(2) Hesti Asriwandari
*corresponding author
AbstractKonflik yang terjadi adalah konflik antar pemuda, yaitu pemuda Desa Pinggir dan pemuda Desa Semunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya konflik antar pemuda Desa Pinggir dan pemuda Desa Semunai, dan resolusi konflik antar pemuda Desa Pinggir dan pemuda Desa Semunai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga alur secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya stereotip serta adanya potensi konflik yang dilihat dari teori segitiga konflik Johan Galtung yakni sikap dan perilaku pemuda desa yang dianggap sebagai latar belakang terjadinya konflik hingga pada puncak situasi atau kontradiksi. Sikap emosional dan ego yang menggebu serta perilaku berani yang didasari dari rasa solidaritas tinggi yang ada pada pemuda desa dianggap sebagai latar belakang terjadinya konflik hingga adanya kekerasan fisik pada puncak konflik yang dianggap sebagai kontradiksi, dan resolusi konflik yang dilakukan yakni adanya surat perjanjian damai yang disepakati antar pemuda desa dan para saksi. KeywordsStereotip, Potensi konflik, Resolusi konflik.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i2.2025.746-753 |
Article metrics10.31604/jips.v12i2.2025.746-753 Abstract views : 0 | PDF views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
Full Text Download
|
References
Abdullah, M. (2013) Sosiologi Pendidikan Individu Masyarakat dan pendidikan. Diedit oleh Safarina. PT. Rajagrafindo persada.
Bakri, H. (2015) “Resolusi Konflik melalui Pendekatan Kearifan Lokal Pela Gandong di Kota Ambon,†Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(1), hal. 51–60.
Habib, A. (2004) Konflik Antaretnik di Pedesaan. 1 ed. Diedit oleh Nurudin. Yogyakarta: PT. LKiS Pelangi Aksara.
Jannah, A. et al. (2023) “Literature Review : Resolusi Dalam Konflik,†MULTIPLE Journal of Global and Multidisciplinary, 1(5), hal. 512–520.
Jatmiko, D. (2021) “Kenakalan remaja klithih yang mengarah pada konflik sosial dan kekerasan di Yogyakarta,†21(2), hal. 129–150. doi:10.21831/hum.v21i2.37480.129-150.
Jayusman, Syarifuddin dan Syuhada, K. (2019) “FAKTOR DAN UPAYA RESOLUSI KONFLIK SOSIAL (Kasus Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu),†Jurnal Resiprokal: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 1(2), hal. 135–152. doi:10.29303/resiprokal.v1i2.13.
Moleong, L.J. (2017) Metode Penelitian Kualitatif. revisi ke. PT REMAJA ROSDAKARYA.
Mospawi, M. (2014) “Manajemen Konflik (Upaya Penyelesaian Konflik Dalam Organisasi),†16.
Pruitt, D.G. dan Rubin, J.Z. (2004) Teori Konflik Sosial. Pustaka Pelajar.
Putri, P.K. (2022) “Manajemen Konflik dan Resolusi Konflik: Sebuah Pendekatan Terhadap Perdamaian,†Papua Journal of Diplomacy and International Relations, 2(1), hal. 16–34. doi:10.31957/pjdir.v2i1.1945.
Sa’odah, Maftuh, B. dan Sapriya (2021) “Model Resolusi Konflik Membangun Kemampuan Penyelesaian Konflik Siswa Sekolah Dasar,†Jurnal Cakrawala Pendas, 7(2), hal. 172–178. doi:10.31949/jcp.v7i2.2881.
Saguni, F. (2014) “Pemberian Stereotype Gender,†Jurnal Musawa IAIN Palu, 6(2), hal. 195–224.
Sumartias, S. dan Rahmat, A. (2013) “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konflik Sosial,†(022), hal. 13–20.
Susan, N. (2009) Sosiologi Konflik. edisi keti. Diedit oleh U. Retno. Jakarta Timur: Prenada Media.
Tahir, M. (2017) “Analisis Konflik Antar Desa Samili Dengan Masyarakat Desa Dadibou Di Kecamatan Woha Kabupaten Bima Tahun 2016,†Jurnal Pendidikan IPS, 7(1), hal. 49–54.
Wati, E., Bauto, L.O.M. dan Tawulo, M.A. (2022) “Resolusi Konflik Antar Pemuda Wadiabero dan Pemuda Tolandona (Studi di Desa Wadiabero dan Kelurahan Tolandona Kabupaten Buton Tengah).,†Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 9(1), hal. 33–36.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download