabupaten Tanggerang). Journal Psikologi Esa Unggul, 26-33.

Salsabiea , K & Wardani, I . Y. (2019). Hubungan Kepercayaan Diri Remaja Dan Kedekatan Orang Tua Dengan Ide Bunuh Diri. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa, 1(1), 39-48.

Shin, H., Lee, D.H, & Ham, K. (2016). The Relationship Between Parental Bonding And Peer Victimization : Examining

Child Stress And Hopelessness As Mediators. Asia Pacific Education Review, 17(4), 637-

Utami, R. T. (2009). Hubungan Antara Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja Tunarungu (Penelitian Pada Siswa SLB- BYPPALB Kota Magelang). Doctoral Dissertation Universitas Negeri Semarang.

Yulianto, F., & Nashori, F. (2006). Kepercayaan diri dan prestasi atlet taekwondo daerah istimewa yogyakarta. Jurnal psikologi, 3(1), 55-62.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.