PATRONASE KELUARGA DAN OLIGARKISME SEBAGAI SUMBER KONFLIK INTERNAL PADA KEPEMIMPINAN PARTAI DEMOKRAT

(1) * Andhika Purbakala Rona Mail (Universitas Lampung, Indonesia)
(2) Hertanto Hertanto Mail (Universitas Lampung, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Konflik internal kerap kali terjadi di tubuh partai politik di Indonesia. Salah satu konflik yang terjadi adalah konflik internal di partai demokrat 2021 lalu yang mengakibatkan terjadi dua kubu dalam satu partai yakni kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kubu Moeldoko. Penelitian ini menggunakan teori manajemen dan penyelesaian konflik, adapun metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil Penelitian menunjukkan Konflik ini memuncak dengan diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, di mana Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum versi KLB, menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Faksionalisasi dipicu oleh beberapa faktor, termasuk perubahan AD/ART yang dianggap sepihak, dominasi keluarga Yudhoyono dalam struktur partai, serta penurunan elektabilitas partai. Dampak dari konflik ini sangat besar, menciptakan perpecahan internal, menurunkan kepercayaan publik, dan mengganggu proses kaderisasi. Penyelesaian konflik melalui Mahkamah Partai dan pengadilan belum berhasil, yang menyebabkan ketidakpastian dalam kepemimpinan. Secara keseluruhan, konflik ini menunjukkan tantangan besar bagi Partai Demokrat dalam menjaga stabilitas dan relevansinya di kancah politik nasional.


Keywords


Patronase, Oligarki, Partai Demokrat

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v12i2.2025.479-487
      

Article metrics

10.31604/jips.v12i2.2025.479-487 Abstract views : 0

   

Cite

   

References


Agustino, L. (2014). Patronase Politik Era Reformasi: Analisis Pilkada di Kabupaten Takalar dan Provinsi Jambi. Jurnal Administrasi Publik, 11(2), 69–85. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/snh

Aspinall, E. (2013). A Nation in Fragments. Patronage and Neoliberalism in Contemporary Indonesia. Critical Asian Studies, 45(1), 27-54.

Aulia, F. R. (2023). Penyelesaian Konflik Internal Partai Demokrat Tahun 2021 Dengan Cara Non Ligitasi. Jurnal Trias Politika, 7(1), 139–156. https://doi.org/10.33373/jtp.v7i1.4947

Didiharyono, D., & Qur'ani, B. (2019). Increasing Community Knowledge Through the Literacy Movement. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 17-24.

Emirdhani Utama, R., & Pasha Rasjid, J. A. (2024). Konflik Faksionalisasi Partai Demokrat Dalam Kongres Luar Biasa Deli Serdang 2021. Action Research Literate, 8(6), 1–9.

https://doi.org/10.46799/arl.v8i6.389

Fauziah, S. A. G. F., Indarja, & Pinilih. (2022). ANALISIS YURIDIS PENYELESAIAN KONFLIK INTERNAL PARTAI POLITIK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN

TENTANG PARTAI POLITIK Fauziah. Diponegoro Law Journal, 11(2). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/33291/26755

Febriyanti, R. F., & Nuraeni, R. (2022). The Democratic Party “Coup†between Agus Harimurti Yudhoyono and Moeldoko on Detik.com and Okezone.com. Jurnal Kajian Jurnalisme, 6(1), 30. https://doi.org/10.24198/jkj.v6i1.37811

Gunawan, K., & Rante, Y. (2011). Manajemen konflik atasi dampak masyarakat multikultural di Indonesia. Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis, 2(2), 212- 224.

Handoko, T. H. (2001). Manajemen personalia dan sumber daya manusia, edisi kedua.

Yogyakarta: BPFE.

Igbinoba, G.O. (2011). Peace Studies and Conflict Resolution. Published by Otoghagua Ent.

Nigeria (BR) Benin City.

Mangkunegara, A.A. (2009). Manajemen Sumber Daya manusia Perusahaan. Bandung: Rosda Karya

Margiani, M. (2022). Kekerasan Verbal dalam Wacana Politik Kudeta Partai Demokrat. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 13(1), 120–130. https://doi.org/10.31503/madah.v13i1.452

Miriam Budiardjo. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

Muspawi, M. (2014). Manajemen Konflik (Upaya Penyelesaian Konflik dalam Organisasi).Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Humaniora 16(2), 41-46

Ogonor, B.O. (2004). Conflict Management and Resolution in Organization and Administration of Education. Perspectives and Practices Festa Printing Press LTD; 11(249-257)

Ramlan Surbakti. (2010). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT. Grasindo.

Ramsbotham, O., Miall, H., & Woodhouse, T. (2011). Contemporary Conflict Resolution.Polity, Bradford University.

Setiawan, A. Y., Murjani, M., & Sagama, S. (2022). Dualisme Partai Demokrat Dalam Hukum Positif Dan Fiqih Siyasah. QONUN: Jurnal Hukum Islam Dan Perundang- Undangan, 6(2), 129–150. https://doi.org/10.21093/qj.v6i2.5378

Sitanggang, P. B., & Lubis, A. Y. (2022). Framing Kisruh Kudeta Kepemimpinan Partai Demokrat. BroadComm, 4(1), 13–22. https://doi.org/10.53856/bcomm.v4i1.231

Sukarni, N. F., Avondita, W., Islami, D. I., & Saifulloh, M. (2022). Personal Branding Agus Harimurti Yudhoyono Melalui Media Sosial Instagram @agusyudhoyono. Jurnal Cyber PR, 2(1), 25–48. https://doi.org/10.32509/cyberpr.v2i1.2124

Syahrial, E., & Jalal, A. (2023). Konflik Internal partai Politik Studi Partai Demokrat Periode 2020-2021. Jurnal Ilmu Dan Budaya, 44(2), 111. https://doi.org/10.47313/jidb.v44i2.2631

Tekleab, A. G., Quigley, N. R., & Tesluk, P. E. (2009). A longitudinal Study of Team Conflict, Conflict Management, Cohesion, and Team Effectiveness. Group & Organization Management, 34(2), 170-205.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.