(2) Shinta Komal Dewi
(3) Yudi Cahyo Nugroho
(4) Bagas Bejaji Tazakka
(5) Pia Khoirotun Nisa
*corresponding author
AbstractStudi ini menelusuri bagaimana platform media sosial X (dahulu dikenal sebagai Twitter) berperan dalam memperkuat perbedaan pandangan publik selama Pemilihan Presiden Brazil tahun 2022. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan paradigma konstruktivisme, penelitian ini mengaplikasikan teori framing untuk menelaah bagaimana kedua kubu utama, yakni Jair Bolsonaro dan Luiz Inácio Lula da Silva, membentuk serta menyebarkan narasi politik melalui media sosial. Temuan menunjukkan bahwa fitur seperti retweet, hashtag, dan trending topic dimanfaatkan secara terencana untuk membingkai lawan politik secara negatif. Teknik framing menjadi alat dalam membentuk identitas kelompok, memunculkan respons emosional dari pendukung, serta memengaruhi opini publik dengan memanfaatkan meme, video singkat, dan narasi-narasi ideologis yang bersifat polarisatif. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa X tidak sekadar berfungsi sebagai sarana komunikasi politik, tetapi telah menjadi ruang konflik naratif yang memperdalam jurang perbedaan sosial dan politik di masyarakat Brazil.
Keywordsraming, polarisasi, media sosial, pemilu Brazil, X (Twitter).
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v12i8.2025.3400-3405 |
Article metrics10.31604/jips.v12i8.2025.3400-3405 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Scheufele, Dietram A. “Framing as a Theory of Media Effects,†Journal of Communication, Vol. 49, No. 1 (1999): 103–122.
Entman, Robert M. “Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm,†Journal of Communication, Vol. , No. 4 (1993): 52.
Snow, David A., dan Benford, Robert D. “Ideology, Frame Resonance, and Participant Mobilization,†International Social Movement Research, Vol. 1 (1988): 197–217.
Gillespie, T. (2018). Custodians of the Internet: Platforms, content moderation, and the hidden decisions that shape social media. Yale University Press.
Bruns, A., & Highfield, T. (2015). Is Habermas on Twitter? Social Media and the Public Sphere. In The Routledge Companion to Social Media and Politics (pp. 56–73).
Chadwick, A. (2013). The Hybrid Media System: Politics and Power. Oxford University Press.
Wenggar, Benedictus, et al. "REFORMASI HUKUM: TINJAUAN KRITIS TENTANG PEMBENTUKAN PERADILAN KHUSUS PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA." Journal of Studia Legalia 5.02 (2024). h. 12
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download