(2) Rosramadhana Rosramadhana
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan mengkaji resistensi perempuan pengemudi Gojek online terhadap konstruksi gender dalam ruang kerja maskulin melalui studi pada komunitas Gojek Srikandi di Kota Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian ini menemukan bahwa komunitas Gojek Srikandi hadir sebagai ruang aman dan solidaritas kolektif bagi perempuan pengemudi dalam menghadapi diskriminasi berbasis gender. Temuan menunjukkan bahwa solidaritas antar anggota menjadi kunci dalam memperkuat kepercayaan diri dan eksistensi perempuan di sektor transportasi daring. Bentuk resistensi yang dilakukan mencakup pembuktian profesionalisme kerja, pengelolaan peran ganda, serta penguatan nilai-nilai khas perempuan seperti empati dan kepedulian. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi kekuatan internal komunitas, tetapi juga sarana simbolik untuk menantang norma-norma gender tradisional. Dengan memanfaatkan perspektif feminisme kultural, penelitian ini menegaskan bahwa resistensi perempuan bersifat kolektif dan transformatif dalam membangun kesetaraan di ruang publik
KeywordsPerempuan, resistensi, konstruksi gender, Gojek Srikandi, feminisme kultural.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i9.2025.4098-4108 |
Article metrics10.31604/jips.v12i9.2025.4098-4108 Abstract views : 0 |
Cite |
References
Alamianti, D., Khatamisari Rachaju, R. D., & Salim, R. F. (2022). Realitas perempuan driver ojek online. Jurnal Politikom Indonesiana: Kajian Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi, 7(2), 48.
Arni, N., & Nur, A. (2021). Resistensi Perempuan terhadap Kuasa di Balik Kasus Perampasan Ruang Hidup: Studi Ekofeminisme. Najwa: Jurnal Muslimah dan Studi Gender, 1(1), 60-72.
Astuti, D. (2020). Melihat konstruksi gender dalam proses modernisasi di Yogyakarta. POPULIKA, 8(1), 1-13.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Darmadi, H. (2011). Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Bandung: Alfabeta. Irianto, S. (2003). Perempuan di antara Berbagai Pilihan Hukum. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Karwati, L. (2020). Menolak subordinasi gender berdasarkan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan nasional menjelang bonus demografi 2035. Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah, 5(2), 122- 130.
Lumbantoruan et all (2021). Factors that cause resistance to organizational change at Pt. Pertamina (Persero) Integrated Terminal Bitung. EMBAJournal: Journal of Economic, Management, Business and Accounting Research, 9(2).
Maghfiroh, D. L., & Zawawi, M. (2020, November). Resistensi Perempuan dalam Film For Sama: Kajian Timur Tengah. NUSA, 15, 506-519
Maulida, H. (2021). Perempuan dalam Kajian Sosiologi Gender: Konstruksi Peran Sosial, Ruang Publik, dan Teori Feminis. Journal of Politics and Democracy, 1(1), 71-79.
Mursalina et all (2023). Perempuan Driver Ojek Online Bentuk Kesetaraan Gender di Pontianak. Journal of Feminism and Gender Studies, (3) no. 2, 146–158.
Perreault, W. D., & McCarthy, E. J. (2006). _Research methods for business students_ (hal. 176). Pearson Education.”
Salehuddin, S., Syukur, M., Suhaeb, F. W., & Utomo, J. (2024). Resistensi Perempuan Biak Dalam Sistem Budaya Patriarki di Kampung Adoki Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor. Gema Kampus IISIP YAPIS Biak, 19(1), 80-91.
Sari, D. (2020). Konstruksi gender perempuan ideal dalam iklan sabun lux edisi super power (dalam kajian semiotika Roland Barthes). Jurnal Studi Gender Dan Anak, 2(2), 68-82.
Setiawan, A., Supriyanto, B., & Wijaya, C. (2024). Konstruksi gender dan kekerasan berbasis gender: Analisis wacana dalam interaksi verbal dan sosial. Jurnal Studi Gender, 15(2), 123-135.
Sihombing, E. A. R. O. (2023). Stereotip-Stereotip terhadap Perempuan Pengemudi Ojek Online di Kota Balikpapan. Pembangunan Sosial, 11(1), 380-391.
Siti Arofah, AF, & Alam, YT (2019). Eksistensi Driver Ojek Online Wanita Sebagai Bentuk Kesetaraan Gender. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5 (2), 171–183.
Spradley, J. P. (2017). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wancana.
Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sundari, A. S., & Harianto, S. (2023). Fenomena driver ojek online wanita sebagai bentuk ketidaksetaraan gender: Ditinjau dari teori Talcott Parsons. e-Journal Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 5(3), 269.
Tamara, N. J. (2024). Implementasi Asas Proporsionalitas Dalam Perjanjian Kemitraan Antara Pengemudi Ojek Online Dengan Penyedia Aplikasi Gojek (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
Wahid, U., & Lancia, F. (2018). Pertukaran peran domestik dan publik menurut perspektif wacana sosial halliday. Mediator: Jurnal Komunikasi, 11(1), 106- 118.
Lavenia, A. (2022). Srikandi, Sosok Transgender yang Kini jadi Simbol Perempuan Kuat. Explore CXO Media.
Rosramadhana. dkk. (2020). Menulis Etnografi. Yayasan Kita Menulis.
Refbacks
- There are currently no refbacks.





