ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA KETIDAKADILAN PADA LIRIK LAGU "MATAHARI TENGGELAM" KARYA HINDIA

(1) * Kristanti Aprilia Solekha Mail (Univestitas Teknologi Yogyakarta, Indonesia)
(2) Noveri Faikar Urvan Mail (Universitas Teknologi Yogyakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Dalam lagu “matahari tenggelam†yang merupakan salah satu single milik hindia yang menyorotkan tema  protes, keluhan, depresi, dan bahkan kematian. Kini melalui lagu matahari tenggelam hindia juga berhasil menyuarakan ketidakadilan yang terjadi antara manusia di dunia. Namun sebagian masyarkat berstatement bahwa lagu karya hindia itu memiliki makna mengandung iluminati. Untuk menjadikan analisis lebih relevan, metode kualitatif dan model analisis semiotika diperlukan untuk menentukan makna sebuah lagu. Model analisis yang sesuai yaitu semiotika Ferdinand De Saussure yang dapat memahami dan mengartikan tanda penanda agar dapat membantu masyarakat dalam memaknai lagu tersebut. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang makna ketidakadilan yang tertuju pada  masyarakat yang dianggap remeh oleh para kelompok petinggi yang memiliki kekuasaan. Ketidakadilan yang dimaksud dalam lagu tersebut merupakan ketidakadilan subordianasi. Kemudian, penulis lagu juga menjelaskan tentang keluhan, protes, dan kebencian terhadap orang yang memiliki kekuasaan sehingga penulis lagu mengutarakan rasa kesalnya melalui lirik lagu tersebut. Di sisi lain,   penulis lagu juga ingin memberikan informasi kepada para pendengar mengenai kebebasan berpendapat adalah hak setiap orang.


Keywords


lirik lagu, makna ketidakadilan, semiotika

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i9.2024.3816-3821
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i9.2024.3816-3821 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


​​Jurnal Seni Rupa, V., & Patriansah, M. (n.d.). ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA LIRIK LAGU JKT48 “LANGIT BIRU CINTA SEARAH.†https://ejournal.lapad.id/index.php/visart ​

Trimo Wati, T. W., Dina Safira Ikmaliani, & Mustolehudin. (2022). Representasi Makna Denotasi dan Konotasi dalam Lirik Lagu Kun Fayakun (Analisis Semiotika Roland Barthes). Alibbaa’: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 3(1), 73–102. https://doi.org/10.19105/ajpba.v3i1.5172

Nathaniel, A., & Sannie, A. W. (2018). ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA KESENDIRIAN PADA LIRIK LAGU “RUANG SENDIRI†KARYA TULUS SEMIOTIC ANALYSIS OF SELF MEANING IN RUANG SENDIRI LYRICS BY TULUS. 19, 107–117.

ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA KESENDIRIAN PADA LIRIK LAGU “RUANG SENDIRI†KARYA TULUS | SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik (unej.ac.id)

Neng Tika Harnia, “ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU ‘TAK SEKEDAR CINTA’ KARYA DNANDA,†Jurnal Metamorfosa 9, no. 2 (2021): 224.

ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA†KARYA DNANDA | Jurnal Metamorfosa (bbg.ac.id)

Kumparan. (2023, November 16). “Makna Lagu Matahari Tenggelam- Hindia". Retrived from Makna Lagu Matahari Tenggelam - Hindia | kumparan.com

West, richard. 2017. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Djohan. (2003). Psikologi Musik. Yogyakarta: Buku Baik.

West, R. & Turner, L. H. (2008). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Kumparan. (2021, Oktober 21). “10 Pendapat Ahli Tentang Seni Musikâ€. Retrived from 10 Pendapat Ahli tentang Seni Musik | kumparan.com

Kompas. (2023, Juli 6). Hindia Rilis Album Kedua â€Lagipula Hidup Akan Berakhirâ€. Retrived from Hindia Rilis Album Kedua â€Lagipula Hidup Akan Berakhir†- Kompas.id


Refbacks

  • There are currently no refbacks.