(2) Arianto Arianto
(3) Moehammad Iqbal Sultan
*corresponding author
AbstractStudi ini meneliti fenomena Budaya Diet Digital yang berkembang pesat di TikTok dan menganalisis peran gandanya dalam mempromosikan motivasi kesehatan sekaligus memperkuat tekanan estetika tubuh. Penggunaan TikTok yang meluas di Indonesia telah mengubah platform ini menjadi ruang digital dominan tempat narasi kesehatan, praktik diet, dan ideal tubuh diproduksi, diedarkan, dan dinormalisasi secara visual. Penelitian ini membahas tiga pertanyaan utama: bagaimana Budaya Diet Digital muncul dan berkembang di TikTok Indonesia, bagaimana pengguna menafsirkan tren diet digital sebagai sumber motivasi kesehatan, dan bagaimana tekanan estetika tubuh dibangun melalui konten terkait diet. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis mendalam, temuan menunjukkan bahwa Budaya Diet Digital beroperasi sebagai fenomena yang ambivalen. Di satu sisi, ia memberikan motivasi awal melalui informasi kesehatan yang mudah diakses dan komunitas virtual yang mendukung yang mendorong perubahan gaya hidup. Di sisi lain, motivasi ini dibayangi oleh tekanan estetika dominan yang diperintensifkan oleh algoritma TikTok, yang memprioritaskan tubuh ideal secara visual yang dicirikan sebagai ramping, kencang, dan tanpa cela. Representasi tersebut mendorong perbandingan sosial ke atas secara terus-menerus dan menghubungkan harga diri pengguna dengan validasi digital, menggeser fokus dari kesehatan fungsional ke obsesi kosmetik. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun Budaya Diet Digital menawarkan manfaat motivasi jangka pendek, mekanisme platform dan norma sosial yang terinternalisasi secara efektif mengubah niat yang berorientasi pada kesehatan menjadi kewajiban estetika, yang selanjutnya diperkuat oleh standar kecantikan budaya lokal. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan penguatan literasi media digital dan mendorong kebijakan platform yang memprioritaskan keragaman dan netralitas tubuh untuk menumbuhkan lingkungan digital yang lebih etis dan mendukung secara psikologis. KeywordsBudaya Diet Digital, TikTok, Motivasi Kesehatan, Tekanan Estetika Tubuh, Citra Tubuh
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i7.2026.1910-1916 |
Article metrics10.31604/jips.v13i7.2026.1910-1916 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Bacon, L., & Aphramor, L. (2011). Weight Science: Evaluating the Evidence for a Paradigm Shift. Nutrition Journal, 10(1), 9.
Chou, H. T. G., & Edge, N. (2012). "They are happier and have better lives": The impact of viewing Facebook profiles on the perception of others' lives. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 15(2), 117-120.
Fardouly, J., & Vartanian, L. R. (2016). Social media and body image concerns: Current research and future directions. Current Opinion in Psychology, 9, 85-89.
Grogan, S. (2017). Body image: Understanding body dissatisfaction in men, women, and children. Routledge.
Hargittai, E. (2020). Connecting the dots: New media and social change. Social Media + Society, 6(2), 2056305120915234.
Herman, C. P., & Polivy, J. (2005). Dieting as a risk factor for eating disorders. In K. D. Brownell & C. G. Fairburn (Eds.), Eating disorders and obesity: A comprehensive handbook (pp. 50-54). Guilford Press.
Humphreys, L. (2011). Connective privacy in the context of mobile social media. Journal of Broadcasting & Electronic Media, 55(4), 514-531.
Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.
Lonergan, A. R., Bussey, K., & Murray, S. B. (2021). Social media, body image, and eating disorder risk: A comprehensive review of the current evidence. Eating Disorders, 1-20.
Livingstone, S. (2008). Internet, children, and youth. Routledge.
McLuhan, M. (1964). Understanding Media: The Extensions of Man. MIT Press.
Omar, A. K., & Emad, A. H. (2021). TikTok and the dissemination of health information: A new challenge. Journal of Public Health, 43(1), e163-e164.
Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the Internet is hiding from you. Penguin Press.
Pila, E., Almenara, C. A., & Bakhos, B. (2020). The influence of Instagram fitness content on body image: The roles of appearance comparison and internalization. Body Image, 35, 126-135.
Rauch, S. (2021). The TikTok algorithm and the changing landscape of media consumption. Media and Communication, 9(1), 108-119.
Rodgers, R. F., Franko, D. L., & Hertel, A. W. (2020). Body image and eating disorder risk in the digital era: The role of social media use and digital body manipulation. Body Image, 35, 237-246.
Ryan, E. V., & Chester, D. S. (2020). How social media shapes body image and eating behavior in emerging adulthood: A review of theory and research. Current Addiction Reports, 7(3), 329-338.
Tiidenberg, K., & Baym, N. K. (2021). Instagram and the filters of body image and wellness. Feminist Media Studies, 21(1), 108-125.
Van Dijck, J. (2013). The culture of connectivity: A critical history of social media. Oxford University Press.
Whiting, A., & Williams, D. (2013). Why people use social media: A uses and gratifications approach. Qualitative Market Research: An International Journal, 16(4), 362-369. (Relevan untuk U&G Theory)
http://wwics.si.edu/organiza/affil/WWICS/PROGRAMS/DIS/ECS/report2/debate.htm tanggal 4 Juli.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download