*corresponding author
AbstractTulisan ini hendak mencari tahu motivasi dan tujuan beberapa orang muda menjadi relawan di Perkampungan Sosial Pingit di Yogyakarta. Penelitian ini menyoroti keterlibatan relawan Pingit, hubungan dorongan afeksi dengan bela rasa, dan dampak keterlibatan sosial terhadap agama dan teologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain wawancara mendalam dan focus group discussion. Sementara itu, analisis atas data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dan studi pustaka. Kerelawanan di Pingit menunjukkan keterlibatan konkret orang-orang muda dalam karya sosial. Penelitian ini menunjukkan bagaimana aktivisme sosial dan agama (teologi) mempengaruhi dan memperkaya satu sama lain, serta memberikan inspirasi bagi keterlibatan kaum muda dalam karya sosial. Meskipun demikian, kerap kali alasan utama orang muda terjun menjadi relawan sosial ternyata bukan karena ajaran agama, melainkan motivasi psikologis dan kemanusiaan. Hal ini belum akan menjadi persoalan sampai suatu saat mereka mengalami hambatan dalam keterlibatan sosial. Untuk itu diperlukan komunitas dan pendampingan yang tepat untuk membantu mereka mengolah dan memaknai aktivisme sosial yang mereka libati.
KeywordsPerkampungan Sosial Pingit; bela rasa; relawan; orang muda; sosial
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i10.2024.4352-4368 |
Article metrics10.31604/jips.v11i10.2024.4352-4368 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aryono Mantiri, A. (2023, Januari). Penyakit Mental di Tengah Relasi Kasih Allah dan Manusia: Kontekstualisasi Trinitas Jurgen Moltmann. Majalah Rohani, 70(1), 45–50.
Beabout, G. R. (1996). Freedom and Its Misuses: Kierkegaard on Anxiety and Despair. Marquette University Press.
Deigh, J. (2004). Nussbaum’s Account of Compassion. Philosophy and Phenomenological Research, 68(2), 465–472.
Fransiskus, P. (2019). Christus Vivit: Kristus Hidup (A. L. Natania, Penerj.). Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.
Gloria. (t.t.). Hasil Survei I-NAMHS: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Memiliki Masalah Kesehatan Mental | Universitas Gadjah Mada. Diambil 25 Januari 2023, dari https://www.ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental
Ika. (t.t.). Psikolog UGM Bicara Soal Tren Healing dengan Staycation | Universitas Gadjah Mada. Diambil 25 Januari 2023, dari https://www.ugm.ac.id/id/berita/22440-psikolog-ugm-bicara-soal-tren-healing-dengan-staycation
Nussbaum, M. C. (2003). Upheavals of Thought: The Intelligence of Emotions. Cambridge University Press.
Nussbaum, M. C. (2010). Not for Profit: Why Democracy Needs the Humanities. Princeton University Press.
Nussbaum, M. C. (2013). Political Emotions. Harvard University Press.
O’Connell, M. H. (2009). Compassion: Loving Our Neighbor in an Age of Globalization. Orbis Book.
Prajna Putra Mahardika, A. (2020). Hubungan Kecemasan, Keputusasaan, dan Kebebasan dalam Pemikiran Kierkegaard Menurut Gregory R. Beabout dalam Buku Freedom and Its Misuses. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.
Rifda, A. (2021, Agustus 31). Apa itu Gabut? Makna dan Arti Kata Gabut Serta Asal Usulnya. Best Seller Gramedia. https://www.gramedia.com/best-seller/arti-kata-gabut/
Supelli, K. (2015). Martha Nussbaum: Merawat Imajinasi dan Pendidikan Karakter. Majalah Basis, 64(05–06).
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download