PERAWATAN NARAPIDANA PEREMPUAN PADA TINGKAT DEPRESI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB TEGAL

(1) * Kharis Budi Priyono Mail (Teknik Pemasyarakatan, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Dengan penempatan narapidana wanita di Lembaga Rehabilitasi (LAPAS) selama menjalani masa hukumannya, mereka kerap mengalami gangguan psikologis seperti kesehatan mental yang lemah, depresi, stres, agresivitas, dan penyakit psikologis lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengobatan bagi narapidana wanita pada tingkat depresi selama masa pidana mereka di Lapas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenal karena peneliti ingin mengetahui secara mendalam kondisi subjek. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur dengan 3 subjek berusia 20-25 tahun pada kategori non residivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat depresi pada narapidana wanita masih terjadi karena beberapa faktor baik dari dalam individu maupun faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi penguatan diri, berpikir positif, adaptasi atau sosial individu yang baik dan faktor eksternal meliputi tidak adanya dukungan dari keluarga, budaya lapas, dan stigma negatif masyarakat. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penelitian bahwa pengobatan narapidana wanita sangat membantu dalam upaya pencegahan dan pemberantasan gangguan psikologis yaitu tingkat depresi yang tinggi.


Keywords


Lembaga Pemasyarakatan, Narapidana Wanita, Depresi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v8i2.2021.240-245
      

Article metrics

10.31604/jips.v8i2.2021.240-245 Abstract views : 1 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ayuningtyas, D., Misnaniarti, M., & Rayhani, M. (2018). Analisis Situasi Kesehatan Mental Pada Masyarakat Di Indonesia Dan Strategi Penanggulangannya. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 1–10. https://doi.org/10.26553/jikm.2018.9.1.1-10

Budiasti, P. P., & Setyawan, I. (2019). Pengalaman Narapidana Wanita Pelaku Pembunuhan Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas Iia, Semarang. Empati, 7(4), 206–215.

Effendy, N. (2016). Konsep Flourishing dalam Psikologi Positif: Subjective Well-being atau Berbeda? Seminar Asean Psychology & Humanity, 2004, 326–333.

Empati, J., & Ediati, A. (2016). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Resiliensi Pada Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Iia Wanita Semarang. Empati, 5(3), 537–542.

Feoh, F. T., Jiwa, D. K., Kesehatan, F., & Bangsa, U. C. (2020). STUDI FENOMENOLOGI : STRESS NARAPIDANA PEREMPUAN. 7–16.

Rehabilitasi, D., Lanjut, S., Jenderal, D., Sosial, R., & Timur, J. (n.d.). DEPRESI : SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS Wandansari Sulistyorini Muslim Sabarisman ( Kemenkes , 2014 ) Di Indonesia sendiri , pada tahun 2007 menurut ketua IDI ( Ikatan Dokter Indonesia …. 3(02), 153–164.

Sasmiati, W. A. (2008). Metode pembinaan mental narapidana anak dilembagapemasyarakatan anakwanita tangerang.

Siawati Ping, E. (2016). Hubungan dukungan sosial dengan depresi Kelas Ii B Kota Tenggarong. Psikoborneo, 4(2), 301–312. ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id © Copyright 2016%0AHUBUNGAN

Siti Wahyuni Siregar. (2019). Simtomatologi dalam Kajian Kesehatan Mental. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 1, 271–290. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Zuanny, I. P. (2016). Terapi pemaafan untuk meningkatkan kebermaknaan hidup warga binaan pemasyarakatan di lembaga pemasyarakatan. Psikoislamedia, 1(1), 24.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.