“MENGKRITIK INTOLERANSI” SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA LIRIK LAGU “ORANG-ORANG DI KERUMUNAN”, KARYA FSTVLST

(1) * Noveri Faikar Urfan Mail (Universitas Teknologi Yogyakarta, Indonesia)
(2) Imam Nur Laksono Mail (Universitas Teknologi Yogyakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Problem intoleransi yang berakar dari pandangan fundamentalis dan fanatisme dalam berkeyakinan, menjadi problem yang harus dihadapi. Salah satu cara untuk menghadapi problem ini, adalah dengan mengangkatnya menjadi topik sebuah lagu. Band indie asal Yogyakarta, FSTVLST, berusaha mengangkat problem intoleransi dengan lagu berjudul “Orang-Orang di Kerumunan”. Penelitian ini berusaha menggali bagaimana makna intoleransi direpresentasikan oleh lirik lagu tersebut. Dengan memakai analisis semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini berusaha mencari penanda (aspek material), petanda (aspek mental), dan signifikasi (realitas eksternal) dari lirik lagu “Orang-Orang di Kerumuman”. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa, pertama, penulis lirik menggambarkan kondisi orang-orang yang terjebak dalam fanatisme dan kehilangan jiwa. Kedua, orang-orang yang kehilangan jiwa tadi, terjebak dalam keterbelahan (friksi) dan justru saling menyalahkan satu sama lain. Ketiga, penulis lirik menyampaikan solusi etis di mana manusia harus kembali dalam nilai-niali keutamaan, seperti cinta, persaudaraan, dan kekeluargaan. Keempat, penulis lirik menyampaikan kekecewaannya atas praktik intoleransi yang terjadi, di mana keindahan sudah tidak berarti lagi, berganti dengan umpatan, cacian, makian, dan saling melukai.


Keywords


Intoleransi; Lirik Lagu; Semiotika Ferdinand de Saussure

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v13i4.2026.%25p
      

Article metrics

10.31604/jips.v13i4.2026.%p Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Agustino, L., Manan, F., & Akbar, I. (2022). KajianPolarisasi dan Kerukunan Umat Beragama di Jawa Barat. https://eprints.untirta.ac.id/24073/1/-%20Laporan%20Penelitian%20Polarisasi%20-%20Kesbangpol%20Jabar%202022.pdf

Aini, Q. (2021). THE CONCEPT OF THE IDEAL LEADER IN NAJIB KAILANI’S NOVEL AN-NID?’UL KH?LID: MICHAEL RIFFATERRE’S SEMIOTIC ANALYSIS. Center Of Middle Eastern Studies, XIV(2), 166–175.https://jurnal.uns.ac.id/cmes/article/view/53409/pdf

Anwar, S. F., & Dewi, T. U. (2023). MAKNA KEHIDUPAN DALAM LIRIK LAGU PADA ALBUM “MANUSIA” KARYA TULUS: KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAN DE SAUSSURE. Lingua Rima Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 12(2), 199–214. https://jurnal.umt.ac.id/index.php/lgrm/article/view/8847

Arliani, N., & Adiyanto, W. (2023). Representasi Kecemasan Dalam Lirik Lagu “Rehat” Kunto Aji (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(3), 2808–2821. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/2052

Bagir, H. (2017). Dies Communitatis FF UNPAR 48 “Akar-Akar Intoleransi.”

Barthes, R. (1968). Elements Of Semiology. Hill and Wang.

FSTVLST. (2014, January 1). Orang Orang di Kerumunan. Genius.Com. https://genius.com/Fstvlst-orang-orang-di-kerumunan-lyrics

Gama, C. B. (2018). Filsafat Jiwa: Dialektika Filsafat Islam dan Filsafat Barat Kontemporer. Pustaka Sophia.

Gufron, I. A. (2016). Menjadi Manusia Baik Perspektif Etika Keutamaan. Jurnal Yaqzan: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 2(1), 99–112. https://www.jurnal.syekhnurjati.ac.id/index.php/yaqhzan/article/view/909/644

Hidayat, R. (2014). Analisis Semiotika Makna Motivasi Pada Lirik Lagu “Laskar Pelangi” Karya Nidji. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 243–258. https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/02/ejournal%20yayat%20(02-22-14-05-15-40).pdf

Khasanah, W. (2021). Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam. Jurnal Riset Agama, 1(2), 296–307. https://doi.org/10.15575/jra.v1i2.14568

Lestari, J. (2020). Pluralisme Agama di Indonesia, Tantangan dan Peluang Bagi Keutuhan Bangsa. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 1(1), 29–37. https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/aladyan/article/view/1714/pdf

Nockleby, John. T. (2000). Encyclopedia of the American Constitution (Dennis J. Mahoney Levy & Kenneth L. Karst, Eds.; 2nd ed.). Macmillan Publishing.

Nugraha, R. P. (2016). KONSTRUKSI NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM LIRIK LAGU(ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSUREPADA LIRIK LAGU “BENDERA”). Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Sosial, 5(3), 290–303.

Rachman, B. M. (2010). Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme. Grasindo.

Rahmiyati, D. (2011). Satire Politik dalam Lagu “Andai Ku Gayus Tambunan.” Interaktif: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 4(2).

Ridwan, N. K. (2008). Penyesatan Sesama Kelompok Islam: Sebuah Problem Menjadi Manusia Beradab. Millah: Jurnal Studi Agama, VII(2), 347–364. https://journal.uii.ac.id/Millah/article/view/24477/13808

Royani, Y. M. (2018). Kajian Hukum Islam Terhadap Ujaran Kebencian/Hate Speech dan Batasan Kebebasan Berkespresi. JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia, 5(2), 1–27. https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/IQTISAD/article/view/2551/2542

Setara Institute. (2025). Ringkasan Eksekutif: Mengatasi Intoleransi, Merangkul Keberagaman. Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) di Indonesia Tahun 2021. https://drive.google.com/file/d/1JL-IU0GtDU2-wNrzmQ-GZw_uL3oKzZdn/view

Sharp, D. (2022). Democratic Citizenship and Polarization: Robert Talisse’s Theory of Democracy. Etical Theory and Moral Practice, 25(1), 701–708. https://link.springer.com/article/10.1007/s10677-022-10314-8

Sobur, A. (2006). Semiotika Komunikasi. Rosdakarya.

Soekanto, S. (1991). Pengantar Sosiologi (14th ed.). CV. Rajawali.

Urfan, N. F. (2019). Semiotika Mitologis Sebuah Tinjauan Awal Bagi Analisis Semiotika Barthesian. Source: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2). https://doi.org/https://doi.org/10.35308/source.v4i2.921

Yusuf, A., Fitriyasari, R., & Nihayati, H. E. (2015). Buku Ajar: Keperawatan Kesehatan Jiwa. Salemba Medika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.