OPTIMALISASI PENEMPATAN KAMAR HUNIAN NARAPIDANA SEBAGAI PENCEGAHAN TINDAK KEKERASAN

(1) * Muhamad Rizqi Sholehudin Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
(2) Odi Jarodi Mail (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Dengan kondisi hampir seluruh Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia mengalami over kapasitas. Perlu adanya penempatan kamar hunian narapidana agar masalah tersebut bisa diatasi. Melihat kondisi tersebut, tentu berpotensi timbulnya kekerasan antar narapidana. Terlebih masing masing narapidana memiliki kepentingan yang berbeda sehingga dapat menimbulkan konflik  yang dapat menimbulkan kekerasan antar narapidana. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui manajemen penempatan kamar hunian narapidana, mengetahui seberapa penting manajemen penempatan kamar hunian narapidana dan penyebab serta pencegahan terjadinya tindak kekerasan antar narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon . Penelitian ini menggunakan pedekatan penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen yang selanjutnya diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini dapat menunjukan bahwa optimalisasi penempatan kamar hunian narapidana sangat penting dalam pencegahan kekerasan antar narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon.


Keywords


Optimalisasi, Kamar Hunian, Narapidana

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v8i4.2021.743-751
      

Article metrics

10.31604/jips.v8i4.2021.743-751 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Abdullah, R. H. (2016). Urgensi Penggolongan Narapidana Dalam Lembaga

Arikunto, S. (2002). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Buchari, R. A. (2016). Implementasi E-Service Pada Organisasi Publik Di Bidang Pelayanan Publik Di Kelurahan Cibangkong Kecamatan Batununggal Kota Bandung. 1.(1)

Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Prenada Media

Dan, N., & Di, P. (2019). seiring dengan perkembangan paradigm dari Old Public Administrtation hingga Dynamic Governance mempunyai hubungan yang begitu kental dengan berkembangnya suatu teknologi . Pada dewasa masyarakat suatu negara menurut perubahan-perubahan disisi pemerintahan . Governance disini diartikan. 706–734.

Kleinig, J. (2018). Standard Minimum Rules for the Treatment of Prisoners. Prisoners’ Rights, 407–420. https://doi.org/10.4324/9781315089461-18

Moleong, j. L. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosakarya.

Pemasyarakatan. FIAT JUSTISIA:Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 49–60. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v9no1.587


Refbacks

  • There are currently no refbacks.