(2) Nurmaini Ginting
(3) Putoro Dongoran
(4) Nurantika Simatupang
(5) Suci Alawiyah Harahap
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam implementasi regulasi penanggulangan Tuberkulosis di Desa Sampean. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengkajian berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan regulasi yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan TBC di tingkat desa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan sumber daya, lemahnya komunikasi kebijakan, kurangnya koordinasi lintas sektor, serta adanya stigma sosial di masyarakat. Pemerintah desa memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program melalui sosialisasi, pendampingan pasien, pemberdayaan kader kesehatan, serta dukungan kebijakan lokal. Namun, keterbatasan kapasitas aparatur desa menjadi kendala dalam optimalisasi peran tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas pemerintah desa, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan penanggulangan TBC. |
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i4.2026.%25p |
Article metrics10.31604/jips.v13i4.2026.%p Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Anthonie, R., Putra, D., & Siregar, H. (2025). Digital health innovation in tuberculosis control: A community-based approach. International Journal of Health Sciences, 9(2), 145–156.
Astuti, W., Rahman, A., & Lubis, M. (2025). Community participation in tuberculosis control programs in Indonesia. Journal of Global Public Health Research, 3(1), 45–58.
Duri, M., Siregar, R., & Nasution, F. (2022). Social stigma and tuberculosis treatment adherence in rural communities. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 89–97.
Fitriana, D., Handayani, S., & Putri, A. (2025). Tuberculosis as a global health problem: Prevention and control strategies in Indonesia. Global Health Review, 12(1), 33–47.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Putri, N. A., Sihotang, H., & Harahap, R. (2025). Policy implementation of tuberculosis control in Indonesia: A governance perspective. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 14(1), 12–25.
Saragih, M., Simanjuntak, E., & Hutagalung, T. (2022). Public awareness and tuberculosis prevention behavior in rural areas. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(1), 21–30.
Susanti, E., Lubis, R., & Hasibuan, A. (2025). The role of community health workers in tuberculosis management. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 13(2), 101–112.
Thahir, M., Yusuf, A., & Ramadhan, R. (2024). Stigma and discrimination among tuberculosis patients in Indonesia. Jurnal Kesehatan Global, 6(1), 55–66.
Ulfa, R., & Mardiana, D. (2021). Decentralization of health policy and its impact on tuberculosis control. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 16(3), 134–142.
WHO. (2022). Global tuberculosis report 2022. Geneva: World Health Organization.
Zakia, L., Pratama, A., & Nugroho, B. (2024). Cross-sector collaboration in tuberculosis control policy implementation. Jurnal Kebijakan Publik, 15(2), 78–90.
Ayuningtyas, D., & Pujiyanto. (2024). Governance challenges in tuberculosis control in Indonesia. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, 9(1), 1–10.
Arini, S., & Kurniawan, B. (2025). Health system strengthening for tuberculosis elimination. Asian Journal of Public Health, 7(1), 66–75.
Dikri, M., & Fauzi, A. (2025). Evaluation of DOTS strategy implementation in Indonesia. Jurnal Manajemen Kesehatan, 11(2), 120–130.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download