(2) Fatma Suryani Harahap
(3) Elisa Elisa
*corresponding author
AbstractStunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki potensi strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat komunitas. Namun, pelaksanaan program KKN seringkali menghadapi berbagai hambatan yang mengurangi efektivitas kontribusinya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hambatan-hambatan spesifik yang dihadapi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dan merumuskan strategi optimalisasi peran mereka dalam program pencegahan stunting di Desa Joring Natobang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari mahasiswa KKN (20 orang), Dosen Pembimbing Lapangan (1 orang), pemerintah desa (kepala desa), tenaga kesehatan dan kader Posyandu (2 orang), ibu balita (15 orang). Durasi waktu penelitian selama 4 bulan ( September sampai Januari) Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian mengidentifikasi hambatan multidimensional yang meliputi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal mencakup keterbatasan pengetahuan aplikatif mahasiswa tentang intervensi keterampilan komunikasi yang belum memadai, pembekalan pra-KKN yang terlalu teoritis. Hambatan eksternal meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, resistensi kuat terhadap perubahan praktik tradisional, kesenjangan komunikasi akibat dialek lokal, keterbatasan sarana prasarana dan anggaran, serta koordinasi yang kurang terstruktur dengan stakeholder lokal. Optimalisasi peran mahasiswa KKN sebagai agen perubahan dalam pencegahan stunting memerlukan pendekatan sistemik yang tidak hanya meningkatkan kapasitas individual mahasiswa tetapi juga memperbaiki sistem pelaksanaan KKN, menguatkan kolaborasi multi-stakeholder, dan menyesuaikan strategi intervensi dengan konteks lokal. Keberhasilan program tidak diukur dari penurunan angka stunting dalam waktu singkat, tetapi dari peningkatan awareness masyarakat, penguatan kapasitas lokal, dan terbentuknya fondasi untuk perubahan perilaku jangka panjang yang berkelanjutan pasca-KKN. KeywordsDesa Joring Natobang; Kuliah Kerja Nyata; Stunting
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i12.2025.4597-4605 |
Article metrics10.31604/jips.v12i12.2025.4597-4605 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Adji, T. P. (2024). Desain Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif, 27, A27-dq.
Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., De Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., & Martorell, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.
Gillespie, S., van den Bold, M., & Team, S. of C. S. (2017). Stories of Change in nutrition: An overview. Global Food Security, 13, 1–11.
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Penerapan metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9), 462–469.
Jannah, A. M., Kurnia, E., & Yulianto, W. (2025). LITERATUR REVIEW: KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI INDONESIA. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 4(1), 70–79.
Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250–265.
Rozi, M. F., & SKM, D. L. S. (2025). Kajian Literatur Strategi Penanggulangan Stunting Di Perdesaan Di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Yin, R. K. (2009). Case study research: Design and methods (Vol. 5). sage.
Yuda, A. P. (2023). Tinjauan Literatur:
Perkembangan Program Penanggulangan Stunting di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2), 1.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download