(2) Dhea Kartika Anatasya
(3) Nuriwa Putri Utami
(4) Ratu Cutressa
(5) Boni Saputra
*corresponding author
AbstractSiklus Siklon Senyar yang terjadi pada bulan November 2025 memicu curah hujan ekstrem di wilayah Sumatera Barat dan menyebabkan banjir serta longsor di berbagai kabupaten dan kota. Bencana hidrometeorologi ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan sosial, tetapi juga mengganggu stabilitas ekonomi daerah melalui terjadinya distorsi pasar. Kerusakan infrastruktur dan terputusnya jalur distribusi menghambat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan pangan, yang berdampak pada meningkatnya biaya logistik serta lonjakan harga kebutuhan pokok. Kondisi tersebut mencerminkan terjadinya kegagalan pasar akibat ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan serta keterbatasan mekanisme pasar dalam merespons guncangan eksternal akibat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk distorsi pasar pascabencana Siklon Senyar di Sumatera Barat, khususnya pada distribusi BBM dan stabilitas harga pangan, serta mengkaji peran pemerintah dalam mengatasi kegagalan pasar tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan resmi lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana akibat Siklon Senyar menyebabkan kelangkaan BBM dan pangan, meningkatnya biaya distribusi, serta lonjakan harga yang tidak mencerminkan mekanisme pasar yang efisien. Distorsi pasar semakin diperparah oleh perilaku panic buying, praktik penimbunan, dan lemahnya pengawasan pasar dalam situasi darurat. Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui pengendalian harga, operasi pasar, penjaminan distribusi, dan penguatan cadangan pangan daerah menjadi langkah strategis untuk memulihkan stabilitas pasar dan melindungi kesejahteraan masyarakat terdampak. Keywords; Distorsi pasar; Siklon Senyar; Banjir; Distribusi BBM; Harga pangan; Peran pemerintah; Sumatera Barat
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v13i1.2026.338-343 |
Article metrics10.31604/jips.v13i1.2026.338-343 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Abdurrachman, I., Songbes, A. M. H., Arrang, R., Wahyudi, M., & Manuhutu, M. A. (2024). Peran teknologi dalam transformasi pendidikan: Perspektif dari studi kepustakaan. Journal on Education, 6(2), 11359–11368.
Ariandini, D., Soerjatisnanta, H., Firmansyah, A. A., & Adhan, S. (2025). Kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11), 502–508.
BMKG. (2025). Laporan analisis siklon tropis dan dampaknya terhadap curah hujan di wilayah Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
BNPB. (2025). Laporan situasi bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat bulan November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Fatmawati. (2021). Kegagalan pasar dan campur tangan pemerintah. JALHu: Jurnal Al-Mujaddid Humaniora, 7(2), 87–95.
Hakim, L. (2017). Distorsi pasar dalam pandangan ekonomi Islam. Ekomadania: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 1(1), 1–10.
Isnania, & Daud. (2023). Analisis faktor-faktor penyebab kegagalan pasar dan campur tangan pemerintah. JALHu: Jurnal Al-Mujaddid Humaniora, 1(1), 14–20.
Jamin, N. H., & Risfaisal. (2021). Perubahan sosial ekonomi masyarakat petani pasca banjir bandang di Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(2), 30–45.
Musgrave, R. A. (1959). The theory of public finance. New York: McGraw-Hill.
Nainggolan, K. (2008). Ketahanan dan stabilitas pasokan, permintaan, dan harga komoditas pangan. Analisis Kebijakan Pertanian, 6(2), 114–139.
Stiglitz, J. E. (2000). Economics of the public sector (3rd ed.). New York: W. W. Norton & Company.
Sugiyono. (2009). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryadi, N. (2020). Peran pemerintah dalam menanggulangi banjir di Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 456–468.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Boston: Pearson Education.
World Bank. (2017). Building resilience to disaster shocks in developing regions. Washington, DC: World Bank.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download