TINJAUAN KASUS BLUNDER KONTEN CLEORA BEAUTY DARI PERSPEKTIF KESESATAN BERFIKIR

(1) * Nawal Athaillah Ramadhan Mail (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Indonesia)
(2) Suprima Suprima Mail (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Perusahaan di industri kecantikan kini juga memanfaatkan fenomena beauty vlogger untuk mempromosikan produk-produk kecantikan mereka. Beauty vlogger yang memiliki engagement tinggi serta reputasi yang baik tentu dapat memperoleh kepercayaan dari audiens mereka. Untuk memahami masalah ini dengan lebih mendalam, penulis menggabungkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang mencakup tinjauan terhadap teori, gagasan, prinsip, dan batasan hukum yang relevan. Kasus blunder yang dialami oleh Cleora Beauty, sebuah merek skincare lokal, merupakan contoh nyata dari dampak negatif yang dapat timbul akibat kesesatan berpikir dalam proses pengambilan keputusan, terutama dalam konteks pemasaran. Kesalahan dalam memproduksi dan mempublikasikan konten yang dianggap merendahkan target audiensnya, yaitu individu yang tengah berjuang melawan jerawat (acne fighter), tidak hanya menciptakan kontroversi tetapi juga merusak citra dan reputasi merek secara signifikan. 

Keywords


Beauty, Konten, Kontroversi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i11.2024.4780-4788
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i11.2024.4780-4788 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Adam, Aulia. (2018). Saling menguntungkan antara beauty vlogger dan industri kecantikan. Tirto.id. Diakses pada 27 Agustus 2024.

Barak, A., Hen, L., Boniel-Nissim, M., & Shapira, N. (2008). Comprehensive review and a meta-analysis of the effectiveness of Internet-based psychotherapeutic interventions. Journal of Technology in Human Services, 26(2-4), 109–160.

Cheung, C. M., Nabity-Grover, T., & Thatcher, J. B. (2020, June 28). Inside out and outside in: How the COVID-19 pandemic affects self-disclosure on social media. National Library of Medicine, 55(1), 1–25.

Indrawati. (2015). Metode penelitian manajemen dan bisnis konvergensi teknologi komunikasi dan informasi. Bandung: Aditama.

Lestari, Anisa. (2017). Efek tayangan Indo beauty vlogger di situs YouTube terhadap perilaku imitasi mahasiswi (Skripsi). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta.

Maulana, A., & Fajrina, H. (2016). Dahulu ada blog, kini mulai nge-vlog. CNN Indonesia. Diakses pada 28 Desember 2019.

Maulana, I., & Salsabila, O. (2020). Pengaruh social media influencer terhadap perilaku konsumtif di era ekonomi digital. Majalah Ilmiah Bijak, 17(1), Maret 2020. Universitas Padjajaran, Bandung.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.