(2) Rida Yanna Primanita
*corresponding author
AbstractMasa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan individu yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, termasuk meningkatnya rasa ingin tahu terhadap seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan relasi orang tua–anak dan perilaku seksual pada siswa SMP di Sumatera Barat, serta menguji hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, melibatkan 100 siswa kelas IX berusia 14–15 tahun yang tinggal bersama kedua orang tua. Data dikumpulkan menggunakan Parent–Child Relationship Scale (PCRS) dan kuesioner perilaku seksual remaja. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor relasi orang tua-anak adalah 100,24 (SD = 10,219) sedangkan rerata skor perilaku seksual adalah 71,56 (SD = 4,430). Hasil uji korelasi Spearman menujukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara relasi orang tua-anak dan perilaku seksual remaja (r = -0,322; p = 0,001). Temuan ini mengindikasi bahwa semakin baik relasi orang tua-anak, maka kecenderungan perilaku seksual semakin rendah
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i5.2026.1126-1131 |
Article metrics10.31604/jips.v13i5.2026.1126-1131 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Azwar. S. (2017). Metode Penelitian Psikologi Edisi II. Pustaka Pelajar.
Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use.
Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95
Dixson, M. D. (1994). The Role of Communication in Mediating the Difference between Children's Expecations about and Experiences of Parent-Child Relationships: Children's Models of Relationships.
Driscoll, K., & Pianta, R. C. (2011). Mothers’ and Fathers’ Perceptions of Conflict and Closeness in Parent-Child Relationships during Early Childhood. Journal of Early Childhood & Infant Psychology, (7)
Hati, K. A. P., Efendi, N. P., & Sarmila, N. (2023). Pengaruh Pemberian Pendidikan Seksual Terhadap Kejadian Kekerasan Seksual Pada Mahasiswi. Journal of Psychology Today, 1(4), 289-296.
Hayati, M., & Fikrie, F. (2024). Hubungan parenting stress dengan kualitas relasi orang tua-anak pada orang tua dengan anak autisme. Jurnal Psikologi, 1(4), 19-19.
Indra. D. L. (2024). Hubungan Peran Orang Tua Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMA Negeri 15 Medan. STIKes Santa Elisabeth Medan.
Miller, A. C., & Benson, B. A. (2011). Parent–adolescent communication about sex: The role of parent gender and adolescent age. Journal of Child and Family Studies, 20(4), 514–522.
Muflih, M., & Syafitri, E. N. (2018). Perilaku Seksual Remaja Dan Pengukurannya Dengan Kuesioner. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5(3), 438-443.
Sa’diyah, H., & Rahmasari, D. (2020). Peran relasi orang tua-anak terhadap kenakalan remaja: studi literatur. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 7(04), 143-154.
Santrock, J. W. (2011). Adolescence. McGraw-Hill Education.
Sugiyono. (2013). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. (Bandung : Alfabeta).
Steinberg, L. (2014). Age of opportunity: Lessons from the new science of adolescence. Houghton Mifflin Harcourt (Tuliskan daftar pustaka yang menjadi acuan secara alfabetis dan kronologis.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download