INFRASTRUKTUR TANGGUH BENCANA SEBAGAI BENTUK MITIGASI DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA

(1) * Naufal Wibisono Mail (Universitas Pertahanan RI, Indonesia)
(2) Achmed Sukendro Mail (Universitas Pertahanan RI, Indonesia)
(3) Heridadi Heridadi Mail (Universitas Pertahanan RI, Indonesia)
(4) Pujo Widodo Mail (Universitas Pertahanan RI, Indonesia)
(5) Kusuma Kusuma Mail (Universitas Pertahanan RI, Indonesia)
(6) Wilopo Wilopo Mail (Universitas Pertahanan RI, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Indonesia merupakan negara tropis yang dilintasi garis lintang nol derajat yang biasa disebut dengan garis khatulistiwa, memiliki posisi geografis yang berdekatan dengan Benua dan Samudera, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi tersebut membuat bentang alam dan demografinya sangat kompleks. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi negara dengan risiko bencana alam, non-alam, maupun buatan manusia/sosial yang sangat tinggi sehingga Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki laboratorium bencana. Dengan banyaknya kemungkinan bencana yang akan terjadi, maka diperlukan upaya pengurangan risiko bencana melalui riset dan aplikasi teknologi yang berkaitan dengan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana. Hal tersebut sejalan dengan program Sustainable Development Goals yang telah ditetapkan oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui badan bentukannya yaitu United Nation for Disaster Risk Reduction. Salah satu programnya berfokus pada “Sustainable Cities and Communities†yang menjelaskan pentingnya memiliki infrastruktur yang tangguh dalam upaya pengurangan risiko bencana merupakan sebagai bentuk mitigasi dan investasi untuk menciptakan kota dan permukiman manusia yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya perhatian khusus terkait infrastruktur oleh pemangku kebijakan.

Keywords


infrastruktur; tangguh bencana; pengurangan risiko bencana; mitigasi; investasi.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i7.2024.2893-2898
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i7.2024.2893-2898 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Asian Development Bank. (2022). Disaster-Resilient Infrastructure: Unlocking Opportunities for Asia and the Pacific. ADB.

BNPB. (2007). Pengenalan Karakteristik Bencana dan Upaya Mitigasinya di Indonesia.

BNPB. (2024). DIBI: Data dan Informasi Bencana 2022-2024. Jakarta: BNPB.

Djalante, R. (2012). Review Article: Adaptive governance and resilience: The role of multi-stakeholder platforms in disaster risk reduction. Natural Hazards and Earth System Science, 12(9), 2923±2942. https://doi.org/10.5194/nhess-12-2923-2012

Hallegatte, S., Rozenberg, J., Fox, C., Nicolas, C., & Rentschler, J. (2019). Strengthening New Infrastructure Assets—A Cost-Benefit Analysis.

Hallegatte, Stephane, Rentschler, J., & Rozenberg, J. (2019). Lifelines: The Resilient Infrastructure Opportunity. In Lifelines: The Resilient Infrastructure Opportunity. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1430-3

KPPIP. (2023). Laporan KPPIP Tahun 2023. Jakarta: Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas.

LPEM FEB UI. (2021). Infrastruktur Tahan Iklim dan Bencana di Indonesia: Apakah Sudah Cukup?. Policy Brief Climate and Disaster Resilient Infrastructure.

Meeting, M. A.-P. (2008). Challenges in reliability, security, efficiency, and resilience of energy infrastructure. https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/4596791/

Nurbaity, D. P., & Hartono, Y. D. (2021). Pengembangan Infrastruktur Berbasis Resilient City di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Studi Kasus: Kawasan BWK V Kota Kendari. PAWON: Jurnal Arsitektur No. 2 Volume 5, 2021.

Renald, A., Tjiptoherijanto, P., Suganda, E., & Djakapermana, R. D. (2016). Toward Resilient and Sustainable City Adaptation Model for Flood Disaster Prone City: Case Study of Jakarta Capital Region. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 227(November 2015), 334±340. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.06.079

Tanner, Thomas, Swenja, S., Emily, W., Robert, R., Jun, R., & Sumati R. (2015). The Triple Dividend of Resilience: Realising Development Goals through the Multiple Benefits of Disaster Risk Management. Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR) at the World Bank, and Overseas Development Institute (ODI), London.

UNDRR. (2023). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030 (Sendai Framework). Member States.

Wardyaningrum, D. (2014). Perubahan komunikasi masyarakat dalam inovasi mitigasi bencana di wilayah rawan bencana gunung Merapi. Jurnal ASPIKOM, 2(3), 179. Retrieved from https://jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/69/0, diakses pada 1 Juni 2024.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.