RIHLAH ILMIAH DALAM TRADISI INTELEKTUAL MUSLIM DAN RELEVANSINYA DENGAN KEMAJUAN TEKNOLOGI

(1) * Ismaraidha Ismaraidha Mail (Universitas Pembangunan Panca Budi, Indonesia)
(2) Tumiran Tumiran Mail (Universitas Pembangunan Panca Budi, Indonesia)
(3) Latifah Hannum Mail (Universitas Pembangunan Panca Budi, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Menuntut ilmu merupakan kewajiban tiap muslim laki-laki dan perempuan. Ini bukan merupakan doktrin agama semata, melainkan telah dipraktikkan jauh ketika Islam sempurna turun di atas dunia. Dengan menelusuri sejarah dunia Islam, kita dapat mengetahui bahwa banyak sahabat dan ulama di masa lalu yang telah mempraktikkannya.

Salah satu tradisi dalam menuntut ilmu dikenal dengan istilah rihlah ‘ilmiyah. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang pengertian rihlah ‘ilmiah dan faktor yang mendorong perkembangannya, praktik rihlah ‘ilmiah dengan mengemukakan beberapa sampel ulama baik dari luar maupun dalam nusantara, serta bagaimana peranan rihlah ‘ilmiah dalam dunia intelektual. Rihlah ilmiah dimaknai sebagai setiap perjalanan yang bertujuan untuk menuntut ilmu, mencari tempat belajar yang baik, mencari guru yang lebih otoratif, atau juga perjalanan seorang ilmuwan ke berbagai tempat, baik secara formal untuk melakukan aktivitas akademik maupun tidak.

Praktik rihlah ilmiah ini di antaranya dilatarbelakangi oleh perintah agama, tersebarnya para ulama, bantuan dan fasilitas yang luar biasa dari pemerintah, dan lain sebagainya. Adapun fungsi rihlah ilmiah dalam dunia intelektual, yaitu: sebagai usaha untuk mencari guru yang baik, sebagai sebuah cara untuk memperluas wawasan, sebagai modus penyebaran ilmu pengetahuan serta sebagai perajut kesatuan peradaban Islam.


Keywords


Rihlah Ilmiah, Pendidikan, Kemajuan Teknologi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i11.2024.4869-4878
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i11.2024.4869-4878 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ahmad Sjalabi, Sedjarah Pendidikan Islam, Djakarta: Bulan Bintang: 1973.

Azyumardi Azra, Jaringan Ulama; Timur tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII, Jakarta: Kencana Prenada Group, 2013.

Hasan Asari, Nukilan Pemikiran Islam Klasik, Medan: IAIN Press, 2012.

Hasan Asari, Menguak Sejarah Mencari Ibrah, Bandung: Cita Pustaka Media Perintis, 2006.

Mahmud Musthafa Sa’ad, Nashir Abu Amir Al-Humaidi, Golden Stories; Kisah-Kisah Indah dalam Sejarah Islam, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2013.

Muhammad Bin Abdullah Bin Bathuthah, Rihlah Ibnu Bathuthah; Memoar Perjalanan Keliling Dunia di Abad Pertengahan (Terjemahan), Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2012.

Mulyadhi Kartanegara, Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam, Jakarta: Baitul Ihsan, 2006.

Rivay Siregar, Wahdatul Wujud; kajian Esoteris Ibn ‘Arabi Mencerahkan Misteri Korelasi Tuhan-Manusia, Medan: Istiqomah Mulya Foundation & Pusat Kajian Tasawuf SU, 2005.

Warul Walidin, Konstelasi Pemikirann Pedagogik Ibnu Khaldun Perspektif Pendidikan Modern, Yogyakarta: Nadia Foundation, 2003.

Zainal Abidin Ahmad, Sejarah Islam dan Umatnya Sampai Sekarang, Jakarta: Bulan Bintang, 1978


Refbacks

  • There are currently no refbacks.