DINAMIKA STRUKTURAL FUNGSIONAL IDENTITAS MUSLIM-MELAYU PADA MASYARAKAT PATTANI DI THAILAND SELATAN

(1) * Marini Kristina Situmeang Mail (UIN Ar-Raniry, Indonesia)
(2) Rusnawati Rusnawati Mail (UIN Ar-Raniry, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika struktural-fungsional pada masyarakat Pattani, Thailand Selatan, dalam upayanya mempertahankan identitas Muslim-Melayu di tengah agresi dan kebijakan asimilasi budaya (siamisasi) yang dilakukan secara berkepanjangan oleh pemerintah Thailand. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam bersama informan kunci, informan utama, dan informan pendukung, sementara data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada kerangka AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) yang dikembangkan Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Muslim-Melayu Pattani ditopang oleh struktur sosial-budaya yang kuat, meliputi bahasa Melayu (kecek nayu), tulisan Jawi, hukum yang bersumber pada kitab fikih, sistem pendidikan pondok, serta peran ulama (Tok Guru). Kebijakan integrasi Thailand melalui jalur pendidikan, politik, budaya, dan hukum telah menimbulkan tekanan struktural yang memicu disfungsi sosial berupa marginalisasi, diskriminasi, dan konflik berkepanjangan. Meskipun demikian, masyarakat Pattani menunjukkan kapasitas adaptif melalui reproduksi nilai lintas generasi, penguatan jaringan solidaritas komunitas, serta partisipasi generasi muda dalam ruang-ruang baru pendidikan, ekonomi, dan advokasi damai, sehingga struktur identitas Muslim-Melayu tetap bertahan sebagai mekanisme resistensi kultural terhadap tekanan homogenisasi negara

Keywords


Dinamika Struktural-Fungsional; Identitas; Muslim-Melayu; Pattani

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v13i8.2026.2363-2377
      

Article metrics

10.31604/jips.v13i8.2026.2363-2377 Abstract views : 0

   

Cite

   

References


Ali, T. R., Sugiarto, B., & Sabiq, A. (2022). Strategi Bertahan Kelompok Minoritas Agama Menghadapi Diskriminasi: Pengalaman Jemaat Ahmadiyah Indonesia Banjarnegara Jawa Tengah. Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Dan Keagamaan Islam, 19(2), 146–165.

Aphornsuvan, T. (2003). History and Politics of the Muslim in Thailand.

Barth, F. (1969). Ethnic Groups and Boundaries: The Social Organization of Culture Difference.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge.

Castells, M. (1997). The Power of Identity.

Chonlaworn, P. (2014). Contesting Law and Order: Legal and Judicial Reform in Southern Thailand in the Late Nineteenth to Early Twentieth Century. Southeast Asia Studies, 3(3), 527–548.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan Edisi 3.

Dorloh, S. (2009). The Code of Muslim Family Law and Law of Inheritance (1941) as Applicable in the Provincial Courts of Southern Four Border Provinces of Thailand: Issues and Prospects. Journal of Fiqh, 6, 121–148.

Eriksen, T. H. (1993). Ethnicity and Nationalism: Anthropological Perspectives.

Kusuma, B. M. A. (2016). Masyarakat Muslim Thailand dan Dampak Psikologis Kebijakan Asimilasi Budaya. Jurnal Hisbah, 13(1), 109–120.

Merton, R. K. (1968). Social Theory and Social Structure.

Neelapaijit, A. (2009). Roles and Challenges for Muslim Women in the Restive Southern Border Provinces of Thailand.

Pahrozi, R. (2018). Dinamika Pembauran Identitas Tionghoa Muslim di Palembang. Jurnal Sosiologi Reflektif, 13(1), 75–91.

Parsons, T. (1951). The Social System.

Parsons, T. (1985). Talcott Parsons on Institutions and Social Evolution: Selected Writings.

Rafiqah, L. (2018). Pendekatan Struktural Fungsional terhadap Hukum Islam di Indonesia. Jurnal Al-Himayah, 2(2), 205–216.

Sarkar, D. (2014). Religious Minority, Education and Separatism in South Thailand.

Setiarini, N. I., Misbah, M., & Mawardi, K. (2021). Budaya Muslim Melayu Pattani Thailand Selatan. Tsaqofah & Tarikh, 6(1), 24–32.

Sodiqin, A. (2016). Budaya Muslim Pattani (Integrasi, Konflik, dan Dinamikanya). Jurnal Kebudayaan Islam, 14(1), 31–49.

Soekanto, S. (1986). Talcott Parsons: Fungsionalisme Imperatif.

Walker, D. (2005). Conflict Between the Thai and Islamic Cultures in Southern Thailand (Patani) 1948-2005. Islamiyyat Universiti Kebangsaan Malaysia, 27(1), 89–108.

Yusuf, I. (2009). Ethnoreligious and Political Dimensions of the Southern Thailand Conflict.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.