(2) Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak
*corresponding author
AbstractArtikel ini membahas representasi dan nilai-nilai budaya Betawi dalam simbol-simbol pada Tari Lenggang Nyai. Pembahasan penulis fokuskan pada asal-usul, simbol-simbol budaya, atribut yang digunakan, dan nilai-nilai budaya dalam tarian Lenggang Nyai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini mempelajari Tari Lenggang Nyai secara langsung di Sanggar Tari Puri Ranggapati. Informan dengan berlatar belakang yang berhubungan tari dan sanggar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam Tari Lenggang Nyai mencerminkan nilai-nilai budaya Betawi, seperti keberanian, ramah-tamah, dan kesopanan terhadap ke sesama. Simbol-simbol tersebut dapat ditemukan dalam gerakan tari, kostum, serta aksesoris yang digunakan. Gerakan dinamis dan ekspresif menggambarkan semangat kebebasan, sementara warna cerah pada kostum mencerminkan keceriaan dan keberagaman budaya Betawi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang simbol-simbol dalam Tari Lenggang Nyai yang terdapat unsur budaya Betawi di dalamnya, yang mana dapat membantu masyarakat lebih memahami dan mengenal budaya Betawi sebagai salah satu etnis terbesar di Indonesia. KeywordsRepresentasi Budaya, Betawi, Simbol-Simbol, Tari Lenggang Nyai
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i6.2025.2434-2454 |
Article metrics10.31604/jips.v12i6.2025.2434-2454 Abstract views : 0 |
Cite |
References
A., A. (2011). Makna Simbol dalam Kebudayaan Manusia. Jurnal Ilmu Budaya, 1-63.
Alamsyah, F. F. (2020). Representasi, Ideologi, dan Rekonstruksi Media. Al-I'lam; Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 92-99.
Anjani, A. B. (2017). Perkembangan Tari Lenggang Nyai Karya Wiwiek Widiyastuti. Skripsi, 1-60.
Anonim. (2021, Juli 21). Suku Betawi: Kebudayaan Jakarta Raya - Jalur Rempah. Dipetik Juni 5, 2024, dari jalurrempah.kemdikbud.go.id: https://jalurrempah.kemdikbud.go.id/foto/suku-betawi-kebudayaan-jakarta-raya-jalur-rempah
Arianti, I. R., & Herlinah. (2020). Eksistensi Sanggar Semarak Candrakirana dalam Mengembangkan Seni Tari di Kota Surakarta. Jurnal Seni Tari, 116-120.
Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Barat. (2024). Kecamatan Kalideres Dalam Angka: Kalideres Subdistrict In Figures 2024 (Vol. 37). Jakarta Barat: BPS Kota Jakarta Barat.
Christhoper. (2022). Sanggar Seni Pertunjukan Betawi Dengan Konsep Neo-Vernakular dan Metafora di Cilincing, Jakarta Utara. Jurnal STUPA: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur, 247-256.
Dadze-Arthur, A. (2017). A Macat Analysis Cliffort Geertz's The Interpretation Of Cultures Selected Essays. London: Macat International Ltd.
Handayani, R. (2020). Metodologi Penelitian Sosial. Bantul: Transsmedia Grafika.
Haryanto, R. (2021, June 24). Tari Lenggang Nyai Berasal Dari Betawi. Diambil kembali dari kebudayaanbetawi.com.
Hendro, E. P. (2020). Simbol: Arti, Fungsi, dan Implikasi Metodologisnya. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 158-165.
Idris, F. (2022, May 25). Menyibak Simbol Tari Lenggang Nyai Tentang Peruangan Perempuan Betawi. Diambil kembali dari senibudayabetawi.com: https://www.senibudayabetawi.com/6430/menyibak-simbol-tari-lenggang-nyai-tentang-perjuangan-perempuan-betawi-2.html
Karmadi, A. D. (2014, Mei 8-9). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dipetik Januari Minggu, 2024, dari Repositori Kemdikbud: www.kemdikbud.go.id
Khutniah, N., & Iryanti, V. E. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari, 9-21.
Koentjaraningrat. (1987). Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI - Press).
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Krisnanda, I. P., Suardana, I. W., & Yasa, G. P. (2023). Penerapan Representasi Pada Music Video Tinkerbelle Bali di Dewatlantis Studio. Jurnal Calaccitra, 102-111.
Kristianto, I. (2019). Kesenian Reyog Ponorogo dalam Teori Fungsionalisme. Tamumatra: Jurnal Seni Pertunjukkan, 6-18.
Masrurroh, M., Yuliatin, R. R., Rahman, U. R., & Murcahyanto, H. (2022). Nilai Budaya Tari Mandaiq di Lombok Timur : Kajian Semiotika Susan K. Langer. Jurnal Seni Tari, 85-99.
Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi disertai Contoh Proposal). Yogyakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat UPN "Veteran" Press.
Nashrullah, M., Maharani, O., Rohman, A., Fahyuni, E. F., Nurdyansyah, & Untari, R. S. (2023). Metodologi Penelitian Pendidikan (Prosedur Penelitia, Subyek Penelitian, dan Pengembangan Teknik Pengumpulan Data. Sidoarjo: UMSIDA Press.
Nugroho, W. B. (2020, 04 04). Udayana Networking. Diambil kembali dari udayananetworking.unud.ac.id: https://udayananetworking.unud.ac.id/lecturer/scientific/1626-wahyu-budi-nugroho/the-brief-explanation-of-representation-according-stuart-hall-1097
Prabandari, W. D., Artina, V., & Anissa, A. N. (2020). Analisa Ketertarikan Minat Mahasiswa Terhadap Tarian Khas Betawi Lenggang Nyai di UKM Traditional Dance Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. 115-126.
Ratnanigtyas, H., Nurbaeti, Asmaniati, F., & Bilqis, L. D. (2021). Berwisata ke Kota Jakarta dengan Kemacetannya. Jurnal Manajemen dan Pariwisata, 58-66.
Restela, R. (2022). Penerapan Model Resource Based Learning dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pelatihan Tari Lenggang Nyai di SD Semi Palar. Guru Kita, 1-12.
Restuningrum, A., & Lanjari, H. R. (2017). Nilai dan Fungsi Tari Lenggang Nyai. Jurnal Seni Tari, 1-9.
S, Z. L. (2011). Budaya Jakarta: Budaya Metropoloitan, Budaya Pop, dan Superkultur. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 103-110.
Sahir, S. H. (2021). Metodologi Penelitian. Bojonegoro: Penerbit KBM Indonesia.
Saleh, S. (2017). Analisis Data Kualitatif. Bandung: Pustaka Ramadhan.
Samsu. (2017). Metode Penelitian: (Teori dan Aplikasi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Mixed Methods, serta Research & Development). Jambi: Pusat Studi Agama dan Kemasyarakatn (PUSAKA).
Sani, R. A. (2022). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: KENCANA.
Sumarto. (2019). Budaya, Pemahaman, dan Penerapannya "Aspek Sistem Religi, bBahasa, Pengetahuan, Sosial, Kesenian, dan Teknologi". Jurnal Literasiologi, 144-159.
Susen, S. (2024). The Interpretation of Cultures: Geertz Is Still In Town. Sociologica, 25-63.
Triwahyuni, D., Ernawati, A., & Putri, M. D. (2019). Ruang Edukasi Budaya Pada Sanggar Kesenian Tradisional Betawi. Prosidig SEMINAR NASIONAL 'Komunitas dan Kota Keberlanjutan', 446-450.
W, A. P. (2014). Upaya Pelestarian Budaya Lokal Oleh Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Dewi Fortuna Melalui Pelatihan Pengkaderan Berbasis Budaya. Skripsi, 1-82.
Wardani, L. K. (2015). Fungsi, Makna, dan Simbol (Sebuah Kajian Teoritik). Seminar Jelajah Arsitektur Nusantara, XIX-1 - XIX-10.
Wekke, I. S. (2019). Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: Penerbit Gawe Buku.
Yusuf, A. M. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan. Jakarta: KENCANA.
Refbacks
- There are currently no refbacks.





