PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI KAMPUNG KULINER TAMAN BUKIT GELANGGANG KOTA DUMAI

(1) * Muhammad Al Qashaf Gunawan Al Qashaf Gunawan Mail (Universitas Riau, Indonesia)
(2) Siti Sofro Sidiq Mail (Universitas Riau, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Kehidupan sosial ekonomi didefinisikan sebagai kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok orang yang ditentukan oleh aktivitas ekonominya, pendapatannya, tingkat pendidikannya, usianya, jenis rumah tinggalnya, dan posisinya dalam berbagai organisasi, dan faktor lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa status sosial ekonomi menunjukkan betapa buruknya kondisi sosial ekonomi seseorang di masyarakat. Kampung Kuliner adalah tempat yang banyak diminati oleh orang-orang dari berbagai usia.  Kawasan ini terletak di Kelurahan Bintan, Kecamatan Dumai Kota, dan menjadi tempat favorit bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati berbagai makanan lezat di tempat yang ramai dan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti secara khusus berkonsentrasi pada pedagang kaki lima sebagai subjek utama.  Peneliti menggunakan wawancara mendalam dan observasi langsung untuk mendapatkan data yang mencerminkan keadaan di lapangan. Untuk melakukan ini, mereka menggunakan berbagai metode penelitian, termasuk observasi langsung di lokasi, wawancara dengan informan yang dipilih secara hati-hati, dan dokumentasi yang relevan. Dari temuan yang mereka peroleh dari wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, penulis percaya bahwa hasil penelitian yang mereka peroleh berdasarkan temuan wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. upaya yang dilakukan oleh para pedagang di Kampung Kuliner Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran modern melalui media sosial. Dengan kombinasi antara inovasi, pelayanan yang baik, dan kolaborasi dengan pihak terkait, para pedagang berhasil menciptakan lingkungan yang menarik bagi konsumen dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka secara signifikan.


Keywords


Pedagang Kaki Lima, Perubahan Sosial, Kuliner.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i5.2025.2134-2143
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i5.2025.2134-2143 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Auliya, A., & Mona, N. (2020). Pengembangan Kreativitas Kuliner Sebagai Elemen Daya Tarik Wisata Kota Depok. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 25(3), 189–200.

Hawoe, D. J., Rizqi, A. M., & Putra, I. P. R. S. (2023). Pentingnya Inovasi Dan Kreativitas Dalam Peningkatan Hasil Penjualan Pada Usaha Toko Bunga Anyelir Di Kecamatan Denpasar Barat Tahun 2022: The Importance Of Innovation And Creativity In Increasing Sales Results In The Anyelir Flower Shop Business In West . Prospek, 2(2), 79–83.

Hartati, R. A. Y. U. (2024). Pengaruh Wisata Kuliner Terhadap Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat Tahun 2023).

Kainama, J. F. (2024). Pentingnya ekonomi untuk masa depan 1. 2(November), 482–485.

Karimah, I., & Satrio, D. (2023). Strategi Pemasaran Online Pada Bisnis Kuliner Untuk Meningkatkan Penjualan. Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Bisnis (SENESIS), 134–145.

Neuman, W. L. (2003). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Boston: Allyn & Bacon.

Sinaga, N. M. (2023). Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Desa Wisata Kampung Lama Kabupaten Deli Serdang Berbasis Potensi Lokal. At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam, VIII(I), 1–19.

Widodo, E., & Mukhtar, M. (2000). Metode Penelitian Deskriptif. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.