(2) Marsono Marsono
(3) Novky Asmoro
(4) Sholahuddin Asy-Syamil
*corresponding author
AbstractProklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 menandai dimulainya periode turbulen dalam sejarah bangsa Indonesia, di mana perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan melibatkan konflik bersenjata yang intens antara Republik Indonesia dan Belanda yang berusaha mengembalikan kekuasaan kolonialnya. Selama periode 1945-1949, perang gerilya menjadi strategi utama Indonesia untuk menghadapi superioritas militer Belanda, dengan pemikiran Jenderal Sudirman dan teori "Perang Rakyat Semesta" Jenderal A.H. Nasution memainkan peran penting dalam merumuskan taktik yang melibatkan serangan hit-and-run, pemanfaatan medan lokal, dan dukungan masyarakat sipil. Di Yogyakarta, perlawanan ini sangat menonjol, terutama setelah Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948. Serangan Umum 1 Maret 1949, yang dipimpin oleh Letkol Soeharto, merupakan contoh nyata keberhasilan taktik gerilya yang tidak hanya memberikan dorongan moral bagi pasukan Indonesia tetapi juga meningkatkan posisi tawar Indonesia di tingkat internasional. Konflik ini juga melibatkan diplomasi yang signifikan, dengan upaya internasional yang pada akhirnya memaksa Belanda untuk kembali ke meja perundingan dan mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Studi ini mengadopsi metode kualitatif melalui analisis literatur dan wawancara dengan sejarawan serta ahli militer untuk mengeksplorasi penggunaan perang gerilya dalam konteks teknologi persenjataan dan keterbatasan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi kekuatan militer Belanda yang lebih besar, strategi perang gerilya Indonesia berhasil memaksimalkan sumber daya yang ada dan memperkuat posisi diplomatik Indonesia, mencerminkan perjuangan ideologi dan pembentukan identitas nasional yang mendalam. KeywordsPerang pasca kemerdekaan, Persenjataan, Strategi Perang, Indonesia Belanda
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i9.2024.3844-3857 |
Article metrics10.31604/jips.v11i9.2024.3844-3857 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Agung, Ide Anak Agung Gde (1995). From the Formation of the State of East Indonesia Towards the Establishment of the United States of Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Anderson, Benedict R. O'G. (1972). Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944-1946. Cornell University Press.
Boer, P.C. (2006). Het Verlies van Java: Het KNIL en de Strijd om Nederlands-Indië, 1941-1942. De Bataafsche Leeuw.
Bosscher, Ph.M. (1986). De Koninklijke Marine in de Tweede Wereldoorlog. Wever.
Cribb, Robert (1991). Gangsters and Revolutionaries: The Jakarta People's Militia and the Indonesian Revolution 1945-1949. Honolulu: University of Hawaii Press.
Cribb, Robert. (2001). "Independence for Java? New National Projects for an Old Empire". In Indonesia Today: Challenges of History, edited by Grayson Lloyd and Shannon Smith. Institute of Southeast Asian Studies.
Cribb, Robert. (2001). "Military Strategy in the Indonesian Revolution: Nasution's Concept of Total People's War in Theory and Practice". War & Society, 19(2), 143-154.
Frederick, William H. (1989). Visions and Heat: The Making of the Indonesian Revolution. Ohio University Press.
Groen, P.M.H. (1991). Marsroutes en Dwaalsporen: Het Nederlands Militair-Strategisch Beleid in Indonesië 1945-1950. SDU.
Kahin, George McTurnan. (1952). Nationalism and Revolution in Indonesia. Cornell University Press.
Limpach, Rémy (2016). De Brandende Kampongs van Generaal Spoor. Boom.
Lucas, Anton (1991). One Soul One Struggle: Region and Revolution in Indonesia. Sydney: Allen & Unwin.
Nasution, A.H. (1953). Pokok-Pokok Gerilya. Jakarta: Pembimbing.
Nasution, A.H. (1965). Fundamentals of Guerrilla Warfare. Praeger.
Nasution, A.H. (1979). Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, Jilid 8. Angkasa.
Poesponegoro, Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto. (2008). Sejarah Nasional Indonesia VI: Zaman Jepang dan Zaman Republik. Balai Pustaka.
Reid, Anthony. (1974). The Indonesian National Revolution 1945-1950. Longman.
Ricklefs, M.C. (2008). A History of Modern Indonesia Since c.1200. Palgrave Macmillan.
Said, Salim (1991). Genesis of Power: General Sudirman and the Indonesian Military in Politics, 1945-49.
Scagliola, Stef (2012). Last Van De Oorlog: De Nederlandse Oorlogsmisdaden in Indonesië en Hun Verwerking. Balans.
Simatupang, T.B. (1981). Report from Banaran: Experiences during the People's War. Equinox Publishing.
Soebagijo I.N. (1980). Sudirman Pejuang Tanpa Henti. Gunung Agung.Ricklefs, M.C. (2008). A History of Modern Indonesia Since c.1200. Palgrave Macmillan.
Van Moll, C. (1978). De Gepantserde Vuist: De Nederlandse Cavalerie in Indonesië 1945-1950. De Bataafsche Leeuw.
Vickers, Adrian. (2005). A History of Modern Indonesia. Cambridge University Press.
Zwitzer, H.L. (1995). Documentatie - Status en Werkwijze van het Militair Gezag in Indonesië 1945-1950. Sectie Militaire Geschiedenis Landmachtstaf.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download