TRADISI BERBALAS PANTUN PADA PERKAWINAN ETNIS MELAYU SEBAGAI KETAHANAN BUDAYA DI KOTA TANJUNGBALAI

(1) * Wiwin Afrina Simangunsong Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Rosramadhana Rosramadhana Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan tradisi berbalas pantun pada upacara perkawinan etnis Melayu di kota Tanjungbalai serta memahami makna dan peran tradisi dalam memperkuat ketahanan budaya. Tradisi berbalas pantun merupakan warisan budaya yang mencerminkan identitas etnis Melayu yang diwariskan secara turun-temurun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipasif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi ini masih dijalankan dalam rangkaian profesi perkawinan, seperti hempang pintu, hempang kipas dan makan nasi hadap-hadapan. Dampak dari tradisi berbalas pantun ini menurunnya minat generasi muda serta keterbatasan tokoh adat, namun keberadaan tradisi ini tetap dianggap penting dalam menjaga identitas budaya Melayu. Penelitian ini menekankan pentingnya generasi muda dalam melestarikan tradisi lisan sebagai bentuk ketahanan budaya yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai utamanya.

Keywords


Tradisi Berbalas Pantun, Perkawinan Melayu, Ketahanan Budaya.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i8.2025.3445-3456
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i8.2025.3445-3456 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Akbar, W. (2021). Nilai Karakter dalam Penerapan Tradisi Pantun Kebudayaan Suku Melayu Deli Dusun 17 Desa Bandar Khalifah. Journal Education Research and Social Studies, 2, 48-53.

Andika, Z. D. (2023). Tradisi dan Kebudayaan Masyarakat Melayu dalam Perspektif Kebudayaan Berinai Sebelum Menikah di Jambi. Jurnal Pendidikan Sejarah dan IKIP Universitas Jambi, 2, 152-159.

Anggoro, Y. A., & Fatonah, K. (2021). Nilai Moral dalam Novel Mata di Tanah Melus Karya Okky Madasari dan Implikasinya pada Pembelajaran Sastra di sekolah Dasar. Jurnal Ilmu pendidikan, 6, 84-90.

Arifa, N. (2020). Tradisi Malam Khataman Pengantin Perempuan Suku Melayu Tamiang (Analisis Tindakan Sosial Ma Weber). Jurnal Studi Islam, 1, 28-48.

Arifin, H. (2004). Profesi Adat Budaya Melayu Serta Makna Yang Tersirat . Tanjungbalai.

Badan Pusat Statistik Kota Tanjungbalai dalam angka. (2024). 388.https://tanjungbalaikota.bps.go.id

Fatimah, R. P., Murtadho, F., & Zuriyati. (2022). Fungsi Pantun Adat Perkawinan Melayu Riau (Pantun Function as Malay Marriage Tradition of Riau). Journal Indonesian Languange Education and Literature, 7, 439-448.

Geertz, C. (1992). Kebudayaan dan agama . Yogyakarta: Kanisius.

Halim, N., Anoegrajekti, N., & Attas, S. G. (2021). Pantun Sebagai Tindak tutur dalam Perspektif Stereotip Gender. Journal Proceeding of THe International Conference of Cultural , 94-99.

Hall, S. (1994). Identitas Budaya dan Diaspora. London.

Hendra, D. F. (2023). Peran Mak Andam dalam Adat Pernikahan Melayu di Kepulauan Riau. Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum , 285-299.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta: Jakarta.

Koentjraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kusnita, S., & Lahir, M. (2022). Fungsi Pantun dalam Kesenian Tundang pada Masyarakat melayu di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences, 4, 2133-2140.

Meilinar, F., Muntadir, Zunuanis, Syahrin, A., & Dewi, S. L. (2022). Analisi Pantun dalam Meulateh Panton pada Acara Pesta Perkawinan di Kota Lhokseumawe. Journal Ilmiah, 14, 122-128.

Muhadzir, S. Y., & Saluddin, M. R. (2022). Pantun Melayu: Sistem Cairan Akhir Suku Kata Sebagai Alternatif Untuk Memudahkan Pencarian Rima. Journal of Environment, History adn Heritage, 6, 105-120.

Ningsih, A. P., Amrizal, & Sarwono, S. (2019). Berbalas Pantun pada Pada Pernikahan Etnik Serawai Kecamatan Ulu Talo. Jurnal Ilmiah Korpus, 3, 137-143.

Redfield, R. (2017). Mastarakat Petani dan Kebudayaannya. Jakarta: CV: Rajawali.

Ritonga, M., & Muti'ah, R. (2023). Analysis of Financial Literacy on Community Investment Decisions (Study in Tanjung Medan Village, Labuhanbatu Regency). Journal of Business, Technology, and Organizational Behavior, 3, 339-346.

Sarah, S., Hartati, T., & Ismawan. (2019). Tradisi Berbalas Pantun dalam Adat perkawinan Masyarakat Aceh Tamiang "Dilema Keutuhannya Keberlanjutannya". Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, 4, 97-106.

Spradley, J. p. (2015). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Trisfayani, Mailani, D., & Ginting, R. P. (2024). Nilai Moral dalam Tradisi Berbalas Pantun pada Perkawinan di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 14, 82-93.

Uli, I., Lizawati, & Yuniarti, N. (2020). Analisis Stilistika Pantun Upacara Adat Perkawinan Melayu Sambas Serta Relevaninya Sebagai Apresiasi Sastra di SMA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia, 7, 29-42.

Wahyuni, R. S., Parji, & Hanif, M. (2024). Makna Simbolik Uborampe Ritual Temanten Mandi di Sendang Modo Kadangsapi Jenar Sragen dan Potensinya Sebagai Sumber Ketahanan Budaya. Jurnal Ilmiah Indonesia, 9, 42-58.

Wati, D. A., Irwansyah, & Devianty, R. (2022). Kain Tenun Songket Melayu Batu Bara: Sejarah, Modif dan Fungsinya. Journal of History and Cultural Heritage, 3, 1-6


Refbacks

  • There are currently no refbacks.