PERANAN FOKLOR LISAN PEA POROHAN DALAM MENCEGAH TABU INSES DI DESA SALAON TOBA KABUPATEN SAMOSIR

(1) * Ronia Sinurat Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Puspitawati Puspitawati Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Peneliti ini bertujuan menganalisis peranan foklor lisan pea porohan dalam mencegah tabu inses di Desa Salaon Toba Kabupaten Samosir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa peranan foklor lisan Pea Porohan memiliki peran yang penting dalam membangun kesadaran masyakat dalam mencegah tabu inses di desa Salaon Toba.  Foklor lisan pea porohan memainkan peran penting yang lebih besar, bukan hannya sekedar hiburan atau hannya di ceritakan begitu saja tetapi sebagai alat mengontrol sosial. Adapun peranan foklor lisan pea porohan dalam mencegah tabu inses di desa Salaon Toba Kabupaten Samosir yaitu (1) menyampaikan norma dan larangan; (2) memberikan sanksi simbolik; (3) mengajarkan etika dan moral; (4) memperkuat identitas sosial dan adat.


Keywords


Peranan, Foklor Lisan, Tabu Inses.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i7.2025.2902-2907
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i7.2025.2902-2907 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ardiansyah, Risnita, & Jailani, S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal Pendidikan Islam, I(2), 1-9.

Burhan, B. (2007). Penelitian kualitatif: komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Jakarta: Prenada Media Group

Danandjaya,J. 1997. Folklor Indonesia: Ilmu gossip, dongeng, dam lain-lain. PT Pustaka Utama Grafiti, Jakarta

Diana, E., & Putra, D. A. (2020). Folklor Lisan Dendang Pada Malam Bimbang Gedang Tepuk Tari Adat Perkawinan Kota Bengkulu. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 20(1), 84-94

Endraswara, S. (Ed.). (2013). Folklor nusantara: hakikat, bentuk, dan fungsi. Penerbit Ombak.

Hutabarat, S. P., dan Silalahi, H. (2022). Eksplorasi Folklor Lisan Karo Sebagai Identitas Dan Penguatan Sosial Budaya. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya, 7(2), 168-173.

Ilham, M., dan Wijiati, I. A. (2023). Kajian Folklor: Pamali Di Desa Bakaru Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2), 1391-1396.

Juwita, J. (2019). Analisis Nilai-Nilai Budaya Dalam Foklor Lubuklinggau Musi Rawas. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pengajarannya, 3 (2), 168-178.

Moleong, L. J., & Edisi, P. R. R. B. (2004). Metodelogi penelitian. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya, 3(01).

Muslim, M., Al Farizi, F., Azzahra, N., & Hidayat, N. Analisis Dampak Inses Dalam Perspektif Q. S Surat an-Nisa Ayat 23. Jurnal Ilmu Hukum, 1, 1-8.

Puspitawati, P., Ekomila, S., & Hasanah, N. (2013). Etnomedisin Sebagai Solusi Alternatif Pada Permasalahan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat di Desa Bagan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Jupiis: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 5, 116-26.

Royani, F., & Timur, W. (2021). Peranan Masyarakat Terhadap Pencegahan Kejahatan Incest Berdasarkan Teori Kontrol Sosial. Al Imarah: Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam, 6(1), 39-48.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta, Cv.

Thalib, M. A. (2022). Pelatihan teknik pengumpulan data dalam metode kualitatif untuk riset akuntansi budaya. Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(1), 44-50.

Wotulo, F. A. (2017). Kedudukan Delik Inses (Incest) Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia. Lex Crimen, 6(4).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.