*corresponding author
AbstractFaktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan tindakan kriminal yaitu faktor lingkungan seperti pergaulan dengan kerabat dekatnyaa dan faktor keluarga seperti hubungan antar keluarga yang kurang harmonis. Penahanan narapidana anak akan mengakibatkan anak mengalami gejala stress yang mengarah ke depresi. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan atau transisi kehidupan yang dialami oleh anak seperti perpisahan dengan orang tua yang merupakan dampak paling berpengaruh terhadap depresi yang dialami oleh narapidana anak. Partisipasi orang tua termasuk faktor penting dalam mengatasi stress. Partisipasi orang tua dapat berupa informasi, material serta emosional. Dukungan informasi ini membuat remaja merasa dicintai dan perhatikan. Dukungan material biasanya berkaitan dengan finansial. Sedangankan partisipasi sebuah emosi seperti rasa sayang, rasa percaya, serta pengakuan harga diri yang dimana si anak akan beranggapan bahwa dia tidak sendirian. Hal ini penting dilakukan supaya anak dapat mengikuti program pembinaan yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan secara efektif. Program pembinaan bertujuan untuk mendidik narapidana anak agar mampu kembali ke dalam kehidupan bermasyarakat baik berupa kesiapan fisik, mental, atapun sosial. Selain itu, dibutuhkan juga penanganan pemenuhan hak mantan narapidana seperti keberlanjutan pendidikan formal dalam rangka membangun masa depan dan mendapatkan dukungan yang positif dari lingkungan sekitar. Sehingga diharapkan mantan narapidana memiliki kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan bermasyarakat dengan menjalankan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. KeywordsDepresi, dukungan sosial, narapidana anak, mantan narapidana
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v8i2.2021.303-309 |
Article metrics10.31604/jips.v8i2.2021.303-309 Abstract views : 6 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Fristian, W., Darvina. S, V.S., dan Sulismadi. 2020. Upaya Penyesuaian Diri Mantan Narapidana Menanggapi Stigma Negatif Di Kecamatan Klakah, Lumajang. Jurnal Hukum dan Kemanusiaan. 14 (1).
Gajah, Nurhamidah. 2017. Pembinaan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 B Padangsidimpuan. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman. 2 (1).
Hilman, D.P., dan Indrawati, E.S. 2017. Pengalaman Menjadi Narapidana Remaja Di Lapas Klas I Semarang. Jurnal Empati. 7 (3):189-203.
Jatnika, D.C., Mulyana, N., dan Raharjo, S.T. 2018. Residivis Anak Sebagai Akibat Dari Rendahnya Kesiapan Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan Dalam Menghadapi Proses Integrasi ke Dalam Masyarakat. Prosiding KS: Riset & PKM. 3 (2):155-291.
Machdi, Regisda. 2013. Bagaimana Hidup Saya Setelah Ini? Aspirasi Masa Depan Narapidana Ditinjau dari Perspektif Kepemudaan. Jurnal Studi Pemuda. 2 (1).
Nursalam, Alit, N.K., dan Fauziningtyas, R. t.t. Dukungan Keluarga Menurunkan Stress Remaja Pasca Vonis Penjara. Journal Ners. 4 (2):182-189.
Pratama, F.A., 2016. Kesejahteraan Psikologis Pada Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Sragen. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Putri, E.P. 2016. Analisis Dampak Pemenjaraan Pada Anak Berkonflik Dengan Hukum (ABH) Di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Prosiding Seminar Nasional Psikologi 2016: “Empowering Selfâ€.
Sukma,F.M., dan Panjaitan, R.U. 2018. Dukungan Sosial dan Hubungannya Dengan Tingkat Depresi Pada Narapidana Anak. Jurnal Keperawatan. 6 (2):83-90.
Wuryansari, R., dan Subandi. 2019. Program Minfulness for Prisoners (Mindfulners) untuk Menurunkan Depresi pada Narapidana. Gadjah Mada Journal Of Professional Psychology. 5 (2):196-212.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download