(2) Arisman Arisman
*corresponding author
AbstractPelayanan Kesehatan saat ini sudah berkembang menjadi pekerjaan jasa yang perlu dikelola secara efisien dan efektif, oleh karena itu pelayanan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan. Petugas kesehatan juga harus memahami dan berpengelaman di bidang medicus practicus dan public health, dan juga harus memiliki pengetahuan dasar tentang manajemen kesehatan. Pelayanan kesehatan ini berhak diberikan kepada seua orang, karena pelayanan ini melibatkan Hak Asasi Manusia. Tidak terkecuali Narapidana yang sedang menjalankan masa pidananya di Unit Pelaksana Teknik Pemasyarakatan. Pada penelitian ini menggunakan metode SWOT yaitu cara menentukan strategi organisasi untuk menetapkan startegi atau perencanaan dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Hasil penelitian dengan metode SWOT dengan nilai IFAS (Internal Strategic Factor Summary) adalah 2,95 dan nilai EFAS (Eksternal Strategic Factor Analysis Summary) adalah 3,22. Pada diagram SWOT maka posisi garis cartesius berada pda sel 3 adalah mendukung Turn-Around dan strategi yang digunakan adalah strategi WO. KeywordsLembaga Pemasyarakatan; Pelayanan Kesehatan; SWOT.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v8i4.2021.699-704 |
Article metrics10.31604/jips.v8i4.2021.699-704 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Biaggy, F. (2020). UPAYA PEMENUHAN HAK PELAYANAN KESEHATAN KEPADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN. Jurnal Hukum, 3, 14.
Listiyana, I., & Rustiana, E. R. (2017). Analisis Kepuasan Jaminan Kesehatan Nasional Pada Pengguna Bpjs Kesehatan Di Kota Semarang. Unnes Journal of Public Health, 6(1), 53. h
Putong, I. (2003). Teknik Pemanfaatan Analisis SWOT Tanpa Skala Industri (A-SWOT-TSI). Jurnal Ekonomi & Bisnis, 2(8), 65–71.
Vlados, C. (2019). On a correlative and evolutionary SWOT analysis. Journal of Strategy and Management, 12(3), 347–363.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download