(2) Rosramadhana Rosramadhana
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap simbol dan makna dalam proses pelaksanaan tradisi mbesur-mbesuri di Desa Kinangkong Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kinangkong Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi mbesur-mbesuri merupakan ritual yang dilakukan oleh etnis Karo pada usia kehamilan tujuh bulan, dengan tujuan mendoakan kesehatan ibu dan keselamatan bayi yang dikandung. Tradisi ini juga berupaya untuk memberi kesiapan pada ibu hamil saat melahirkan dan suami siap menjadi seorang pemimpin dalam rumah tangga. Proses acara ini melibatkan perlengkapan, makanan, serta kehadiran keluarga dari ibu dan ayah. Salah satu makanan utama dalam tradisi ini adalah Manuk Sangkepi, berupa ayam yang dimasak bersama berbagai makanan pelengkap seperti nasi kuning, bunga kelapa, nangka muda, daun ubi rebus, serta buah-buahan yang lainnya. Tradisi ini mengandung simbolisme yang mendalam, seperti Manuk Sangkepi yang melambangkan kelimpahan, kesuburan, dan berkah untuk ibu dan bayi. Pasangan suami istri yang mengikuti tradisi ini duduk di atas tikar putih, mengenakan pakaian tradisional, yaitu beka buluh untuk laki-laki dan uis nipes untuk perempuan, yang memiliki simbol keberanian, kekuatan, dan semangat hidup melalui warna merah pada pakaian tersebut. Selain sebagai doa untuk keselamatan, tradisi ini juga menandakan kebersamaan keluarga dalam menyambut kelahiran bayi. |
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i3.2025.1227-1232 |
Article metrics10.31604/jips.v12i3.2025.1227-1232 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Abd. Kadir Ahmad, N. M. (2017), Wujud Implementasi Kearifan Lokal Dalam Siklus Kehidupan Pada Masyarakat Gorontalo (Studi Pada Tradisi Pernikahan Dan Tradisi Molontalo (Tujuh Bulanan). Jurnal Diskursus Islam, 55.
Agustian, Nurhadi, & Irawan. (2015). Perancangan Aplikasi Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Berbasis Android. Jurnal Ilmiah Media Processor, 10(2), 570–581. http://ejournal.stikom-db.ac.id/index.php/processor/article/download/112/111
Amanda, A. R., Liadi, F., & Husni, M. (2023). Proses Mandi Tujuh Bulanan Tradisi Masyarakat Banjar di Kelurahan Selat Utara Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas. AL-MUTSLA, 5(2), 234-247.
Bangun,Tridah, 2013. Adat dan Upacara Perkawinan Masyarakat Karo, .Medan:Kesaint Blacne Bangun
Basyari, I. W., & Lokal, N. N. K. (2014). Tradisi Memitu Pada Masyrakat Cirebon (Studi Masyarakat Desa Setupatok Kecamatan Mundu). Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 2(1), 48-56.
Clifford Geertz. (1992). Kebudayaan dan Agama, terj. Francisco Budi Hardiman (Yogjakarta: Kanisius, 50.
Creswell, J. W. 2016. Research Design : Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif Dan Campuran. 1 Ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dara, D. G. R., Zarkasih Putro, K., & Irsyad, M. (2021). Analisis Adat Budaya Aceh Pada Tradisi Mee Buu Tujuh Bulanan Ibu Hamil. Jurnal Pelita PAUD, 6(1), 92–101. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v6i1.1494
Emelia, A., Perangin-Angin, B., Munthe, P., Tinggi, S., Abdi, T., & Medan, S. (2022). Tinjauan Dogmatis Tentang Tradisi Mbesur Mbesuri Pada Usia Kehamilan Tujuh Bulan Dan Relevansinya Di Jemaat Gbkp Runggun Suka. Jurnal Sabda Akademika, 2(1). https://jurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSAK/article/view/65
Endraswara, S. (2015). Etnologi Jawa. Media Pressindo. Yogyakarta
Esten, Mursal. (1993). Minangkabau anatar Tradisi dan Perubahan. Padang: Angkasa Raya
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Febriyanti, G. S. (2021). Analisis Urf Terhadap Tradisi Tradisi Tujuh Bulanan Kandungan Di Desa Cileunyi Wetan Kec. Cileunyi Kab. Banding. Jimmi, 225
Geertz, Clifford. 1992. Tafsir Kebudayaan. Yogyakarta : Kanisisus.
Ginting, E.P. (2018). Adat Istiadat Karo Kinata Berita Si Meriah Ibas Masyarakat Karo. Kabanjahe: GBKP Abdi Karya.
Hardani, Et Al. 2020. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. 1 Ed. Yogyakarta: Cv. Pustaka Ilmu
Ikhsan, A. (2023). Pandangan Islam tentang Mbesur-Mbesuri Bulanan pada Tradisi Adat Karo di Desa Belinteng Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Anwarul, 3(2), 325–334. https://doi.org/10.58578/anwarul.v3i2.998
Maran, Raga. 2000. Manusia dan kebudayaan dalam persepektif ilmu budaya dasar. Jakarta: Rineka Cipta
Muhammad Husni, A. F. (2023). Proses Mandi Tujuh Bulanan Tradisi Masyarakat Banjar Di Kelurahan Selat Utara Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas. Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan.
Nurhayati, E. (2021). Psikologi Kehamilan Dalam Perspektif Al-qur’an. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 20(1), 53–72. https://doi.org/10.15408/kordinat.v20i1.20642
Nurhakim. (2003). "Tradisi: Sebuah Pengantar." Jurnal Antropologi Budaya, 5(1), 10-
Nurmansyah, S. H., Rodlyah, M. D. N., Hapsari, M. R. A,. & SH, M. (2019). Pengantar Antropologi Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi. Bandar Lampung: Redaksi Aura.
Santriani, E. (2017). Tradisi Mee Buu Pandangan Masyarakat Trienggadeng dalam Konteks Budaya dan Agama. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 28.
Saputra, K. H. (2022). Tradisi Tujuh Bulanan (Mitoni) Perspektif Kaidah Fikih di Desa Karanglo Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. Doctoral dissertation, S1 Hukum Cirebon.
Spradley, J. P. (2006). Metode etnografi: Tiara Wacana. Yogyakarta
Sumbari. (2016). A Traditional Seal Quran Raatib Togak At Kampung Baru Of Cerent Distrits Kuantan Singing. Jom Fisip.
Susanti, E., Patma, A. D., Asmaini, A., Sartika, D., & Radi, M. (2023). Tradisi Kerja Tahun: Nilai-nilai Pendidikan dalam Tradisi Kerja Tahun Budaya Karo Era Covid-19 di Desa Jeraya. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 149–156. https://doi.org/10.56832/edu.v1i1.33
Syakhrani, A. W., & Kamil, M. L. (2022). Budaya Dan Kebudayaan: Tinjauan Dari Berbagai Pakar, Wujud-Wujud Kebudayaan, 7 Unsur Kebudayaan Yang Bersifat Universal. Journal Form of Culture, 5(1), 1–10.
Tarigan. (2017). Wilayah Peradatan Masyarakat Karo. Medan: Balai Adat Budaya Karo Indonesia.
Wijaya, H. (2018). Data Analysis Spradley (Etnografi). Research Gate, March, 1–9.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download