(2) * Ratih Baiduri
*corresponding author
AbstractMedia sosial menjadi ruang penting dalam advokasi dan pemberdayaan kelompok marjinal, termasuk perempuan penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan penyandang disabilitas dalam akun Instagram @teralafoundation serta strategi framing yang digunakan dalam membangun citra positif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi virtual. Data diperoleh melalui observasi konten Instagram, wawancara mendalam dengan pendiri, pengelola media sosial, serta peserta kegiatan, dan dokumentasi digital berupa unggahan serta interaksi audiens. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori representasi Stuart Hall dan teori framing Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram Terala Foundation menampilkan perempuan penyandang disabilitas sebagai individu yang mandiri, produktif, dan berdaya. Konten menekankan kisah inspiratif, pelatihan keterampilan, dan keberhasilan partisipasi dalam kegiatan sosial-ekonomi. Strategi framing diwujudkan melalui visual inklusif, narasi motivatif, hashtag edukatif, serta testimoni yang memperkuat pesan pemberdayaan. Respon audiens didominasi apresiasi positif, meski sesekali muncul komentar diskriminatif yang ditanggapi secara edukatif oleh pengelola. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Instagram Terala Foundation efektif membangun representasi positif perempuan penyandang disabilitas sekaligus berfungsi sebagai media advokasi digital menuju masyarakat yang lebih inklusif. Keywordsrepresentasi, perempuan penyandang disabilitas, Instagram.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i11.2025.4328-4335 |
Article metrics10.31604/jips.v12i11.2025.4328-4335 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aririguzoh, S. (2022). Communication competencies, culture and SDGs: Effective processes to cross-cultural communication. Humanities and Social Sciences Communications, 9(1), 1–11.
Bungin, B. (2008). Sosiologi komunikasi: Teori, paradigma, dan diskursus teknologi komunikasi di masyarakat. Jakarta: Kencana.
Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58.
Gill, R. (2007). Gender and the media. Cambridge: Polity Press.
Gill, R., & Baker, S. A. (2021). The politics of feminisms in contemporary media. Feminist Media Studies, 21(4), 543–558.
Gill, J., & Baker, C. (2021). The power of mass media and feminism in the evolution of nursing’s image: A critical review of the literature and implications for nursing practice. , 42(3), 371–386.
Guenther, L., Esser, F., & Brüggemann, M. (2021). Media and marginality: How journalists represent the disadvantaged. Journalism Studies, 22(9), 1112–1130.
Guenther, L., Gaertner, M., & Zeitz, J. (2021). Framing as a concept for health communication: A systematic review. Health Communication, 36(7), 891–899.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London: Sage Publications.
Hamdi Harahap, I. (2024). Implementasi Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Penyandang Disablitas Ditinjau Dari Perspektif hak Asasi manusia (Studi Pt.Virginia Indonesia Rubber Company).Disertasi Fakultas Hukum,Universitas Islam Sumatera Utara.
Hine, C. (2000). Virtual ethnography. London: Sage Publications.
Hine, C. (2015). Ethnography for the internet: Embedded, embodied and everyday. London: Bloomsbury Publishing.
Husna, A., & Fahrimal, Y. (2021). Representasi perempuan berdaya pada akun Instagram@ rachelvennya. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 25(2), 131-150.
Jufanny, A. R., & Girsang, M. (2020). Framing media dalam isu sosial. Jurnal Komunikasi Sosial, 8(2), 122–133.
Jufanny, D., & Girsang, L. R. M. (2020). Toxic masculinity dalam sistem patriarki (Analisis wacana kritis Van Dijk dalam film “Posesif”). Semiotika: Jurnal Komunikasi, 14(1).
Kaplan,A.M., & Haenlein,.(2010).Users of the world,unite!The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1),59-68.
Mendes, K. (2019). Digital feminism. London: Oxford University Press.
Moertopo, I. (1981). Peran perempuan dalam pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Nasrullah, R. (2014). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nasrullah, R. (2017). Etnografi virtual: Memahami budaya internet. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nasrullah, R. (2019).Etnografi Virtual :Riset Komunikasi,Budaya, dan Sosioteknologi di internet.Bandung;Simbiosa Rekatama Media.
Neuman, W. L. (2013). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Boston: Pearson Education.
Nurjannah, S., Dewi, N. P., & Wulandari, L. A. (2021). Media sosial sebagai sarana pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas. Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora, 3(1), 44–57.
Nurjannah, D. A., Wijaya, Y. P., & Reza, F. K. (2021). Dukungan untuk wanita penyandang disabilitas pada akun Instagram @lipstickuntukdifabel. Syntax Idea, 3(3), 476.
Raodatuljanah, Devina, K., Setiawansyah, P. S., & Maulida, A. S. (2024). Representasi isu disabilitas di media daring. Jurnal Politik Indonesia, 6(2).
Republik Indonesia.(2016).Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2016 Nomor 69.https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/37582/uu-no-8-tahun-2016
Raodatuljanah, R., Lestari, S. M., & Ananda, A. (2024). Representasi perempuan disabilitas di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Digitalisasi Sosial, 2(1), 23–35.
Saputri, Y. D. (2024). Representasi perlawanan stereotipe wanita dalam akun instagram@ Wmnlyfe. Jurnal Audiens, 5(3), 499-512.
Shabira, F. (2022). Representasi Gerakan Feminisme pada Akun Instagram@ perempuanfeminis. Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi), 8(2), 71-83.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tahani, S., Algifahmy, A. F., & Hidayanti, E. (2025, February). Representasi Perempuan Yang Memilki Mental Sehat Dan Berdaya Dalam Akun Instagram @ ANALISA. WIDYANINGRUM. In International Conference on Interdisciplinary Gender Studies (Vol. 7, No. 1, pp. 152-165).
Tijani, H. (2019). Pengantar media sosial dalam komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Usman. (2024). Representasi isu feminisme pada akun Instagram @lingkarstudifeminis. Jurnal Feminisme dan Media, 6(1), 88–101.
World Health Organization. (1948). Disablity World Heealth Organization.https://www.who.int/health-topics/disability
Yuliana, D. S. (2024). Representasi perlawanan stereotipe wanita dalam akun Instagram @wmnlyfe. Skripsi, Universitas Indonesia.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download