(2) Bayu Asih Yulianto
(3) Moh Ikhwan Syahtaria
(4) Panji Suwarno
(5) Kristijarso Kristijarso
(6) Herlina Juni Risma Saragih
(7) Pujo Widodo
*corresponding author
AbstractMelestarikan budaya maritim Indonesia tidak hanya menjadi tugas pemerintah negara, melainkan kewajiban setiap warga negara. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam mempertahankan kebudayaan yang dimiliki untuk menjaga keamanan dan pertahanan nasional. Masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam membantu pemerintah untuk mengawasi kegiatan atau aktifitas yang dianggap sebagai tindakan kriminal atau kejahatan di wilayah perairan Indonesia. Modernisasi telah membawa kemajuan teknologi dan ekonomi yang tak terbantahkan. Kemajuan ini menimbulkan perdebatan seputar dampaknya terhadap degradasi budaya maritim di Indonesia khususnya pada kehidupan di masyarakat pesisir. Seiring dengan munculnya teknologi canggih dan pasar global yang terintegrasi, aspek-aspek unik dari budaya tradisional mungkin menghadapi tantangan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang adanya degradasi kebudayaan maritim di kehidupan masyarakat pesisir yang mengalami modernisasi dan perkembangan zaman yang pesat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam perubahan dan perkembangan zaman, nilai-nilai budaya yang sering kali tersisihkan demi kepentingan ekonomi dan kemajuan teknologi yang memiliki arti penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan secara bijaksana bagaimana modernisasi dapat memengaruhi dan memelihara budaya yang berharga dan tetap berpegang teguh untuk melestarikan kebudayaan yang ada di lingkungannya yang merupakan daerah pesisir. KeywordsDegradasi, Budaya Maritim, Modernisari, Masyarakat Pesisir
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i9.2024.3470-3474 |
Article metrics10.31604/jips.v11i9.2024.3470-3474 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Darmalaksana, W. (2020). Metode penelitian kualitatif studi pustaka dan studi lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Hamid, H. (2018). Manajemen pemberdayaan masyarakat.
Hamzah, A., Pandjaitan, N. K., & Prasodjo, N. W. (2008). Respon Komunitas Nelayan terhadap Modernisasi Perikanan (Studi Kasus Nelayan Suku Bajo di Desa Lagasa, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara). Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(2).
Madjid, M. D., & Wahyudhi, J. (2014). Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar. Kencana.
Muchlashin, A., Putri, W. A., Asya’bani, N., & Nurfajrin, S. (2022). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kampung Mumes Raja Ampat Papua Barat. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 235-249.
Persada, C. (2018). Perencanaan Pariwisata Dalam Pembangunan Wilayah Berkelanjutan.
Purwantoro, S. A. (2023). Sistem Pertahanan Rakyat Semesta Menyongsong Indonesia Emas 2045. Indonesia Emas Group.
Sari, Y., Pujawati, P., & Bahtiar, M. U. (2023). Orientalism: Edward Said's Postcolonial Thoughts and Theories Against the Eastern World and Islam. In Gunung Djati Conference Series (Vol. 23, pp. 145-164).
Subagiyo, A., Wijayanti, W. P., & Zakiyah, D. M. (2017). Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Universitas Brawijaya Press.
Surajiyo, S. (2019). Hubungan Dan Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional. Ikra-Ith Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 3(3).
Tanjung, N. S. (2023). Struktur Sosial Dalam Masyarakat Nelayan di Rempang Kepulauan Riau. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(11), 1073-1080.
Thamdzir, M., & Mikasari, D. A. (2022). Kesiapan Budaya Masyarakat Kota Batam dalam Menyambut Batam Sebagai Kota Wisata. Jurnal Mata Pariwisata, 1(2), 47-54.
Wahyudin, Y. (2003). Sistem sosial ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Makalah disampaikan pada pelatihan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, tanggal, 5.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download