(2) Saifuddin Zuhri
*corresponding author
AbstractBagi para pelaku usaha, media sosial Instagram kini menjadi strategi yang baik untuk dekat dan berpartisipasi dengan konsumen. Perkembangan konten Instagram memainkan peran penting untuk meningkatkan customer engagement. Namun sebagai brand skincare pria baru @bromen.official tentu memiliki kendalanya nya sendiri. Terlebih dibandingkan dengan pasar skincare wanita, segmen ini masih tergolong belum ramai dan tantangannya dalam menghadapi stereotipe maskulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi konten Instagram @bromen.official dalam meningkatkan customer engagement, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi konten di Instagram melalui tahapan Share, Optimize, Manage dan Engage menurut The Circullar Model telah dilakukan dengan baik. Namun, pihak manajemen dirasa perlu memaksimalkan fitur live streaming di Instagram. KeywordsOptimalisasi Konten, Instagram, Customer Engagement.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i3.2025.874-883 |
Article metrics10.31604/jips.v12i3.2025.874-883 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Abdillah, L. A. (2022). Peranan Media Sosial Modern.
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (Vol. 11, Issue 1). Syakir Media Press.
Evan, D. (2010). Social Media Marketing: The Next Generation of Business. Wiley Pub.
Fadillah, S. N., & Setyorini, R. (2021). Analisis implementasi strategi content marketing dalam menciptakan customer engagement di media sosial Instagram Wakaf Daarut Tauhiid Bandung. Menara Ilmu, XV(02), 100–116.
Firdiyogi, N. (2022). Konstruksi Sosial Maskulinitas Positif Dan Kesehatan Mental. In Skripsi.
Funk, T. (2013). Advanced Social Media Marketing: How to Lead, Launch, and Manage a Successful Social Media Program.
Heggde, G., & Shainesh, G. (2018). Social media marketing: Emerging concepts and applications.
Holt, D. B. (2004). How Brands Become Icons : The Principles of Cultural Branding. Harvard Business Press.
Jenkins, H. (2016). Defining participatory culture. In Participatory culture in a networked era.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2012). EBOOK : Marketing Management 14th Ed. Prentice Hall.
Kusumah, L. A., & Putra, R. P. (2022). Pengelolaan Konten Instagram dalam Komunikasi. Bandung Conference Series: Communication Management, 777–781.
Lutrell, R. (2016). Social media : how to engage, share, and connect. Rowman & Littlefield.
Sabil M, S., & Dadi, A. (2023). Pengelolaan Konten Instagram dalam Konten Dakwah #Shift1MinuteBooster Shift Media. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 3(2), 121–124. https://doi.org/10.29313/jrmk.v3i2.3226
Sari, A., Hartina, R., Awalia, R., Irianti, H., & Ainun, N. (2018). Komunikasi Dan Media Sosial. Jurnal The Messenger, December.
Setiawan, D., Pamungkas, R., Lenawati, M., & Y, S. L. (2024). Evaluasi Penggunaan Teknologi & Branding Digital Pada Cv Pandawa Digital Media Evaluation Of Technology Usage & Digital Branding. 15–22.
Sterne, J. (2010). Social Media Metrics: How to Measure and Optimize Your Marketing Investment. John Wiley & Sons.
Ware, C. (2014). Information Visualitation : Perception for Design.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download