PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TB) DI DESA PARAU SORAT KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA.

(1) * Darman Syah Pulungan Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(2) Rahmat Fauzi Siregar Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(3) Riski Baroroh Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(4) Mhd Toha Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(5) Nur Afifah Siregar Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(6) ayu Ramadhani Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(7) I hutan Hasibuan Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(8) Selvi Putri Lubis Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit TB karena adanya penurunan sistem kekebalan tubuh serta penyakit penyerta yang sering dialami pada usia lanjut. Salah satu faktor yang berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit adalah literasi kesehatan. Literasi kesehatan yang baik dapat membantu individu memahami informasi kesehatan, mengenali gejala penyakit, serta melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi kesehatan lansia dalam pencegahan penyakit tuberkulosis di Desa Parau Sorat Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber data sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan pada lansia dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami informasi mengenai gejala, penularan, serta pencegahan penyakit TB. Selain itu, faktor usia, kondisi kesehatan, serta keterbatasan akses informasi kesehatan juga mempengaruhi tingkat literasi kesehatan pada lansia. Upaya peningkatan literasi kesehatan dapat dilakukan melalui program edukasi kesehatan, penyuluhan masyarakat, penggunaan media edukasi, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Dengan meningkatnya literasi kesehatan pada lansia, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tuberkulosis dapat meningkat sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit di masyarakat.


Keywords


literasi kesehatan, lansia, tuberkulosis, pencegahan penyakit

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i12.2025.4873-4876
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i12.2025.4873-4876 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anggraini, F.D.P., Aryani, L., & Nurmandhani, R. (2020). Hubungan antara akses informasi tuberculosis dengan health literacy petugas puskesmas. Jurnal Dunia Kesmas. 9(3): 321–330.

Bahtiar., Nopriyanto, D., Mayasari, M., Febrianto, I., Ramadhana, Z., Rahmawati, F., & Marshanda, I. (2024). Peningkatan literasi kesehatan mengenai penyakit tuberkulosis pada lansia. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman. 2(1): 24–30.

Chriswanto, A.W., Ayuningtyas, D., & Karima, K. (2024). Meningkatkan upaya penanggulangan tuberkulosis melalui strategi berbasis komunitas. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia. 9(4): 2115–2125.

Daniati, M., Romalina., & Suriani, Y. (2024). Pemberdayaan pasien tuberkulosis paru dalam penanganan penyakit TB. Segantang Lada: Jurnal Pengabdian Kesehatan. 3(1): 45–52.

Humaera, G., & Nusadewiarti, A. (2024). Penatalaksanaan pasien TB paru dengan pendekatan dokter keluarga. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 7(2): 150–158.

Husna, A.R., Siraja, A.S., & Prabawati, C.Y. (2024). Pengalaman keluarga dalam pencegahan penularan tuberkulosis paru. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah. 10(4): 120–128.

Julaiti, T., Priyatno, A.D., & Gustina, E. (2024). Analisis kepatuhan minum obat anti TB paru pada pasien TB. Jurnal Kesehatan Saelmakers Perdana. 8(1): 65–73.

Kurniajati, S., & Jannah, A. (2024). Epidemiology penyakit tuberculosis. JEMARI: Journal of Health and Medical Record Indonesia. 2(2): 50–57.

Lailiana, D.Y.D. (2023). Pengaruh media edukasi terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis. Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan. 3(1): 20–28.

Mawarti, H., Asumta, M.Z., & Annisa, F. (2023). Tingkat pengetahuan dan motivasi sembuh pasien TB. Jurnal Ilmu Kesehatan. 12(2): 178–187.

Pulungan, D., Tri, B., Adi, S., Sukmana, O., Salviana, V., Soedarwo, D., Sosial, J. I., & Humaniora, D. (2025). Membangun Kesetaraan: Kajian Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan di Sumatera Utara dengan Pendekatan Kritis. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/muqoddimah347

Sihombing, F., Kamil, M., & Putro, D. (2023). Literasi Kesehatan pada Lansia dan Pengaruhnya terhadap Pengelolaan Kesehatan. Jurnal Skolastik Keperawatan. 11(1): 35–45.

Yannah., Mamlukah., & Suparman, R. (2024). Pengaruh media booklet terhadap pengetahuan dan perilaku penderita TB. Journal of Health Research Science. 5(1): 25–34


Refbacks

  • There are currently no refbacks.