PELUANG DAN TANTANGAN DALAM PEMANFAATAN RARE EARTH MINERALS DI INDONESIA GUNA MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI

(1) * Dimas Dwi Putra Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(2) Imam Supriyadi Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(3) Donny Yusgiantoro Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Rare Earth Elements (REE) adalah kelompok logam yang krusial untuk perkembangan teknologi. REE biasanya diperoleh dari senyawa kimia seperti mineral monasit yang radioaktif dan senotim yang mengandung 54-65% erbium, cerium, dan thorium. China adalah produsen terbesar REE, sementara Amerika Serikat menjadi importir utama, sangat bergantung pada ketersediaan REE. Indonesia memiliki potensi untuk memproduksi REE berkat keberadaan mineral seperti monasit di beberapa wilayah, seperti Bangka Belitung dan Kalimantan. REE memiliki banyak aplikasi industri, termasuk perangkat militer, superkonduktor, dan tenaga nuklir. Meski eksplorasi REE di Indonesia masih terbatas, potensi mineral yang ada membuat REE diprediksi menjadi masa depan industri pertambangan Indonesia, karena bahan utama mineral REE sudah dimanfaatkan oleh perusahaan besar. Pengolahan REE melibatkan beberapa langkah utama: eksplorasi, penambangan, benefisiasi, pengolahan kimia, pemisahan, dan pemurnian. Proses penambangan bervariasi tergantung pada jenis bijih dan elemen yang diekstraksi, membutuhkan fasilitas yang kompleks. Ekstraksi pelarut, flotasi, dan proses elektrolitik digunakan dalam pengolahan logam lain. Data tentang penggunaan energi dalam pemrosesan REE, terutama pada tahap oksidasi, masih minim. Penelitian ini penting karena produk akhir REE yang dimurnikan perlu diproses lebih lanjut sebelum bisa digunakan secara komersial untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.

Keywords


Elemen Tanah Jarang; Ketahanan Energi; Tambang; Senjata; Indonesia;

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i5.2024.2091-2097
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i5.2024.2091-2097 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Bontron, Cecile. (2012). Rare Earth Mining in China Comes at a Heavy Cost for Local Villages. Retrieved from https://www.theguardian.com/environment/2012/aug/07/china-rare-earth-village-pollution

Brzyska W. (1996). Lanthanides and Actinides. Wydawnictwa Naukowo-Technicze Poland

Cai, Peter., & Wilkins, Georgia. (2012). China Cites Environment to Justify Grip on Rare Earths. Retrieved from https://www.smh.com.au/business/china-cites-environment-toj-ustify-grip-on-rare-earths-20120620

Evans C.H. (1997). Episodes from the History of the Rare Earth Elements. University of Pittsburgh. USA.

Nasrudin Usman, Dudi. (2015). RARE EARTH MINERALS. Jurnal Pascasarjana Universitas Padjajaran. Bandung.

Noviansyah, Denny. (2018). Logam Tanah Jarang. PT Dunia Pustaka Jaya. Bandung.

Tharumarajah, R., & Koltun, P. (2011). Radle to Gate: Penilaian Dampak Lingkungan Logam Tanah Langka dalam Konferensi Austrralia tentang Penilaian Siklus Hidup ke-7. Melbroune, Australia.

Zhongxin, Y., Ge, B., Chenyu, W., Zhongqin, Z., & Xianjiang, Y. (1992). Fitur Geologi dan Asal usul Deposit Bijih Bayan Obo REE. Aplikasi Geokimia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.