PERAN IBU DALAM PENANGANAN ANAK TERLAMBAT BICARA (SPEECH DELAY) DI HUMANIKA PSYCHOLOGY CENTER KOTA PEKANBARU

(1) * Khairunnisa Nabiha Mail (Universitas Riau, Indonesia)
(2) Resdati Resdati Mail (Universitas Riau, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu dalam penanganan anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) di Humanika Psychology Center Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari lima orang, yaitu tiga informan utama (ibu dari anak dengan keterlambatan bicara) dan dua informan kunci (terapis dan psikolog di Humanika). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki peran sentral dalam mendampingi proses terapi anak melalui stimulasi bicara, keterlibatan aktif dalam sesi terapi, serta membangun interaksi sosial yang mendukung. Namun, peran ini kerap menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pemahaman ibu terhadap metode terapi, keterbatasan informasi, serta dukungan lingkungan yang kurang optimal. Temuan ini dianalisis menggunakan teori peran Merton dan Turner, teori interaksionisme simbolik dari Mead, serta konsep habitus dari Bourdieu yang secara keseluruhan menjelaskan bagaimana ibu mengalami adaptasi peran dan pembentukan makna sosial dalam mendampingi anak dengan keterlambatan bicara. Humanika Psychology Center berperan penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan psikologis bagi ibu agar keterlibatan mereka dalam terapi menjadi lebih efektif.

Keywords


Peran, Ibu, Anak Terlambat Bicara, Speech Delay.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i5.2025.2233-2242
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i5.2025.2233-2242 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Awaru, O. T. (2021). Sosiologi Keluarga (R. R. Perung (ed.)). CV. Media Sains Indonesia.

Azila, N. (2023). Fungsi Keluarga terhadap Prestasi Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Negeri Bangkinang Kabupaten Kampar. 5(3), 3555–3566.

Darwis, S., & Fitri, S. A. (2022). Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Perkembangan Bahasa Lisan Anak Usia 5-6 Tahun. 7(1), 1–11.

Keumala, M., & Idami, Z. (2021). Speech delay: some possible factors (a research on 3-6 years old children). Journal of Applied Studies in Language, 5(1), 165–173. https://doi.org/10.31940/jasl.v5i1.2429

Pangaribuan, R. M. U., Resdati, R., & Marnelly, T. R. (2023). the Dual Role of Single Parent: a Sociological Study. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 14(2), 260. https://doi.org/10.26418/j-psh.v14i2.61465

Pawestri, R., Lisyanti, P., Psikologi, P. S., Psikologi, F., & Surakarta, U. M. (2019). Pola asuh orangtua yang memiliki anak speech delay.

Reski, P., Marnelly, T. R., Risdayati, & Resdati. (2022). Pilihan rasional orang tua menitipkan anak di baby daycare. 5, 1–10.

Rohmah, M., Astikasari, N. D., & Weto, I. (2018). Analisis Pola Asuh Orang Tua Dengan Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia 3-5 Tahun. OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan, 5(1), 32–42. https://doi.org/10.35316/oksitosin.v5i1.358


Refbacks

  • There are currently no refbacks.