*corresponding author
AbstractPemilihan umum edisi tahun 2024 di Indonesia telah menjadi perbincangan hangat di publik, terutama mengenai dengan isu politik dinasti atau yang dapat diartikan dengan penguasa kekuasaan pemeritahaan yang dikuasai anggota keluarga. Politik dinasti yang mengacu pada praktik dimana kekuasaan politik atau jabatan yang dipegang anggota keluarga yang sama atau terkait erat yang telah menjadi fenomena dalam edisi pemilihan umum capres dan cawapres tahun 2024. Tantangan yang dihadapi oleh politik dinasti di tahun pemilu 2024 sangatlah kompleks. Salah satu yang menjadi permasalahan besar yaitu adanya potensi penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang yang dapat terjadi. Hal ini mengancam integritas pemilihan di tahun 2024 dan mengurangi kesempatan bagi calon dari luar keluarga politik untuk bersaing secara adil. Media massa bertindak sebagai saluran utama untuk menyampaikan informasi politik kepada publik. Ini mencakup berita tentang kebijakan, kampanye politik, pemilihan umum, dan aktivitas politisi. Media memiliki kekuatan untuk membentuk opini publik melalui cara mereka menyajikan informasi. Pemilihan berita, sudut pandang, dan cara penyajian mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu politik. Media juga berfungsi sebagai pengawas (watchdog) dengan memantau tindakan pemerintah dan politisi serta mengungkap skandal dan ketidakberesan. Politik dalam media massa adalah proses kompleks yang melibatkan berbagai faktor seperti bias media, framing, penggunaan simbol, dan naratif. Media massa tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga membentuk opini publik dan identitas politik melalui cara mereka menyajikan berita dan gambar. Dengan memahami mekanisme ini, kita dapat lebih kritis dalam mengkonsumsi informasi politik dan memahami bagaimana media mempengaruhi persepsi dan tindakan politik kita.KeywordsKekuasaan, Politik, Media
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i8.2024.3041-3047 |
Article metrics10.31604/jips.v11i8.2024.3041-3047 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Atep Aditya Barata. 2018. Dasar-dasar Pelayanan Prima. Jakarta : Elex Media Komputindo
Mulyana, Dedy. 2014. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Cetakan ke 18. Kota Bandung: PT. Rosdakarya Remaja
Sobur, Alex dkk. 2013. Semiotika Komunikasi. Kota Bandung: PT Rosdakarya Remaja
Vera, Nawiroh. 2014. Semiotika dalam Riset Komunikasi. Kota Bogor: Ghalia Indonesia
Wibowo, Indiwan Seto W. 2013. Semiotika Komunikasi 2: Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Hartley, J. 2010. Communication, Cultural, & Media Studies: Konsep Kunci, terj. Kartika Wijayanti. Yogyakarta: Jalasutra
Barbara, & Goodwin. 2003. Using Political Ideal, ed ke-4. England: Barbara Goodwin
Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekataan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: CV Alphabet
Anggito, A., & Setiawan, J. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak (Jejak Publisher)
Tempo majalah, (online), (https://id.wikipedia.org/wiki/Tempo_(majalah)
BBC New Indonesia. Pemilu 2024: Pemilih muda, politik dinasti dan potensi polarisasi. (online), (https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-66531834)
Majalah Tempo. Adu Gimik Calon Presiden Berebut Suara Pemilih Muda. (online). (https://majalah.tempo.co/read/nasional/170643/pemilih-muda-pemilu-2024)
Majalah Tempo. Debat-Debatan Calon Presiden Tahun 2024. (online). (https://majalah.tempo.co/read/opini/170349/debat-calon-presiden-2024)
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download