RESILIENSI KOMUNITAS NELAYAN TANGKAP DI DESA LANJUT KECAMATAN SINGKEP PESISIR KABUPATEN LINGGA KEPULAUAN RIAU

(1) * Naval Suci Ramawulan Mail (Universitas Riau, Indonesia)
(2) Rina Susanti Mail (Universitas Riau, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Nelayan Tangkap Desa Lanjut merupakan nelayan tradisional yang masih menggunakan alat tangkap jaring. Adanya perubahan musim membuat nelayan berada dalam kondisi yang sulit sehingga nelayan harus beradaptasi dengan pekerjaannya dan memulihkan perekonomian rumah tangga nelayan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adaptasi pekerjaan dan upaya pemulihan kebutuhan rumah tangga nelayan yang terdapat dalam komunitas nelayan tangkap Desa Lanjut. Dengan menggunakan teori etika subsistensi dari James Scott. Teknik penentuan informan yaitu dengan teknik Purposive sampling. Subjek dalam penelitian berjumlah 7 orang yang terdiri dari 3 nelayan tenggiri dan 4 nelayan tamban, memiliki armada dan alat tangkap sendiri, bekerja tanpa ABK, dan telah menjadi nelayan tangkap minimal 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan adaptasi pekerjaan antara nelayan tenggiri dan nelayan tamban. Untuk nelayan tenggiri yaitu memperluas area tangkap, memperpendek waktu penangkapan, melaut secara berkelompok, dan berkebun. Sedangkan nelayan tamban melakukan diversifikasi pekerjaan, menambah jenis alat tangkap, dan memperbaiki alat tangkap. Begitu pula upaya pemulihan perekonomian nelayan saat peralihan musim. Nelayan tenggiri tidak menerapkan etika memanfaatkan jaringan relasi sosial. Sementara nelayan tamban menerapkan semua etika yaitu memanfaatkan jaringan relasi sosial, mengikat sabuk lebih kencang, dan menggunakan alternatif subsistensi.


Keywords


Adaptasi Pekerjaan, Etika Subsistensi, Komunitas Nelayan Tangkap, Pemulihan Ekmomi, Resiliensi.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i8.2024.3118-3127
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i8.2024.3118-3127 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Amelia, L. N., & Prasetyo, K. B. (2023). Etika Subsistensi sebagai Strategi Survival Pembatik Rumahan di Desa Trusmi Kulon Kabupaten Cirebon pada Masa Pandemi COVID-19. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 12(1), 93–104. https://doi.org/10.15294/solidarity.v12i1.71467

Elanda, Y., & Alie, A. (2021). Strategi Masyarakat Nelayan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Subsistennya Di Desa Wisata Pasir Putih Dalegan Gresik. Journal of Urban Sociology, 3(2), 41. https://doi.org/10.30742/jus.v3i2.1234

Hamid, I. (2023). Laut Yang Tak (Lagi) Bersahabat: Adaptasi Nelayan Terhadap Perubahan Iklim Di Desa Rampa Kabupaten Kotabaru. Sosiologi, 2, 142–151.

Imron, M. (2003). Kemiskinan dalam masyarakat nelayan. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 5(1), 63–82.

Lingga, K. (2019). geografi dan demografi kabupaten lingga. Linggakab. https://linggakab.go.id/geografi-dan-demografi/

Luciana, L., Hamzah, A., & Mardin. (2017). Sumber Penghasilan Masyarakat Nelayan (Studi Kasus Di Desa Bungin Permai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan). Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 2(1), 20–24.

Raodah. (2015). Respon Nelayan Tradisional Terhadap Perubahan Musim di Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai. Walasuji, 6(1), 225–238.

Rosalina, T., & Ekomila, S. (2023). Pengetahuan Lokal Nelayan Tradisional Di Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 6(2), 91. https://doi.org/10.30829/jisa.v6i2.15598


Refbacks

  • There are currently no refbacks.