(2) Mirna Nur Alia Abdullah
(3) Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura
*corresponding author
AbstractKetidaksesuaian antara pendidikan dan dunia kerja menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka pengangguran terdidik. Banyak lulusan perguruan tinggi menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka akibat ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan dalam pendidikan formal dan kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian tersebut serta dampaknya terhadap meningkatnya jumlah pengangguran terdidik. Selain itu, penelitian ini juga membahas strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi kesenjangan tersebut agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lulusan perguruan tinggi yang mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan, serta didukung oleh sumber sekunder seperti laporan penelitian, artikel media, dan data dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian kurikulum, kurangnya pelatihan praktis, serta ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan kesempatan kerja memperburuk permasalahan ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi yang melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri, seperti peningkatan kualitas pelatihan kerja, program pemagangan, serta penguatan bimbingan karir. Dengan penerapan strategi yang tepat, diharapkan lulusan perguruan tinggi memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja dan dapat memanfaatkan pendidikan mereka secara optimal. Keywordsketidaksesuaian pendidikan, pengangguran terdidik, pasar kerja, kesiapan tenaga kerja, strategi ketenagakerjaan.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i4.2025.1385-1389 |
Article metrics10.31604/jips.v12i4.2025.1385-1389 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arifin, S., & Firmansyah, F. (2017). Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Kesempatan Kerja Terhadap Pengangguran Di Provinsi Banten. Jurnal Ekonomi-Qu, 7(2). https://doi.org/10.35448/jequ.v7i2.4978
Astriani, V., & Nooraeni, R. (2020). Determinan Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi Di Indonesia Tahun 2018. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 8(1), 31–37. https://doi.org/10.26740/jupe.v8n1.p31-37
Hariyanto, E. (2021). Pengangguran dan Krisis Ekonomi. Kementrian Keuangan, 1–8. https://klc2.kemenkeu.go.id/document/2020/10/6/1601946778481gdi/pengangguran_dan_krisis_ekonomi_-_edit_anes.pdf
Hoturu, T., Dilly, A., Papuling, G., Studi, P., Bisnis, A., & Namotemo, U. H. (2022). DAMPAK MISMATCH PENDIDIKAN-PEKERJAAN TERHADAP PENGEMBANGAN KEAHLIAN KARYAWAN DI HALMAHERA. 10(2).
Karmeli, E., Rohana, S., Pembangunan, E., & Samawa, U. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terdidik di Kabupaten Sumbawa Barat. 7(2), 126–140.
Paramita, A. (2023). Faktor Pendidikan Mempengaruhi Tingkat Pengangguran ( Studi Kasus di Kota Makassar Sulawesi Selatan ). BIJAC: Bata Ilyas Journal of Accounting, 4(3), 55–69. https://www.journal.stieamkop.ac.id/index.php/bijak/article/view/6315
Pratomo, D. S. (2017). Fenomena pengangguran terdidik di Indonesia. Sustainable Competitive Advantage, 7(7), 1.
Rorong, M. J. (2018). The Presentation Of Self in Everyday Life: Studi Pustaka Dalam Memahami Realitas Dalam Perspektif ERVING GOFFMAN. Jurnal Oratio Directa, 1(2), 119–132.
ZULKIFLI ALWI. (2022). ANALISIS PERAN DINAS TENAGA KERJA DALAM UPAYA MENGURANGI MASALAH PENGANGGURAN TERDIDIK DI WILAYAH KOTA PEKANBARU
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download