MAKNA TINDAKAN SOSIAL PELAKU PARIWISATA DALAM TRADISI RUWAT BUMI SEBAGAI MODAL BUDAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI OBJEK WISATA AIR PANAS GUCI

(1) * Poziah Anom Wulan Sari Mail (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
(2) Muslihudin Muslihudin Mail (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
(3) Imam Santosa Mail (Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tradisi Ruwat Bumi merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Selain memiliki fungsi sebagai ritual ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tindakan sosial pelaku pariwisata dalam tradisi Ruwat Bumi serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata di Objek Wisata Air Panas Guci. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pemerintah desa, pelaku usaha wisata, masyarakat, wisatawan, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tegal. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan interpretasi hasil penelitian menggunakan teori tindakan sosial Max Weber dan perspektif pembangunan partisipatif Robert Chambers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan sosial pelaku pariwisata dalam tradisi Ruwat Bumi dimaknai sebagai bentuk tindakan tradisional, tindakan berorientasi nilai, tindakan afektif, serta tindakan rasional instrumental. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata, memperluas kesempatan kerja, menggerakkan sektor usaha mikro, serta memperkuat citra destinasi wisata budaya Kabupaten Tegal. Dengan demikian, Ruwat Bumi merupakan modal budaya yang memiliki peran strategis dalam pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.


Keywords


tindakan sosial; Ruwat Bumi; pariwisata budaya; modal budaya; Weber.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v13i8.2026.2314-2317
      

Article metrics

10.31604/jips.v13i8.2026.2314-2317 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. Dalam J. G. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (hlm. 241–258). Greenwood Press.

Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.

Cohen, E. (1988). Authenticity and commoditization in tourism. Annals of Tourism Research, 15(3), 371–386.

Durkheim, E. (1995). The elementary forms of religious life (K. E. Fields, Trans.). Free Press. (Karya asli diterbitkan 1912).

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.

Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology (G. Roth & C. Wittich, Eds.). University of California Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.