BATU GURU MANDELE: WARISAN FOLKLOR DALAM PEMBENTUKAN ADAT ISTIADAT PARMONANGAN

(1) * Laura Wati Situmorang Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Puspita wati Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis folklor Batu Guru Mandele dalam mempengaruhi adat istiadat masyarakat desa Parmonangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data menggunakan teori simbolik Clifford Geertz yang memandang budaya sebagai sistem makna yang diwujudkan melalui simbol. Dalam konteks ini, cerita Batu Guru Mandele dianggap sebagai simbol budaya yang mencerminkan nilai, norma, dan kepercayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Batu Guru Mandele masih memiliki pengaruh besar terhadap praktik adat dan struktur sosial, meskipun mengalami pergeseran makna di kalangan generasi muda. Masyarakat yang tetap memegang teguh tradisi masih menjadikan folklor ini sebagai panduan hidup dan sarana menjaga hubungan spiritual dengan leluhur. Dengan demikian, meskipun persepsi terhadap cerita ini mulai berubah, folklor Batu Guru Mandele tetap memainkan peran penting dalam menjaga identitas budaya lokal, sehingga perlu dilestarikan dan dimaknai kembali sesuai konteks zaman.

Keywords


Folklor, Batu Guru Mandele, Budaya Lokal, Desa Parmonangan.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i8.2025.3313-3320
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i8.2025.3313-3320 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anggito, A. & Setiawan, J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Jawa Barat: CV Jejak.

Danandjaja, J. (1997). Folklor dan kebudayaan kolektif. Pustaka Utama Grafiti

Endraswara, S. (2009). Folklor: Kajian teoritis dan aplikatif. MedPress (Anggota IKAPI).

Fadhilasari, I. (2022). Legenda Petirtaan Dalam Kepercayaan Dan Kearifan Lokal Masyarakat Mojokerto: Kajian Folklor. SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(4), 78-88

Gurning, R., & Damanik, R. (2022). Legenda Siboru Lopian di Desa Onom Hudon Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Kajian Folklor. Kompetensi, 15(1), 74-81.

Imam Bawani, Tradisionalisme dalam Pendidikan Islam, Surabaya : al-Ikhlas, 1990.

Koentjaraningrat, (2002). Pengantar Antropologi Sosial. Rineka Cipta.

Liliveri, Alo. (2003). Makna Budaya dan Komunnikasi Antar Budaya. Yogyakarta: LKIS Yogyakarta

Moleong, L. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Pratama, A, dkk. 2023. Korelasi Kearifan Lokal dengan Kepercayaan Lokal terhadap tolak Bala di Paluta. Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya, 3(6):1358-1369.

Puspitawati, P., Ekomila, S., & Hasanah, N. (2013). Etnomedisin Sebagai Solusi Alternatif Pada Permasalahan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat di Desa Bagan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Jupiis: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 5, 116-26.

Wijayanti, N., Mursalim, M., & Dahri, D. (2021). Fungsi Dan Dampak Mitos Pada Cerita Rakyat Kembar Buaya Terhadap Masyarakat Di Longkali Kabupaten Paser: Kajian Folklor. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 5(4), 740-751.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.