(2) T. Romi Marnelly
*corresponding author
AbstractFenomena coffee shop saat ini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas konsumsi kopi, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya populer di kalangan mahasiswa. Coffee shop dimanfaatkan sebagai ruang sosial, ruang akademik, hingga sarana ekspresi diri yang berkaitan dengan identitas sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa Universitas Riau mengonstruksi perilaku konsumsi di coffee shop melalui habitus dan budaya populer, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa di Norma Coffee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologi dan dianalisis menggunakan teori habitus Pierre Bourdieu. Informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa terbentuk melalui proses internalisasi kebiasaan yang berlangsung secara berulang hingga menjadi habitus dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Aktivitas mengunjungi coffee shop telah menjadi bagian dari budaya populer mahasiswa yang diperkuat oleh pengaruh lingkungan sosial, media sosial, tren, dan kebutuhan eksistensi diri. Selain itu, coffee shop dimaknai tidak hanya sebagai tempat konsumsi, tetapi juga sebagai ruang akademik, ruang sosial, ruang relaksasi, serta ruang representasi identitas mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial dan gaya hidup, serta faktor tempat dan preferensi seperti kenyamanan, fasilitas, lokasi, dan suasana coffee shop. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa di coffee shop merupakan praktik sosial yang terbentuk melalui interaksi antara habitus, budaya populer, dan kondisi sosial mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
KeywordsPerilaku Konsumsi, Mahasiswa, Coffee Shop, Habitus, Budaya Populer
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i6.2026.1511-1518 |
Article metrics10.31604/jips.v13i6.2026.1511-1518 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aryani, D. I. (2019). Tinjauan Sensory Branding dan Psikologi Desain Kedai Kopi Kekinian Terhadap Perilaku Konsumen (Studi Kasus: Mojo Coffee). Waca Cipta Ruang, 5(1), 330–336. https://ojs.unikom.ac.id/index.php/wacaciptaruang/index
Aureli, D., & Marnelly, T. R. (2026). Korean Wave Sebagai Fenomena Budaya Populer Di Kalangan Mahasiswi Fisip Universitas Riau. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 13(4), 864-870.
Azahra, D. A., Apriliani, Z. A., Muabdan, M., Khumayah, S., & Wulandari, S. (2024). Coffee culture: Gen Z and coffee shops. Indonesian Journal of Multidisciplinary Science, 3(9).
Azzara, M. A., Azwar, A., & Elfitra, E. (2021). Masyarakat Konsumsi dan Simulasi Pengunjung Coffee Shop Janji Jiwa di Kota Padang. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 8(2), 86. https://doi.org/10.24036/scs.v8i2.366
Bocock, r. (2018). Consumption. Routledge.
Bourdieu, P. (2020). Outline of a theory of practice. In In the new social theory reader . Routledge.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: choosing among five approaches (3rd ed.). . Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Featherstone, M. (2007). Consumer Culture and Postmodernism. Sage Publications. http://tcs.ntu.ac.uk
Idrus, I. I. . & M. M. (2023). Perilaku Nongkrong Anak Muda di Cafe: Studi pada Pelanggan Coffee Shop Kedai Rakyat di Watampone. Sawerigading Journal of Sociology, 1(2), 33–42.
Insight Toffin. (2024, January 8). 9 tips dan strategi meningkatkan bisnis coffee shop dibalik gempuran pesaing. Insight Toffin. https://insight.toffin.id/bisnis/tips-dan-strategi-meningkatkan-bisnis-coffee-shop-dibalik-gempuran-pesaing/
Ludviyah, I. P., Wahyuningsih, E., & Hidayat, M. N. (2022). Fenomena Coffee Shop Sebagai Budaya Populer Remaja (Studi di Convo Coffee Jombang). Journal of Public Power, 6(1), 28–39.
Najamuddin, Asman, N. R., & Alwi, A. (2025). Pola Konsumsi Budaya di Era Media Sosial: Peluang dan Tantangan Pada Masyarakat Modern. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 10921–10927.
Pawera, L., Khomsan, A., Zuhud, E. A. M., Hunter, D., Ickowitz, A., & Polesny, Z. (2020). Wild food plants and trends in their use: From knowledge and perceptions to drivers of change in West Sumatra, Indonesia. Foods, 9(9). https://doi.org/10.3390/foods9091240
Putri, V. (2024, November 23). Daya tarik kedai kopi di mata anak muda 2024. Goodstasts. https://goodstats.id/article/daya-tarik-kedai-kopi-di-mata-anak-muda-2024-kebiasaan-pengeluaran-dan-alasan-mereka-ZTfhp.
Regita, H. W., & Paryontri, R. A. (2024). Konformitas dan Konsumsi Kedai Kopi Remaja di Sidoarjo Sebuah Studi. Pubmedia Journal of Islamic Psychology, 1(1), 1–10. https://diksima.pubmedia.id/index.php/Psychology
Storey, J. (2021). Cultural theory and popular culture: An introduction. Routledge.
Suryani, C. D., & Kristiyani, D. N. (2021). Gaya hidup baru kaum muda gemar mengunjungi coffee shop (studi fenomenologi pada anak muda pengunjung coffee shop di Kota Salatiga). Precious: Public Relations Journal, 1(2), 177–201.
Utami, D., & Marnelly, T. R. (2025). Fenomena Budaya K-Pop pada Pola Konsumsi Fandom Carat (K-Boygroup Seventeen) di Kota Pekanbaru. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 5(1), 9-9.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download