ANALISIS RUANG PUBLIK (PUBLIC SPHERE) ANTAR BUDAYA (STUDI PADA KOMUNITAS BANGBANG WETAN)

(1) * Respati Rafsanjani Mail (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Indonesia)
(2) Roziana Febrianita Mail (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


BangBang Wetan menjelma menjadi sebuah ruang publik yang majemuk, Peneliti tertarik dengan BangBang Wetan dikarenakan BangBang Wetan merupakan sebuah komunitas atau forum diskusi yang melakukan ruang diskusi antar budaya serta konsep diskusi yang berbeda dari forum atau komunitas lainnya. Penelitian ini mengeksplorasi tentang ruang publik dalam konteks komunitas BangBang Wetan di Surabaya yang dilaksanakan satu bulan sekali. Menggunakan teori Ruang Publik oleh Jurgenn Habermas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, observasi dan wawancara mendalam untuk menganalisis bagaimana prinsip ruang publik Habermas diterapkan oleh BangBang Wetan, serta bagaimana BangBang Wetan mewadahi kemajemukan. Penilitian ini menitikberatkan pada BangBang Wetan sebagai sebuah Ruang Publik antar budaya yang diperlukan pada masa saat ini. Lebih lanjut penelitian ini terungkap bahwa prinsip egaliter dengan tercerminnya interaksi antara narasumber dan audiens yang tidak memiliki batas fisik maupun non-fisik. Prinsip inklusif yang terbuka bagi siapa saja untuk hadir dan turut meramaikan jalannya diskusi serta Bebas dari dominasi yang diwujudkan dalam otonomi BangBang Wetan yang tidak terikat oleh kekuasaan absolut.


Keywords


Ruang Publik, BangBang Wetan, Komunitas, Antar Budaya.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i3.2025.988-994
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i3.2025.988-994 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Alkatiri, J. (2015). Ahmadiyah Qadian Dalam Perspektif Komunikasi Antarbudaya: Kajian Tentang Agama Di Ruang Publik. Penerbit Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

Badilo, A. (2017). Facebook E100 Suara Surabaya sebagai Ruang Publik: Analisis Isi Kualitatif terhadap Postingan Akun Facebook E100 Milik Radio Suara Surabaya . Universitas Kristen Satya Wacana.

Buroq, Sohibul (2022) Sejarah perkembangan majelis Maiyah Bangbang wetan sebagai simpul Maiyah di Surabaya : 2006-2022.Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Hasanudin, M. (2018). Menemukan Kembali Ruang Publik di Sinau Bareng. Caknun.com. Retrieved November 8, 2024, from https://www.caknun.com/2018/menemukan-kembali-ruang-publik-di-sinau-bareng/

Husaein, A. S. (2015). Karakteristik Komunikasi Emha Ainun Nadjib Dalam Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Di Forum Maiyah Mocopat Syafaat.

Ihwani, N. (2020). Melacak Keberadaan Ruang Publik (Rasionalitas Komunikatif Maiyah Sebagai Representasi Ruang Publik).

Pratama, A. C. J., Febrianita, R., & Chairil, A. M. (2023). Kritik Sosial Pada Pemerintah. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 185-198.

Supartiningsih. (2012). Multikulturalisme Dalam Perspektif Etika Diskursus Jurgen Habermas. Prosiding Seminar Internasional Multikultural Dan Globalisasi 2012. Depok:Universitas Indonesia.

Supartiningsih, S. (2017). Etika diskursus bagi masyarakat multikultural: Sebuah analisis dalam perspektif pemikiran Jürgen Habermas. Jurnal Filsafat, 17(1), 32-59.

Yudhistira, J. F. (2012). Forum Bang Bang Wetan Dalam Perspektif Jurgen Habermas. In Universitas Airlangga, Program Magister Sosiologi


Refbacks

  • There are currently no refbacks.