(2) Lalu Aan Sasaka Akbar
(3) Andy Marjono Putranto
(4) Ani Widuri
(5) Agita Ramadhani
(6) Cahya Dwi Pradika
(7) Deni Cahyadi
*corresponding author
AbstractFenomena Bandung Lautan Api pada tahun 1946 bukan sekadar insiden sejarah, melainkan sebuah manifestasi strategis dari perlawanan urban yang menandai evolusi taktik perlawanan di Indonesia. Strategi bumi hangus, yang diimplementasikan secara kolektif oleh Tentara Republik Indonesia (TRI) dan warga Bandung, mencerminkan pemahaman mendalam tentang lanskap perkotaan sebagai medan pertempuran asimetris. Penelitian ini menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi studi kasus krusial dalam memahami bagaimana sinergi militer dan masyarakat sipil dapat secara aktif terlibat dalam konfrontasi militer, melampaui batasan konvensional antara kombatan dan non-kombatan. Hasil penelitian ini juga mengilustrasikan bagaimana inisiatif akar rumput dapat menjadi fondasi bagi strategi perlawanan yang lebih luas dan menjadi cikal bakal doktrin pertahanan Indonesia saat ini, yaitu Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata). Dengan demikian, Bandung Lautan Api tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga tonggak penting dalam perkembangan doktrin pertahanan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara secara menyeluruh dan berkelanjutan. Studi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara militer dan masyarakat sipil sebagai fondasi pertahanan yang efektif.
KeywordsBandung Lautan Api, Perang Asimetris, Strategi Bumi Hangus.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i8.2025.3439-3444 |
Article metrics10.31604/jips.v12i8.2025.3439-3444 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Abdul Haris Nasution - Fundamentals of Guerrilla Warfare (1965, Praeger) (1).pdf. (n.d.).
Chenoweth, E. (2014). Civil resistance: Reflections on an idea whose time has come. Global Governance, 20(3), 351–358.
Cribb, R. (2001). Military Strategy in the Indonesian Revolution: Nasution’s Concept of ‘Total People’s War’ in Theory and Practice. War and Society, 19(2), 143–154.
Denda Wiguna, Marsono, Novky Asmoro, Sholahuddin Asy-Syamil.(2024) "Perbandingan Persenjataan Dalam Konflik Kemerdekaan Indonesia: Analisis Tahun 1945–1949 antara Republik Indonesia dan Belanda", yang terdapat pada NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, Vol. 11 No. 9
Herlambang, M. L., Kurniawati, & Martini, S. (2021). Peran Mohammad Toha pada peristiwa Bandung Lautan Api tahun 1945–1946. JOIN: Jurnal Online Ilmu Sejarah, 2(2), 156–170.
Indonesia, K. P. R. (2014). Peraturan Menteri Pertahanan Republik IndonesiaNomor 25 Tahun 2014 tentang Doktrin Pertahanan.
Indrawan, R. M. J., & Efriza, E. (2018). Building Reserve Components Based on State Defense Capability As Indonesia’S Defense Power Facing Non-Military Threats. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 8(2), 21–42.
Mcelhatton, E. (2008). Guerrilla Warfare and the Indonesia Strategic Psyche. Smallwasjournall, 42(4).
Mouwn Erland. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Issue March).
Odippradana, M. H. K., & Kusumo, A. T. S. (2020). Analisis Tindakan Scorched-Earth Policy (Taktik Bumi Hangus) oleh Junta Militer Myanmar Terhadap Suku Rohingya di Rakhine Menurut Hukum Humaniter Internasional. Belli Ac Pacis, 5(2), 93–99.
Rahmadhani, A. R., Abdillah, F., & Sumadi, T. (2022). Analisis Muatan Nilai Nasionalisme Dalam Film Serangan Fajar Karya Arifin C. Noer. Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila Dan Kewarganegaraan), 3(1), 12.
Sri, R., Ramlan & Radhitanti, A. (2018). Pengenalan Kembali Peristiwa Bandung Lautan Api Sebagai Warisan Sejarah Melalui Buku Ilustrasi. Jurnal Rekamakna Institut Teknologi Nasional, 1–10.
Turner, B. (2005). Nasution: Total People’s Resistance and Organicist Thinking in Indonesia. Nasution, December.
Yulianto. E. et all, (2020). Geliat Kota Bandung Dari Kota Tradisional Menuju Modern.: Bank Indonesia.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download