*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi propaganda dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita serta menjelaskan bagaimana film tersebut membangun persepsi, memengaruhi cara berpikir, dan mengarahkan kecenderungan sikap audiens terhadap isu pembangunan dan masyarakat adat di Papua Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Data diperoleh melalui observasi terhadap film, dokumentasi adegan, dialog, narasi, dan simbol visual, serta studi pustaka yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan model propaganda Jowett dan O'Donnell yang meliputi aspek shaping perceptions, manipulating cognitions, dan directing behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film membentuk persepsi masyarakat adat sebagai kelompok yang terdampak langsung oleh proyek pembangunan, sementara negara dan korporasi direpresentasikan sebagai aktor dominan dalam pemanfaatan wilayah. Film juga memengaruhi cara berpikir audiens melalui penggunaan simbol-simbol seperti hutan adat, sagu, tanah ulayat, dan visual kerusakan lingkungan yang merepresentasikan ancaman terhadap ruang hidup masyarakat adat. Selain itu, film membangun empati, kesadaran kritis, serta perhatian terhadap perlindungan hak-hak masyarakat adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pesta Babi tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi dan informasi, tetapi juga sebagai instrumen komunikasi politik yang membentuk pemaknaan publik mengenai pembangunan, lingkungan, dan masyarakat adat di Papua Selatan Keywordspropaganda, film dokumenter, komunikasi politik, masyarakat adat, pembangunan
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i9.2026.2392-2404 |
Article metrics10.31604/jips.v13i9.2026.2392-2404 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Ali, N. H., & Zalpa, Y. (2019). Film dan Propaganda Politik (Studi atas Film “G-30S/PKI” dan “Jagal”). 19(2), 70–91. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/tamaddun.v19i2.4470
Greenpeace. (2026). Stop PSN Penghancur Hutan: Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Proyek Pembangunan Jalan 135 km di Merauke. https://www.greenpeace.org/indonesia/siaran-pers/65827/stop-psn-penghancur-hutan-masyarakat-adat-malind-gugat-izin-proyek-pembangunan-jalan-135-km-di-merauke/
Insight, B. (2026). Dokumenter Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita Resmi Tayang Gratis di YouTube. https://www.babelinsight.id/dokumenter-pesta-babi-tayang-gratis-youtube
Jowett, G. S., & Victoria, O. (2018). Propaganda & Persuasion (Sixth Edit). SAGE Publications Ltd.
JubiTV, R. (2026). Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. https://youtu.be/MpdrWgDRVf8?si=-eHaT9nKkNerWliK
Karnajaya, J. A. (2023). Analisa Naratif Propaganda Film Dokumenter Sexy Killers. 444–462.
KBBI. (2026). Hutan. Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/hutan
Lasswell, H. D. (1927). Propaganda Technique in the World War.
Mahmudi, M. A. (2013). Propaganda Dalam Film (Analisis Teknik Propaganda Anti-Iran dalam Film Argo). 83–96.
Nurhidayah, D. (2017). Representasi Makna Pesan Sosial dalam Film Bulan Terbelah di Langit Amerika. 4(1), 139–152.
Ralph, D. C. (1944). GI Roundtable 2: What Is Propaganda? https://www.historians.org/resource/gi-roundtable-2-what-is-propaganda-1944/
Suryanto, H., & Mariani, A. (2018). Film Sebagai Aset Diplomasi Budaya. Jurnal Seni Media Rekam, 9(2), 47–55.
Susilawati, A., & Marsaulina, V. (2020). Film dan Reperesentasi Kepentingan Politik: Kasus Pemutaran Film “A Man Called Ahok” dan “Hanum & Rangga” Menjelang Pemilu 2019.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download