SEJARAH PERKEMBANGAN PELABUHAN MERAK PADA MASA PENGELOLAAN HINDIA BELANDA TAHUN 1912 ̶ 1956

(1) * Asri Nul Aini Mail (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia)
(2) Ana Nurhasanah Mail (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia)
(3) Eko Ribawati Mail (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi awal Pelabuhan Merak, bentuk kebijakan pengelolaan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, serta dampak dari kebijakan tersebut terhadap perkembangan pelabuhan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelabuhan Merak pada awalnya merupakan pelabuhan kecil dengan aktivitas lokal yang terbatas. Pemerintah kolonial Hindia Belanda melihat potensi strategis kawasan Merak sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatra, sehingga diterapkan berbagai kebijakan pembangunan dan pengelolaan. Melalui pembangunan dermaga, jalur kereta api, dan sistem transportasi penyeberangan, Pelabuhan Merak berkembang menjadi simpul penting dalam jaringan logistik dan mobilitas antarpulau. Kebijakan kolonial tersebut memberikan dampak besar terhadap perubahan fungsi dan peran pelabuhan, serta meletakkan fondasi bagi pengembangan pelabuhan di masa setelah kemerdekaan. Pelabuhan Merak menjadi bukti konkret peran strategis infrastruktur maritim dalam mendukung konektivitas dan integrasi wilayah di Indonesia.

Keywords


Pelabuhan Merak, Hindia Belanda, kebijakan kolonial, transportasi, sejarah maritim.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i8.2025.3586-3599
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i8.2025.3586-3599 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Sumber Buku :

Ali, Mufti. dkk. (2016). Sejarah Cilegon Riwayat Kota Baja di Ujung Barat Pulau Jawa. Cilegon : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cilegon.

Bintarto, R. (1968). Pengantar Geografi Pembangunan. Fakultas Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, Seksi Penerbitan.

Dahlan, M. H. (2005). Pelabuhan Penyebrangan Merak-Bakauheni 1912-2004 (Suatu Tinjauan Sejarah dan Perkembangannya). BKSNT BANDUNG : BANDUNG-JAWA BARAT.

Daliman, A. (2015). Metode penelitian sejarah. Penerbit Ombak.

Department of Public Works. (1920). Harbourworks: Netherlands East Indian Harbours. Batavia: Department of Public Works.

Guillot, Claude, Banten Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII, Cetakan Pertama, 2008, Jakarta:KPG.

Ridwan, I. (2021). Studi Kebantenan dalam Catatan Sejarah. Tangerang : Media Edukasi Indonesia

Kuntowijoyo, (1999). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Kuntowijoyo, (2003). Metodologi Sejarah Edisi Kedua. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Lapian, Adrian B, (2008). Pelayaran dan Perniagaan Nusantara: abad ke-16-17. Komunitas Bambu.

Loomba, A. (2003). Kolonialisme/Pascakolonialisme. H. Hadikusumo (Penerj.). Yogyakarta: Bentang

Miftakhudin. (2019). Kolonialisme: Eksploitasi dan Pembangunan Menuju Hegemoni. Sukabumi: CV Jejak.

Najib,Tubagus. (2008). Kebangkitan Kembali Banten dari Masa ke Masa (Berdasarkan Manuscrip dan Tinggalan Arkeologi). Serang : Sengpho Utama.

Nurhajarini, D. R., & Fibiona, I. (2019). Kota Pelabuhan Semarang Dalam Kuasa Kolonial: Implikasi Sosial Budaya Kebijakan Maritim, Tahun 1800an-1940an. Fibiona.

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta : Ombak.

Sulistyani, H. (2022). The Railway Station Java: Creation Of The New Poer Structure 1862-1942.

Sri Sutjiatiningsih, (1986). “Banten Kota Pelabuhan Jalur Sutraâ€, Kumpulan makalah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Triatmodjo, B. (2009). Buku Perencanaan Pelabuhan. Yogyakarta: Beta Offset Yogyakarta.

Untoro, Heriyanti Ongkodharma. (2007). Kapitalisme Pribumi Awal Kesultanan Banten 1522-1684. Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI & Komunitas Bambu.

Wasino, dkk. (2013). Sejarah Nasionalisasi Aset-aset BUMN: Dari Perusahaan Kolonial menuju Perusahaan Nasional. Jakarta: Kementrian BUMN.

Zuhdi, Susanto. (2002). Cilacap 1830-1942, Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan di Jawa. Jakarta: KPG.

Sumber Skripsi, Tesis, dan Disertasi :

Daud, F. (2022). Aktifitas Pelabuhan Ahmad Yani di Ternate 1970-1990 (Doctoral dissertation, Universitas Khairun).

Faturohman, F. (2015). Eksistensi Pelabuhan Cirebon: Studi Ekonomi Politik Masa Hindia Belanda (1930-1942). (Skripsi). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Haryadi, D. (2020). Pengaruh Pelayanan Kapal, dan Kegiatan Bongkar/Muat terhadap Optimalisasi Integrated Port Time (IPT) di PT Varia Usaha Bahaari Gresik. (Skripsi). Stia dan Manajamen Kepelabuhan Barunawati Surabaya.

Permana, A. B. (2015). Pelabuhan Cilacap Pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda Tahun 1830-1942. (Skripsi). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri.

Rijal, A. S. (2011). Dua Pelabuhan Satu Selat: Sejarah Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni di Selat Sunda 1912-2009. (Skripsi). Jakarta: FIB UI.

Sholehat, I. (2019). Perdagangan internasional Kesultanan Banten akhir abad XVI-XVII. Uwais Inspirasi Indonesia.

Sir, Jacob. (1998). Manajemen perusahaan Pelayaran II. Medan : Jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga AMI Medan.

Suharto. (2001). Banten Masa Revolusi, 1945-1949 Proses Integrasi Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Disertasi). Universitas Indonesia, Depok.

Zed, Mestika. 2009. Bagaimana Hidup sebagai Rakyat Jajahan? Beberapa Catatan tentang Apresiasi Sejarah Kebangsaan ntuk Generasi Masa Kini. Padang: Universitas Negeri Padang.

Sumber Jurnal :

Ariwibowo, GA (2017). Sungai Tulang Bawang dalam perdagangan lada di Lampung pada periode 1684 hingga 1914. Jurnal Masyarakat dan Budaya , 19 (2), 253-268.

Ariwibowo, GA., Budiman HG., Listiana D. (2023). Pembangunan Jaringan Transportasi di Lampung ( 1859-1927). Purbawidya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, Vol. 12 (1), Juni 2023, pp 49 – 69

Dahlan, M. H. (2010). Pelabuhan Penyeberangan Merak (1957-2004). Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 2(1), 141-156.

Asolihah, F., Aulia, D., Fathoni, M. (2020). Evaluasi Aktivitas Operasional Angkutan Penyeberangan Lintas Merak – Bakauheni, CRANE: Civil Engineering Research Journal Volume 1 Nomor 2 Edisi Oktober 2020)

Imadudin, I. (2017). Perdagangan Lada Di Lampung Dalam Tiga Masa (1653-1930). Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 8(3), 349-364.

Handinoto, (2015). "Daendels dan Perkembangan Arsitektur di Hindia Belanda Abad 19". Jurnal Dinamika Teknik Arsitektur. Vol. 36, No. 1.

Juwita, R., Zahara, Z., Siregar, I., & Purnomo, B. (2023). Selat Sunda : Kepentingan Strategis Indonesia dalam Keterhubungan Laut Asia Selatan. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(1), 60-66.

Putri, V. A., Susnayanti, S., & Purnomo, B. (2023). Perkembangan Pelabuhanan Merak Sebagai Pusat Perdagangan dan Pelayaran di Indonesia 1912-2009. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, 5(2), 53-57.

Sommer, M. (2011). Colonies, colonization, colonialism: A typological reappraisal. AWE, 10, 183-193.

Tetry A., Sitohang; I Ketut, Sudiana. Pengaruh Net Ekspor, Kurs Dollar, dan Inflasi Terhadap CadanganDevisa Indonesia Pada Kurun Waktu Tahun 1990-2016. PIRAMIDA, 15(1), 152-178.

Sumber Surat Kabar :

C. A. M. Van Vliet. 1883. Het vaderland. 05 September 1883, “De verwoesting van het etablissement Merakâ€. Diakses pada Senin, 23 september 2024 https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=De+verwoesting+van+het+etablissement+Merak&coll=ddd&identifier=MMKB23:001416057:mpeg21:a00006&resultsidentifier=MMKB23:001416057:mpeg21:a00006&rowid=1

C. L. Van Balen. 1912. Het vaderland. 28 September 1912, “Een Natuurlijke HAVEN In STRAAT SOENDAâ€. Diakses pada Minggu, 22 september 2024 https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=Een+Natuurlijke+HAVEN+In+STRAAT+SOENDA&coll=ddd&identifier=MMKB23:001496232:mpeg21:a00108&resultsidentifier=MMKB23:001496232:mpeg21:a00108&rowid=1

C. Van Santen. 1952. Indische courant voor Nederland 09 April 1952, “Boottrein Merak-Pandjang weer in geregelde dienstâ€. Diakses pada Senin, 23 september 2024 https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=Boottrein+Merak-Pandjang+weer+in+geregelde+dienst%2C&coll=ddd&identifier=MMKB19:000289080:mpeg21:a00023&resultsidentifier=MMKB19:000289080:mpeg21:a00023&rowid=2


Refbacks

  • There are currently no refbacks.