PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PROSES KADERISASI PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) PENGURUS CABANG (PC) CURUP REJANG LEBONG

(1) * Ebi Fernandes Mail (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Indonesia)
(2) Asri Karolina Mail (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia)
(3) Amrullah Amrullah Mail (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Mahasaiswa sebagai agen perubahan calon pengganti pemimpin masa depan, perlu memahami moderasi beragama bukan hanya di dalam kampus, tetapi juga dapat diperoleh di luar kampus seperti ikut serta dalam suatu pergerakan organisasi ekstra kampus seperti PMII. Namun, kenyataannya pada saat ini kader PMII PC Curup Rejang Lebong masih memahami beberapa permasalahan dalam bermoderasi beragama, hal ini dilihat dari hasil observasi bahwa pada saat MAPABA terlihat beberapa kader yang rentan dimasuki pemahaman radikalisme dan sikap ekstrimisme dalam beragama. Hal tersebut dikarenakan para kader memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dalam organisasi. Hal ini untuk mencegah munculnya radikalisme dan ekstremisme, mengingat kampus sering kali dianggap sebagai titik awal penyebaran pemahaman tersebut. Tujuan didalam penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai moderasi bergama pada kaderisasi PMII PC Curup Rejang Lebong dan untuk mengetahui penguatan nilai-nilai moderasi beragama pada proses kaderisasi.

Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian field research (penelitian lapangan) pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik data menggunakan alur reduksi data (Data Reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan credibility (Validitas Internal).

Hasil penelitian ini adalah ; Pertama, Kader PMII PC Rejang Lebong memiliki nilai-nilai moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan, sikap toleransi, anti kekerasan, dan ramah terhadap budaya lokal. Namun, pemahaman nilai-nilai ini belum merata karena perbedaan latar belakang pendidikan. Kedua, proses penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam proses kaderisasi PMII PC Curup menerapkan berbagai pendekatan melalui materi dasar seperti pemahaman Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam kegiatan MAPABA, PKD, PKL dan PKC. Selain itu, kader diwajibkan mengikuti kegiatan eksternal seperti pengabdian di masjid dan partisipasi dalam kegiatan budaya di masyarakat. Ketiga, tantangan penguatan nilai-nilai moderasi beragama di PMII PC Curup Rejang Lebong terdapat beberapa kader yang masih belum sepenuhnya memahami nilai-nilai moderasi beragama, sehingga ada yang menjalankan kegiatan keagamaan secara berlebihan. Terdapat pengaruh media sosial dan paham radikal, serta kurangnya pendidikan agama yang inkluisif.


Keywords


Penguatan Nilai Moderasi Beragama, Proses Kaderisasi, Organisasi PMII.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i8.2024.3146-3159
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i8.2024.3146-3159 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Abdillah, M. B. I. A. (2021). Al-Bukhari Al-Ja’fari, Al-Jami; Al-Musnad Al-Shahih Al-Mukhtashar Min Umur Rasulillahi Saw. Wasunna Nuhu Wa Ayyamuhu,. Dar Thauq: Al Najat, 21.

Abror, Mhd. (2020). Moderasi beragama dalam bingkai toleransi. Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam, 1(2), hal.143-155.

Achmad, I. (2023). Moderasi Beragama Dalam Prespektif Tafsir Ibnu Katsir. (Doctoral Dissertation, IAIN Ponorogo).

Akhmadi, A. (2019). Moderasi beragama dalam keragaman Indonesia. Inovasi-Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), hal.45-55.

Akhmadi, A. (2020). “Strategi pengembangan profil pelajar pancasila rahmatan lil “alamin melalui layanan bimbingan dan konseling di madrasah.†. Jurnal Perspektif, 15(2), hal. 11-21.

Al-Tamimi, H. , Y. A. R. , & K. K. (2020). Enhancing religious moderation and understanding among Malaysian Muslims through training and education. Journal of Religion and Health, 59(6), hal. 2737-2756.

Basyari, I. W. (2013). Menanamkan Identitas Kebangsaan melalui Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Budaya Lokal. . Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 1(2).

Budiman, Ahmad. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Agama Di Sekolah Dalam Menumbuhkan Moderasi Beragama (Studi Kasus SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan, Banten, Indonesia). MS Thesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, hal.71-81.

Creswell, J. W. , and J. D. Creswell. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.

Dewi, M. I. K. and N. M. R. K. (2021). Peran organisasi kemasyarakatan dalam penguatan moderasi beragama . Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya, 4.

Ekayanti, M. I. B. , & A. S. D. (2018). Ragam Langkah Mengatasi Ekstremisme Kekerasan. Menghalau EkstreMisMe, hal. 101.

Esposito, J. L. (1998). The straight path. Oxford UP.

Galtung, J. (2018). Violence, peace and peace research. Organicom, 15(28), hal. 33-56.

Hefni, W. , & U. Q. (2020). Pendampingan Kader Pesantren Sebagai Aset Modal Sosial dalam Penguatan Moderasi Beragama. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama Untuk Pemberdayaan, 20(2), hal. 175.

Hiung, J. N. (2021). Peranan Agama dalam Kehidupan Keseharian Umat. Tim Mimbar Konghucu.

Kementerian, A. R. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama, hal.16.

Mahyuddin032, M. (2020). Peran Strategis IAIN Ambon dan IAKN Ambon Dalam Merawat Toleransi Sosial dan Moderasi Beragama di Ambon Maluku. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 13(1), hal. 103-124.

Mardani, M. and S. S. (2024). Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Pada Santri Pondok Pesantren Al-Mazaya Paser Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal PAI Raden Fatah, 6(1), 246–260.

Matthew B Miles, A Michael Huberman, and J. S. (2014). Qualitative Data Anal- ysis : A Methods Sourcebook, 3rd ed. SAGE Publications.

Mushaf Al-Qur’an Terjemahan Ar-Rahim, (2018).

Nasrudin, M. (2023). Pendidikan Sufistik sebagai Penguatan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi. Penerbit NEM.

Sadiah. (2018). Moderasi beragama sangat penting dilaksanakan untuk menghindari radikalisme dan ekstremisme dalam ajaran agama Islam. hal.17-18.

Salim, A. et al. (2023). Moderasi Beragama: Implementasi dalam Pendidikan, Agama dan Budaya Lokal. hal.18-22.

Shihab, Q. (2011). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, Dan Keserasian Al-Quran. Lentera Hati, hal.71.

Siswanti, Novita. (2021). Menguatkan NKRI dengan Moderasi Beragama. Diakses Tanggal 27 Mei 2024.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif,. Kualitatif R&D. Alfabeta.

Sumarto. (2021). Implementasi program moderasi beragama kementerian agama RI . Jurnal Pendidikan Guru, 3(1), hal.1-11.

Suryadi, R. A. (2022). Implementasi moderasi beragama dalam pendidikan agama islam. Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents, 20(11), hal. 12-26.

Sutarto, Sutarto. (2021). Pola Internalisasi Nilai-nilai Moderasi Beragama untuk menangkal Paham Radikal di Kalangan Mahasiswa. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 11.

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi moderasi beragama di lembaga pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), hal.323-348.

Taufiq, F. and A. M. A. (2021). Peran Kementerian Agama dalam mempromosikan moderasi beragama di era digital. Jurnal Ilmu Dakwah, hal.19-22.

Tim Penyusun Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama RI, hal.18.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.