(2) Indrawati Indrawati
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pedagang kaki lima tentang relokasi Pasar Jongkok Purwodadi Pekanbaru dan alasan mereka bertahan berjualan di lokasi tersebut setelah adanya relokasi oleh pemerintah. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan subjek penelitian adalah pedagang kaki lima yang telah berjualan sejak 2013, terdampak pemindahan, dan kembali berjualan setelah relokasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang kaki lima memandang relokasi ke Pasar Senggol sebagai kebijakan yang belum sesuai harapan karena lokasi kurang strategis, biaya retribusi tinggi, fasilitas parkir berbayar, dan menurunnya minat pembeli. Alasan pedagang bertahan di Pasar Jongkok Purwodadi adalah lokasi yang strategis, omset penjualan yang lebih tinggi, kemampuan beradaptasi dengan keadaan, biaya retribusi yang terjangkau, minat pembeli tinggi, dan tidak adanya parkir berbayar. Kesimpulannya, kebijakan relokasi perlu mempertimbangkan kesejahteraan pedagang untuk menghasilkan kebijakan yang menguntungkan semua pihak. KeywordsPedagang Kaki Lima, Relokasi, Pasar Jongkok, Kebijakan Pemerintah, Kesejahteraan.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i6.2025.2301-2315 |
Article metrics10.31604/jips.v12i6.2025.2301-2315 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Ahmad Subandi. (1982). Psikologi Sosial (cet. ke-2). Jakarta: Bulan Bintang.
Ali Achsan. Model Tranformasi Sosial sektor informal: Sejarah, Teori dan Praksis Pedagang Kaki Lima. Malang: In-TRANS Publishing.
Antara, I. K. A., & Aswitari, L. P. (2016). Beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima di Kecamatan Denpasar Barat. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 5(11), 165258.
Ardianto, F. E. (2017). Implementasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Sidoarjo (Studi pada Relokasi PKL dari Alun-alun ke GOR Sidoarjo) (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Ari. (2008). Sektor Informal di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Aulia AR, A. R. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus Pantai Losari Kota Makassar) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Auliak, S. (2021). Strategi Usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) Dalam Mempertahankan Usaha di Pasar Jogorogo Kabupaten Ngawi (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).
Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Chairunnisa, C. (2017). Analisis Respon Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah Terintegrasi Islami Kemuhammadiyahan Dan Penghayatan Terhadap Nilai Agama Islam. Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(1), 9-22.
Damsar. (2009). Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Kencana Prenata Media Group.
Darsono. (2005). Metodologi Riset Agribisnis. Yogyakarta: Program Studi Agribisnis Jurusan Social-Ekonomi Pertanian UPN "Veteran".
Evers, H. D., & Korff, R. (2002). Urbanisasi di Asia tenggara: Makna dan kekuasaan dalam ruang-ruang sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Febrilianawati. (2010). Relokasi Pasar Tradisional dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Pedagang. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Geertz, C. Penjaja dan Raja: Perubahan Sosial dan Modernisasi Ekonomi di Dua Kota Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Handoyo, E. (2013). Kontribusi modal sosial dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang kaki lima pascarelokasi. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 5(2).
Hanum, N. (2017). Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kota Kuala Simpang. Jurnal Samudra Ekonomika, 1(1), 72-86.
Harsiwi, A. T. (2002). Pemahaman Ekonomi Informal: Pedagang Kaki Lima di Yogyakarta. Yogyakarta.
Heriyanto, M. (2012). Revitalisasi Pasar Tradisional di Pekanbaru. Jurnal El-Riyasah, 3(1), 14-24.
Ihsan, F. (2014). Dimensi politik kebijakan relokasi pedagang kaki lima (pkl) pasar jongkok di jalan hr. Soebrantas kelurahan sidomulyo barat kecamatan tampan kota pekanbaru tahun 2012-2013.
Kurniawati, F. (2022). Analisis Strategi Bertahan Hidup Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Dolopo Kelurahan Bangunsari Kecamatan Dolopo (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).
Manning, C., & Effendi, T. N. (1996). Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal di Kota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Mardotillah, R. (2021). Strategi pedagang kaki lima dalam meningkatkan penghasilan untuk kesejahteraan keluarga: studi kasus pedagang kaki lima taman kota Selong (Doctoral dissertation, UIN Mataram).
Mustafa, A.A, (2008). Model Transformasi Sosial Sektor Informal: Sejarah, Teori dan Praksis Pedagang Kaki Lima. Malang: In-TRANS Publishing.
Permadi, G. (2007). Pedagang kaki lima: riwayatmu dulu, nasibmu kini!. Yudhistira Ghalia Indonesia.
Putri Pratiwi, M., Ratna Sari, A., & Praditya, S. (2022). Analisis Pengaruh Sosial Ekonomi Kebijakan Relokasi Malioboro Terhadap Pedagang Kaki Lima. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 14(2), 56–63.
Rachbini, D. J. (1994). Ekonomi Informal Perkotaan. Jakarta: LP3ES.
Rafidah, R. (2019). Strategi dan Hambatan Pedagang Kaki Lima Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus PKL di Telanaipura Kota Jambi). Indonesian Journal of Islamic Economics and Business, 4(2), 55-69.
Rahmi, H. (2013). Efektifitas kebijakan pemerintah kota pekanbaru dalam penertiban pedagang kaki lima (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).
Ramli. (1992). Sektor Informal Perkotaan: Pedagang Kaki Lima. Jakarta: Ind-Hill-Co.
Rossanti, F., & Zakiah, A. (2020). Pemilihan tempat relokasi dan arahan desain shelter pedagang kaki lima di sport center dadaha.
Sastrawan, I. W., Haris, I. A., & Suwena, K. R. (2015). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi usaha pedagang kaki lima di pantai Penimbangan kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 5(1).
Sheila, A. D. P. (2023). Eksternalitas Pedagang Kaki Lima: Analisis Kebijakan Relokasi Untuk Pembangunan Ekonomi Daerah. OSF Preprints.
Soetomo, S. (1996). Strategi Ruang Untuk Pasar Tradisional di Semarang. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Soeratno. (2000). Ekonomi Mikro Pengantar. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Sonny Sumarsono. (2009). Teori dan Kebijakan Publik Ekonomi Sumber Daya Manuia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyanto, B. A. W. (2023). Analisis Wacana Kritis Relokasi Pkl Malioboro Dalam Media Lokal Yogyakarta Critical Discourse Analysis of Malioboro Street Vendor Relocation in Yogyakarta Local Media. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 27(1), 67–76.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Widjajanti, R. (2009). Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima Pada Kawasan Komersial Di Pusat Kota Studi Kasus: Simpang Lima, Semarang. Teknik, 30(3), 162-170.
Winanto, & Wafirotin. (2016). Transformasi Pedagang Pasar Tradisional. Jurnal Studi Ekonomi, 5(1).
Zaini. (2022). Arrangements for Utilization of Public Facilities for Street Vendors in the Indonesian Legal State. VOICE JUSTISIA Jurnal Hukum Dan Keadilan, 6(2), 1–22
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download