(2) Ni Luh Indah Desira Swandi
*corresponding author
AbstractKesejahteraan psikologis merupakan kemampuan individu untuk menerima keadaan di dalam dirinya serta mengembangakn potensi di dalam dirinya. Ciri individu yang memiliki kesejahteraan psikologis rendah yaitu adanya perasaan ketidakpercayaan di dalam diri. perempuan usia dewasa muda identik dengan kesejahteraan psikologis rendah, hal ini dikarenakan tuntutan karier yang dialami perempuan serta pandangan buruk terhadap bentuk tubuh. Pandangan buruk terhadap bentuk tubuh sering didefinisikan sebagai ketidakpuasan terhadap tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui peran ketidakpuasan bentuk tubuh terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa muda di Bali. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan jenis sampling insidental. Karakteristik subjek di dalam penelitian ini yaitu perempuan berdomisili di Bali dengan rentang usia 18-25 tahun. Skala Kesejahteraan Psikologis menggambarkan 92,2% variasi skor murni subjek penelitian serta Skala Ketidakpuasan terhadap Tubuh menggambarkan 80,4% variasi skor murni subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peran negatif antara Ketidakpuasan terhadap Tubuh dengan kesejahteraan psikologis dengan koefisien beta tidak terstandarisasi sebesar -0,828. Peran negatif mengindikasikan semakin tinggi ketidakpuasan terhadap tubuh maka semakin rendah kesejahteraan psikologis, sebaliknya semakin rendah ketidakpuasan terhadap tubuh maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai bagaimana cara meningkatkan serta mempertahankan kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa muda di Bali. Keywordskesejahteraan psikologis; ketidakpuasan terhadap tubuh; perempuan dewasa muda
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i6.2024.2257-2263 |
Article metrics10.31604/jips.v11i6.2024.2257-2263 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Andrade, H. L. (2019). A Critical Review of Research on Student Self-Assessment. Frontiers in Education, 4(August), 1–13. https://doi.org/10.3389/feduc.2019.00087
Arnett, J.J. (2004). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties. Sage Publications Sage CA: Los Angeles, CA
Arnett, Jeffrey Jensen. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469
Arnett, Jeffrey Jensen. (2007). Arnett-2007-Child_Development_Perspectives. Journal of Adult Development, 8(2), 68–73.
Brannan, M. E., & Petrie, T. A. (2011). Psychological well-being and the body dissatisfaction-bulimic symptomatology relationship: An examination of moderators. Eating Behaviors, 12(4), 233–241. https://doi.org/10.1016/j.eatbeh.2011.06.002
Bucchianeri, M. M., Fernandes, N., Loth, K., Hannan, P. J., Eisenberg, M. E., & NeumarkSztainer, D. (2016). Body dissatisfaction: Do associations with disordered eating and psychological well-being differ across race/ethnicity in adolescent girls and boys? Cultural Diversity and Ethnic Minority Psychology, 22(1), 137–146. https://doi.org/10.1037/cdp0000036
Cempaka, G. (2016). PEREMPUAN, CITRA DAN NARASI. Perempuan, Seni & Dirinya.
Delfabbro, P. H., Winefield, A. H., Anderson, S., Hammarstrom, A., & Winefield, H. (2011). Body image and psychological well-being in adolescents: The relationship between gender and school type. Journal of Genetic Psychology, 172(1), 67–83. https://doi.org/10.1080/00221325.2010.517812
Hardiman, H. (2009). Tubuh {Perempuan}: {Representasi} {Gender} {Perempuan} {Perupa} {Bali}. Jurnal Imaji Maranatha, 5(1), 14–24.
Holmqvist, K., & Frisén, A. (2010). Body dissatisfaction across cultures: Findings and research problems. European Eating Disorders Review, 18(2), 133–146. https://doi.org/10.1002/erv.965
Irmayanti, N., & Zuroida, A. (2019). Pengembangan Model Pengetahuan Perilaku Seks Melalui Seks Education Untuk Siswa Sma. Journal of Urban Sociology, 2(1), 76. https://doi.org/10.30742/jus.v2i1.612
Marizka, D. S., Maslihah, S., & Wulandari, A. (2019). Bagaimana Self-Compassion Memoderasi Pengaruh Media Sosial Terhadap Ketidakpuasan Tubuh? Jurnal Psikologi Insight, 3(2), 56–69. https://doi.org/10.17509/insight.v3i2.22346
Miller, J. L. (2011). The Relationship between Identity Development Processes and Psychological Distress in Emerging Adulthood. Dissertation.
Myers, T. A., & Crowther, J. H. (2009). Social Comparison as a Predictor of Body Dissatisfaction: A Meta-Analytic Review. Journal of Abnormal Psychology, 118(4), 683–698. https://doi.org/10.1037/a0016763
Ryff, C.D. (1989). Happiness is everything, or is it? explorations onthe meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57, 1069– 1081.
Ryff, Carol D., & Keyes, C. L. M. (1995). The Structure of Psychological Well-Being Revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719–727. https://doi.org/10.1037/0022-3514.69.4.719
Sena, I. G. M. W. (2017). Implementasi Konsep â€Ngayah†Dalam Meningkatkan Toleransi Kehidupan Umat Beragama di Bali. Seminar Nasional Filsafa, 270–276.
Wiasti, N. M. (2012). Redefinisi kecantikan dalam meningkatkan produktivitas kerja perempuan Bali, di kota Denpasar. Jurnal Piramida, 6(2), 1–22.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download