PERILAKU TIDAK ETIS PEJABAT DAN KRISIS LEGITIMASI POLITIK INDONESIA 2025

(1) * Fajar Cahyati Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(2) Heridadi Heridadi Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(3) Adi Subiyanto Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(4) Wilopo Wilopo Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab gejolak politik Indonesia 2025, mengevaluasi respons pemerintah, dan menganalisis dampak perilaku tidak etis para pejabat terhadap stabilitas demokrasi. Metode penelitian kualitatif meliputi studi dokumen kebijakan, tinjauan media. Hasil menunjukkan bahwa 12 gelombang demonstrasi besar sepanjang 2025 dipicu oleh banyaknya kebijakan kontroversial yang dicanangkan seperti kenaikan PPN, larangan LPG 3 kg, dan hingga skandal etika pejabat, termasuk korupsi masif dan tunjangan berlebihan DPR di tengah sulitnya ekonomi. Mekanisme moral disengagement memungkinkan pejabat merasionalisasi tindakan tidak etis tersebut, sementara kepemimpinan etis yang lemah dan tekanan mencapai target memperburuk budaya birokrasi. Respons pemerintah cenderung reaktif dimana jika viral terlebih dulu, baru cabut kemudian. Hal ini justru memperdalam krisis legitimasi. Perwujudan stabilitas demokrasi hanya dapat diperkuat melalui reformasi tata kelola, seperti penerapan kepemimpinan etis, penegakan akuntabilitas, dan peningkatan transparansi dalam proses pembuatan kebijakan. Pendekatan ini diharapkan memulihkan kepercayaan publik dan mencegah terulangnya konflik politik serupa atau lebih parah di masa mendatang. 


Keywords


Perilaku Tidak Etis, Moral Disengagement, Krisis Legitimasi, Gejolak Politik

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i11.2025.4336-4342
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i11.2025.4336-4342 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


BBC Indonesia. (2025, July 20). Prabowo?Gibran: Potret kebijakan pemerintah–viral dulu, cabut kemudian. BBC News Indonesia. Diunduh di https://www.bbc.com/indonesia/articles/cd0v8g47glvo

BBC Indonesia. (2025, September 17). Teka?teki orang hilang dalam demo Agustus 2025. BBC News Indonesia. Diunduh di https://www.bbc.com/indonesia/articles/cj07my805lno

CNBC Indonesia. (2025, September 2). RI dihantam 12 demo besar sepanjang 2025, ini detail tuntutan rakyat. CNBC Indonesia. Diunduh di https://www.cnbcindonesia.com/research/20250902111244-128-663534/ri-dihantam-12-demo-besar-sepanjang-2025-ini-detail-tuntutan-rakyat

Harahap, M., Nadya, R., Sitanggang, W., & Jamaludin, J. (2023). Elit politik di indonesia: akar dan dampak penyalahgunaan hak berdemokrasi. Comserva Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(06), 2149-2160. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i06.1023

Hassan, S., Kaur, P., Muchiri, M., Ogbonnaya, C., & Dhir, A. (2022). Unethical leadership: review, synthesis and directions for future research. Journal of Business Ethics, 183(2), 511-550. https://doi.org/10.1007/s10551-022-05081-6

Kompas. (2025, September 3). Legitimasi semu para wakil rakyat. Kompas. Diunduh di https://nasional.kompas.com/read/2025/09/04/06450051/legitimasi-semu-para-wakil-rakyat

Kumparan. (2025, April 22). Empat legitimasi kekuasaan. Kumparan. https://kumparan.com/dr-riant-nugroho/empat-legitimasi-kekuasaan-24vXMAWE09E

Kurniawan, F. and Handayani, R. (2022). Masalah pelaksanaan fungsi partai politik dan dampaknya terhadap konsolidasi demokrasi di indonesia. Jurnal Demokrasi Dan Politik Lokal, 4(2), 128-145. https://doi.org/10.25077/jdpl.4.2.128-145.2022

Lian, H., Huai, M., Farh, J., Huang, J., Lee, C., & Chao, M. (2020). Leader unethical pro-organizational behavior and employee unethical conduct: social learning of moral disengagement as a behavioral principle. Journal of Management, 48(2), 350-379. https://doi.org/10.1177/0149206320959699

Moore, C., Mayer, D., Chiang, F., Crossley, C., Karlesky, M., & Birtch, T. (2019). Leaders matter morally: the role of ethical leadership in shaping employee moral cognition and misconduct. Journal of Applied Psychology, 104(1), 123-145. https://doi.org/10.1037/apl0000341

Pillay, P. (2014). The public sociology of ethics, corruption and public administration: A South African case study. African Journal of Public Affairs, 7(2), 53-66. https://repository.up.ac.za/items/994a0397-1bec-49f4-b660-bd907e6aa393

Propublika. (2025, Agustus 31). Gagal paham Prabowo memahami protes rakyat: Tanda krisis legitimasi kekuasaan. Propublika. https://propublika.id/esai/gagal-paham-prabowo-memahami-protes-rakyat-tanda-krisis-legitimasi-kekuasaan/

Suara Jawa Tengah. (2025, September 1). Bongkar 8 kebijakan kontroversial pemerintah, akademisi UIN sebut ini biang kerok Indonesia membara. Suara Jawa Tengah. Diunduh di https://jateng.suara.com/read/2025/09/02/085120/bongkar-8-kebijakan-kontroversial-pemerintah-akademisi-uin-sebut-ini-biang-kerok-indonesia-membara

Wahyudi, I. S. (2023). Profit planning in corporate budgeting: The impact of aggressive targets on unethical behavior. Journal E-Business and Management Science, 1(1), 66-75. https://journal.proletargroup.org/index.php/JEMS/article/download/53/31


Refbacks

  • There are currently no refbacks.